Cerita Mantan Polwan Protes Tes Keperawanan, Malah Berakhir Dirundung

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 01 September 2021 | 18:30 WIB
Cerita Mantan Polwan Protes Tes Keperawanan, Malah Berakhir Dirundung
Ilustrasi tes keperawanan. (Unsplash/Timothy Meinberg)

Suara.com - Tanggal 1 September setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Polwan atau polisi wanita. Mirisnya di usia 73  tahun Polwan hari ini, isu tes keperawanan untuk menjadi polwan masih saja kerap ditemukan.

Hal ini diungkap Brigjen (Purn.) Sri Rumiyati, mantan polwan yang bercerita tes ini sempat ia alami saat bergabung dalam satuan kepolisian di tahun 1984. Ia juga bercerita, penerapan tes ini dilakukan agar calon abdi negara memiliki human atau fisik yang utuh, guna menjaga moralitas Polri dan TNI.

"Kemudian dijelaskan oleh dokter, bahwa itu adalah masalah keperawanan. Kemudian saya tanyakan di situ, kalau perempuan diperiksa masalah keperawanannya bagaimana dengan yang laki-laki, kenapa ini hanya perempuan saja, kenapa laki-laki tidak bisa dilakukan," tutur Rumiyati melancarkan protes saat konferensi pers Change.org, Rabu (1/9/2021).

ilustrasi vagina. (Shutterstock)
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Di tahun 2006, Rumiyati melancarkan protes tersebut, lantaran ia tidak menemukan hubungan hilangnya keperawanan dengan perilaku moralitas dan integritas perempuan sebagai abdi negara.

Tapi nahas ia mendapat bully dan cemooh yang datang dari berbagai pihak, bahkan dari para anggota polwan yang tidak lain merupakan seorang perempuan.

"Memang banyak penentang waktu itu dan sedihnya penentang bukan hanya dari kaum laki-laki, dari kaum perempuan pun juga sama menentang ini. Saya waktu itu dibully," ungkap Rumiyati.

Saat itu, Rumiyati tidak berhenti mengkritisi bahwa keperawanan bukan jaminan perilaku moral seseorang.

Ini karena Rumiyati yang berprofesi sebagai psikolog yang kerap menangani perempuan dan anak korban pemerkosaan di kepolisian, adalah korban yang kehilangan keperawanannya bukan karena ia tidak bermoral.

Tes keperawanan ini juga menutup kesempatan masa depan anak korban pemerkosaan, apabila ingin jadi abdi negara seperti polwan atau prajurit TNI.

baca juga

"Artinya menutup kesempatan mereka (anak korban pemerkosaan) untuk mengabdi pada negara polisi atau TNI. Padahal mereka adalah korban, dan apakah korban seperti mereka pasti bakal melaku perilaku amoral," tutur Rumiyati.

Sejak 2014 lalu, Kapolri Badrodin Haiti mengatakan tes keperawatan tidak lagi dilakukan saat pendaftaran keanggotaan polri.

Sedangkan pada awal Agustus 2021 lalu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa mengaku akan menghapuskan tes keperawanan untuk rekrutmen prajurit wanita TNI dan juga calon istri prajurit TNI.

Tapi sayangnya, kedua pernyataan ini masih sebatas pernyataan dan belum tertuang sebagai hitam di atas putih dalam bentuk peraturan atau surat keputusan, yang harus dipatuhi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keren! Tak Punya Rasa Takut, Empat Polwan di Karanganyar Berhasil Tangkap Pengedar Narkoba

Keren! Tak Punya Rasa Takut, Empat Polwan di Karanganyar Berhasil Tangkap Pengedar Narkoba

Surakarta | Senin, 30 Agustus 2021 | 18:05 WIB

Viral Video Cekcok Antara Polwan dan Bhabinkamtibmas di Pos Penyekatan PPKM

Viral Video Cekcok Antara Polwan dan Bhabinkamtibmas di Pos Penyekatan PPKM

News | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 19:51 WIB

Mutasi Jabatan, Kapolda DIY Kali Pertama Lantik Polwan sebagai Kapolres Kulon Progo

Mutasi Jabatan, Kapolda DIY Kali Pertama Lantik Polwan sebagai Kapolres Kulon Progo

Jogja | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 15:53 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×