Wabah Penyakit Akan Selalu Pukul Sektor Pariwisata, Ini Saran Epidemiolog

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 31 Agustus 2021 | 08:38 WIB
Wabah Penyakit Akan Selalu Pukul Sektor Pariwisata, Ini Saran Epidemiolog
Tari kecak di masa new normal (Antara/HO)

Suara.com - Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) masuk dalam sektor yang akan selalu terdampak setiap kali terjadi wabah penyakit maupun bencana alam.

Oleh sebab itu, ia menyampaikan perlunya pemerintah memiliki strategi seperti tourism crisis and the disaster management (TCDM) sebagai tindakan responsif.

"Karena ancaman pandemi apalagi bencana alam gak bisa selesai saat ini. Apalagi dengan perubahan iklim. Kita harus responsif dalam satu sistem untuk merespon ancaman ke depan," kata Dicky dalam webinar Weekly Press Briefing Kementerian Parekraf, Senin (30/8/2021) kemarin.

Terlebih dalam sektor pariwisata dengan skaka internasional, kata Dicky, wajar setiap negara tidak hanya memproteksi wisatawan lokal tapi juga turis asing yang berkunjung.

Apalagi ia mengingatkan, jangan sampai ada penolakan kedatangan wisatawan asing maupun turis Indonesia di luar negeri lantaran faktor pandemi yang belum terkendali di negara asal.

"Terjadi di beberapa negara, dia merasa ini (kasus positif Covid-19) datangnya dari negara yang kondisi pandemi belum baik. Ini akhirnya yang membuat banyak negara membuat semacam penyekatan atau pembatasan. Kita sendiri harus berupaya masuk ke level terkendali," ucapnya.

Dalam upaya pemulihan dari pandemi Covid-19, Dicky mengingatkan, pentingnya memasukkan epidemiologi dalam dipemantauan bangkitnya sektor Parekraf. Akan tetapi, ia menekankan jangan sampai indikator atau data catatan kasus positif di lapangan tidak tepat.

Ia menjelaskan bahwa potensi penularan virus corona sebenarnya bisa dilihat dari data positivity rate suatu wilayah atau negara.

"Bukan hanya sekadar bahwa semua orang sudah divaksin di situ, tapi juga harus dilihat positivity rate itu mendekati pada level yang dikatakan terkendali. Di situlah kita akan bisa sangat konfiden dan tidak akan terjadi perbedaan antara data yang disampaikan pemerintah dengan yang terjadi di lapangan," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peranan Pekerja Seni dan Tokoh Adat Memahami New Normal COVID-19

Peranan Pekerja Seni dan Tokoh Adat Memahami New Normal COVID-19

Sumsel | Selasa, 31 Agustus 2021 | 08:26 WIB

Sempat Dibuly Selesai 10 Tahun, Menkes Pede Vaksinasi Covid-19 Indonesia Salip Jerman

Sempat Dibuly Selesai 10 Tahun, Menkes Pede Vaksinasi Covid-19 Indonesia Salip Jerman

Health | Selasa, 31 Agustus 2021 | 08:16 WIB

Bupati Tulungagung Tepis Isu Terima Honor Pemakaman Jenazah COVID-19

Bupati Tulungagung Tepis Isu Terima Honor Pemakaman Jenazah COVID-19

Malang | Selasa, 31 Agustus 2021 | 08:10 WIB

Terkini

Tamparan Rp100 Ribu: Ironi Anak Guru di Blitar dalam Pusaran Perundungan

Tamparan Rp100 Ribu: Ironi Anak Guru di Blitar dalam Pusaran Perundungan

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:23 WIB

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:05 WIB

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:27 WIB

×