Oplas Bokong Bikin Nggak Bisa Duduk, Wanita Ini Ngotot Mengaku Dirinya Tak Menyesal

Cesar Uji Tawakal, Amertiya Saraswati

Senin, 16 Agustus 2021 | 17:30 WIB
Oplas Bokong Bikin Nggak Bisa Duduk, Wanita Ini Ngotot Mengaku Dirinya Tak Menyesal
Ilustrasi bokong perempuan. (Shutterstock)

Suara.com - Oplas atau operasi plastik menjadi salah satu cara yang dipilih untuk mendapat bentuk tubuh idaman. Meski begitu, tak sedikit yang harus bertahan dengan efek samping setelah melakukan oplas.

Belum lama ini, seorang model mengaku tidak menyesal meski sudah melakukan oplas seharga USD 36.000 atau sekitar Rp517 juta. Padahal, efek samping oplas cukup parah.

Melansir Daily Star, wanita yang memilih dikenal dengan nama Kazumi Squirts itu telah melakukan berbagai macam prosedur oplas.

Kazumi yang berusia 24 tahun sudah lama merasa tidak percaya diri dengan bentuk tubuh. Saat ikut kontes kecantikan saat remaja, ia diberitahu untuk menurunkan berat badan.

"Aku selalu tidak percaya diri dengan ukuran tubuhku dan sudah mencoba segalanya untuk menurunkan berat badan."

"Aku punya tubuh kurus saat tumbuh besar tapi ketika umurku 19 tahun, aku ikut kontes kecantikan dan itu adalah pertama kalinya penampilanku dihakimi," ungkap Kazumi.

Oplas Bokong, Wanita ini Tak Bisa Duduk Setahun (tiktok.com/@kazumiworld5)
Oplas Bokong, Wanita ini Tak Bisa Duduk Setahun (tiktok.com/@kazumiworld5)

Karena kehilangan rasa percaya diri, Kazumi memilih beralih ke operasi plastik. Ia juga sempat diberitahu untuk mengubah bentuk tubuh saat ikut kontes tersebut.

"Aku diberitahu aku perlu menurunkan berat dan bagian tertentu dari tubuhku perlu diubah."

"Aku menjadi lebih memperhatikan tubuhku setelahnya. Pengalaman itu sebenarnya membuatku mengalami kenaikan berat badan."

baca juga

Kazumi sendiri sebenarnya ingin punya bentuk tubuh feminim dan memiliki lekukan pada tubuh.

Sebelum oplas pada bokong, Kazumi juga sudah menjalani operasi payudara. Setelah itu, ia melakukan sedot lemak dan Brazilian butt lifts (BBL).

Meski begitu, oplas BBL yang dilakukannya pada April 2021 tersebut ternyata memiliki efek samping. Kini, Kazumi tidak bisa duduk.

Oplas Bokong, Wanita ini Tak Bisa Duduk Setahun (tiktok.com/@kazumiworld5)
Oplas Bokong, Wanita ini Tak Bisa Duduk Setahun (tiktok.com/@kazumiworld5)

"Itu adalah hari paling mahal dan aku merasa seperti habis ditabrak mobil, tapi itu sepadan," ungkap wanita 24 tahun ini.

"Sebelum operasi, aku gugup soal rasa sakitnya tapi aku bersemangat soal bagaimana aku akan terlihat setelah mendorong rasa takut itu."

Awalnya, Kazumi memperkirakan jika pembengkakan akan hilang dalam waktu 3 bulan. Namun, hingga sekarang Kazumi masih tidak bisa duduk setelah oplas bokong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Hasil Operasi Plastik yang Gagal, Ada yang Sampai Meninggal!

5 Hasil Operasi Plastik yang Gagal, Ada yang Sampai Meninggal!

Lifestyle | Kamis, 12 Agustus 2021 | 14:47 WIB

Bokong Sering Sakit Saat Menstruasi, Waspadai 3 Penyebabnya

Bokong Sering Sakit Saat Menstruasi, Waspadai 3 Penyebabnya

Health | Kamis, 12 Agustus 2021 | 10:45 WIB

Pernah Diskors karena Oplas, Mantan Atlet Anggar Khawatirkan Nasib Putrinya

Pernah Diskors karena Oplas, Mantan Atlet Anggar Khawatirkan Nasib Putrinya

Kalbar | Selasa, 03 Agustus 2021 | 21:11 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×