Mengenal Teknologi Embung Tadah Hujan, Solusi Bagi Petani dan Peternak di Musim Kemarau

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 31 Agustus 2021 | 19:03 WIB
Mengenal Teknologi Embung Tadah Hujan, Solusi Bagi Petani dan Peternak di Musim Kemarau
Ilustrasi hujan. (Shutterstock)

Suara.com - Masih banyaknya wilayah Indonesia kekurangan air bersih mengharuskan berbagai pihak memutar otak, untuk memukan cara agar akses air bersih bisa merata.

Salah satunya dengan teknologi embung tadah hujan. Embung tadah hujan adalah wadah menyimpan air saat musim hujan, untuk nanti digunakan saat musim kemarau.

Teknologi simpanan air ini bisa dimanfaatkan masyarakat di wilayah tandus saat musim kemarau, seperti di bibir pantai untuk kebutuhan pertanian maupun kebutuhan sehari-hari masyarakat setempat, seperti mencuci baju, masak, hingga mandi.

Kabar baiknya, salah satu embung tadah hujan dengan lapisan geomembran berhasil dibangun di kawasan Pantai Grigak, Gunungkidul, Yogyakarta.

Embung Gragak ini memiliki luas satu hektar, dan mulai dibangun sejak Maret 2020 dan diresmikan pada Mei 2021, hasil inisiasi produsen minuman Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dengan Yayasan Obor Tani (YOT).

Menurut Direktur Eksekutif Yayasan Obor Tani, Pratomo melalui teknologi embung tadah hujan masyarakat, khususnya para petani tidak perlu lagi menunggu musim hujan untuk menggarap lahan pertanian mereka.

Sehingga petani tetap memiliki mata pencaharian selama musim kemarau dan bisa menggarap sawah dan lahan perkebunan tanpa hambatan. Sehingga perekonomian masyarakat tetap berjalan terus menerus.

"Meskipun lapisan tanah bagian atasnya terlihat sangat kering, secara geografis Pantai Grigak sebenarnya mempunyai tanah yang subur dan kaya akan mineral esensial yang diperlukan oleh tanaman."

"Dengan tanah karst atau tanah kapur yang memiliki tingkat keasaman (pH di atas 6), lahan di wilayah ini sangat bagus dimanfaatkan untuk tanaman," tutur Pratomo dalam konferensi pers, Selasa (31/8/2021).

baca juga

Selain itu, berdasarkan hasil tes tanah, ditemukan bahwa tanah di kawasan Pantai Grigak cocok dimanfaatkan untuk penanaman tiga jenis tanaman buah, yaitu alpukat, kelengkeng dan mangga. Namun komoditas ini baru bisa berhasil tumbuh jika tersedia cukup air.

Tidak hanya itu, tokoh pendamping masyarakat setempat Romo Wiryono Priyotamtama mengatakan Embung Grigak juga bisa dimanfaatkan untuk peternak melakukan budidaya ikan. Bahkan kata dia, embung tadah hujan juga bisa menarik para wisatawan.

"Ketiga sumber pendapatan potensial ini dipercayakan pengelolaannya kepada perkumpulan Eco-Camp Mangun Karsa milik masyarakat yang kebanyakan petani," tutur Romo Wiryono.

Adapun Embung Grigak terletak 30 hingga 40 meter dari bibir laut dan menghadap ke arah pantai, yang tempat penampungan airnya bisa mencapai 3 meter, dan mampu mengairi 20 hektar sawah serta 5.000 tanaman buah-buahan di 30 hektar lahan perkebunan.

Hadirnya embung tadah hujan Grigak ini mampu memberikan keuntungan bagi sekitar 150 petani yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berawal dari Hobi, Peternak Milenial Raup Miliaran Rupiah dari Ekspor Kelinci

Berawal dari Hobi, Peternak Milenial Raup Miliaran Rupiah dari Ekspor Kelinci

Jabar | Selasa, 31 Agustus 2021 | 18:26 WIB

Terjun Bebas! Harga Cabai di Depok Turun 300 Persen

Terjun Bebas! Harga Cabai di Depok Turun 300 Persen

Bogor | Selasa, 31 Agustus 2021 | 17:42 WIB

Revisi PP 109 Disebut Bakal Membuat Petani Tembakau Sengsara

Revisi PP 109 Disebut Bakal Membuat Petani Tembakau Sengsara

Bisnis | Selasa, 31 Agustus 2021 | 15:50 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×