Mengenal Pasukan NICA, Dibentuk Belanda yang Ingin Kuasai Indonesia Setelah Merdeka

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 01 September 2021 | 12:57 WIB
Mengenal Pasukan NICA, Dibentuk Belanda yang Ingin Kuasai Indonesia Setelah Merdeka
Pasukan NICA. (Ruang Guru)

Suara.com - Pada masa penjajahan Jepang di Indonesia, bangsa Belanda yang terusir melarikan diri ke Australia dan menghimpun kekuatan baru untuk kembali berkuasa, yang kemudian diberi nama pasukan NICA (Netherland Indies Civil Administration).

Mengutip Ruang Guru, Rabu (1/9/2021), kedatangan pasukan NICA sempat mempersulit para pemimpin Indonesia, karena memicu kerusuhan dengan melakukan provokasi.

Pasukan NICA ini bahkan kerap meneror pemimpin Indonesia, padahal saat itu tahun 1946 dan Indonesia sudah menyatakan kemerdekaanya sejak 17 Agustus 1945.

NICA terbentuk pada 3 April 1944 di Australia. Awalnya hanya bertugas sebagai penghubung antara Pemerintah Kolonial Belanda di pengasingan dengan Komando Tertinggi Sekutu di wilayah Pasifik Barat Daya, yakni SWPA atau South West Pacific Area.

Selanjutnya di bawah kepemimpinan H.J. Van Mook yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda, bersama dengan Jenderal Douglas MacArthur dari AS yang saat itu merupakan panglima tertinggi SWPA, keduanya menyepakati bahwa Hindia Belanda (sebutan Indonesia oleh bangsa penjajah), yang berhasil direbut oleh pasukan sekutu, akan diserahkan kepada pemerintahan sipil NICA.

Saat itu, NICA yang dipimpin Van der Plass dan Van Mook berusaha mempersenjatai kembali KNIL (Koninklijk Nerderlands Indisch Leger), yaitu Tentara Kerajaan Belanda yang ditempatkan di Indonesia.

Orang-orang NICA dan KNIL di Jakarta, Surabaya, dan Bandung mengadakan provokasi sehingga memancing kerusuhan. Selain itu, gerombolan NICA pun sering melakukan teror terhadap pemimpin-pemimpin Indonesia.

Karena itu, bangsa Indonesia yang mengetahui kedatangan Belanda yang membonceng AFNEI, bertujuan untuk menegakkan kembali kekuasaannya di Indonesia.

AFNEI adalah pasukan militer yang saat itu datang menyerukan perdamaian dan mendukung kemerdekaan Indonesia, tapi nyatanya pasukan ini ditunggai NICA yang berniat berkuasa kembali di Indonesia.

baca juga

Selanjutnya, bangsa Indonesia berjuang dengan cara diplomasi serta kekuatan senjata untuk melawan Belanda yang akan menjajah kembali. Konflik antara Indonesia dengan Belanda ini akhirnya melibatkan peran dunia internasional untuk menyelesaikannya.

Saat itu pemerintah kita bersikeras menentang kehadiran staff NICA dan juga penggunaan nama Hindia Belanda dalam lembaga tersebut. Akhirnya Januari 1946, namanya diubah menjadi AMACAB (Allied Military Administration-Civil Affairs Branch).

Setelah Inggris meninggalkan Indonesia dan pembubaran SEAC pada Juni 1946, namanya kembali diganti menjadi Tijdelijke Bestuursdienst (Temporary Administrative Service).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri! Cangkul Warga Membentur Benda Mematikan Ini saat Bersihkan Kuburan

Ngeri! Cangkul Warga Membentur Benda Mematikan Ini saat Bersihkan Kuburan

Jabar | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 14:07 WIB

Vaksin Johnson & Johnson Masuk Indonesia September, Ada yang Beda dengan Vaksin Lain

Vaksin Johnson & Johnson Masuk Indonesia September, Ada yang Beda dengan Vaksin Lain

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 14:26 WIB

Tentara Jepang Mendarat di Pantai Sanur Bali pada 1942, Belanda Lakukan Bumi Hangus

Tentara Jepang Mendarat di Pantai Sanur Bali pada 1942, Belanda Lakukan Bumi Hangus

Bali | Senin, 23 Agustus 2021 | 08:56 WIB

Terkini

bank bjb dan UPI Bersinergi Kembangkan Pendidikan, Penelitian hingga Layanan Perbankan

bank bjb dan UPI Bersinergi Kembangkan Pendidikan, Penelitian hingga Layanan Perbankan

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 15:49 WIB

Wacana Capres Wajib Didukung Minimal 2 Parpol Bergulir, Begini Respons Puan Maharani

Wacana Capres Wajib Didukung Minimal 2 Parpol Bergulir, Begini Respons Puan Maharani

News | Selasa, 22 September 2026 | 15:47 WIB

Kode Promo Tiket.com September 2026, AdaCashback Spesial BRI

Kode Promo Tiket.com September 2026, AdaCashback Spesial BRI

Bri | Selasa, 22 September 2026 | 15:46 WIB

Esensi Teror Berdarah di Balik Manisnya Es Krim dalam Film Ice Cream Man

Esensi Teror Berdarah di Balik Manisnya Es Krim dalam Film Ice Cream Man

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:45 WIB

KPK Periksa 9 Saksi, Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed Meluas

KPK Periksa 9 Saksi, Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed Meluas

News | Selasa, 22 September 2026 | 15:44 WIB

Hadir di ICCE 2026, BRI Ungkap Strategi Hadapi Era AI dengan Etika dan Inovasi!

Hadir di ICCE 2026, BRI Ungkap Strategi Hadapi Era AI dengan Etika dan Inovasi!

Bri | Selasa, 22 September 2026 | 15:41 WIB

IMHAX 2026 Catat Rekor 18.693 Pengunjung dan Transaksi Rp11 Miliar

IMHAX 2026 Catat Rekor 18.693 Pengunjung dan Transaksi Rp11 Miliar

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 15:39 WIB

Reuni Usai 10 Tahun, Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin Tampil Tegang di The Perfect Lie

Reuni Usai 10 Tahun, Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin Tampil Tegang di The Perfect Lie

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:39 WIB

Aming Ingin Warga Rusun 609 Jadi Hiburan di Tengah Situasi Sulit

Aming Ingin Warga Rusun 609 Jadi Hiburan di Tengah Situasi Sulit

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 15:38 WIB

BRI Wealth Management Tumbuh, Investasi Syariah Jadi Alternatif Lengkapi Portofolio

BRI Wealth Management Tumbuh, Investasi Syariah Jadi Alternatif Lengkapi Portofolio

Malang | Selasa, 22 September 2026 | 15:36 WIB

×