Pengertian Iklan Serta Struktur dan Bahasa yang Digunakan

Jum'at, 27 Agustus 2021 | 09:26 WIB
Pengertian Iklan Serta Struktur dan Bahasa yang Digunakan
ilustrasi iklan TV [shutterstock]

Suara.com - Iklan biasanya sudah melekat di kehidupan sehari-hari masyarakat, jadi salah satu strategi promosi produk atau jasa milik perusahaan. Untuk memajang iklan di media sosial, televisi hingga majalah dan koran diperlukan dana yang tidak sedikit.

Tapi sayangnya, masih banyak yang belum mengerti apa itu iklan, jenis-jenis iklan, dan cara membuatnya?

Mengutip Ruang Guru, Jumat (27/8/2021) iklan adalah sebuah informasi yang mendorong dan membujuk khalayak agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan.

Iklan juga dapat diartikan sebagai pemberitahuan kepada khalayak mengenai suatu barang atau jasa. Biasanya, iklan disampaikan melalui media massa seperti televisi, radio, surat kabar, dan internet.

ilustrasi iklan TV [shutterstock]
ilustrasi iklan TV [shutterstock]

Struktur iklan
Iklan juga tidak asal dibuat, harus ada struktur, unsur, dan kaidah kebahasaan yang terpenuhi dalam sebuah iklan. Biasanya meliputi judul, nama produk, dan deskripsi produk.

Tujuan struktur ini dibuat agar iklam bisa menyerap informasi sefesien mungkin dan bisa dipahami lebih baik oleh khalayak.

Penggunaan bahasa iklan, terdiri dari sebagai berikut:
1. Persuasif
Kata-kata yang terdapat dalam teks iklan harus persuasif (bersifat mengajak) agar konsumen yakin dan percaya terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.

2. Imperatif
Iklan biasanya menggunakan kalimat imperatif. Imperatif adalah bersifat memerintah atau memberi komando. Dalam hal ini, maksudnya seperti kalimat permintaan, ajakan, dorongan atau larangan.

Biasanya ditandai dengan kata-kata seperti ikutilah, hadirilah, wujudkan, nyatakan, nikmati, sebaiknya, marilah, ayo dan janganlah.

Baca Juga: Memahami Konjungsi Temporal Sederajat dan Tidak Sederajat

3. Berima
Biasanya kata-kata yang terdapat dalam sebuah iklan memiliki rima atau pengulangan nada yang sama, agar iklan tersebut menarik dan berkesan bagi konsumen.

4. Berkesan positif
Produk atau jasa yang ditawarkan tentunya akan memiliki pesaing. Untuk itu, dalam sebuah iklan, sebaiknya tidak menggunakan kata-kata yang menghina atau menjelek-jelekkan produk atau jasa lain.

Lebih baik, bersaing secara sehat dengan membuktikan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan tersebut memang lebih baik daripada yang lain.

Iklan jadul Robby Sugara. (Instagram/@ekigofur)
Ilustrasi: Iklan jadul Robby Sugara. (Instagram/@ekigofur)

5. Ringkas
Iklan yang menarik adalah iklan yang tidak bertele-tele, tetapi langsung menyampaikan maksud dan tujuannya.

Iklan yang ringkas juga berfungsi untuk memberikan kesan yang kuat kepada konsumen, sehingga iklan tersebut bisa lebih mudah diingat.

6. Fakta
Iklan harus mengandung fakta. Misalnya seperti alamat perusahaan yang benar-benar ada, atau produk yang benar-benar ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI