alexametrics

Bukan Jakarta, Ini 3 Daerah Indonesia Penghasil Siswa Berprestasi di Kompetisi Sains

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Bukan Jakarta, Ini 3 Daerah Indonesia Penghasil Siswa Berprestasi di Kompetisi Sains
Penghasil Siswa Berprestasi di Kompetisi Sains. [Shutterstock]

Kompetisi sains yang diikuti 20.222 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia ini, meliputi 6 bidang mata pelajaran, yaitu Biologi, Matematika, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Ge

Suara.com - Ada temua menarik dari ajang Kompetisi Sains Ruangguru (KSR) jenjang SMA atau MA. Dari ajang tersebut terungkap bahwa DKI Jakarta tidak masuk 3 besar kota Indonesia dengan siswa berprestasi bidang sains tingkat regional.

Alih-alih DKI Jakarta, siswa SMA atau MA asal Kepulauan Riau, Provinsi Riau dan Yogyakarta jadi tiga kota pemenang kompetisi sains yang diadakan Ruangguru berkolaborasi dengan Juri Kompetisi Sains Nasional dan Tim Olimpiade Nasional.

Kompetisi sains yang diikuti 20.222 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia ini, meliputi 6 bidang mata pelajaran, yaitu Biologi, Matematika, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi. 

Adapun sistem penilaian dilakukan menggunakan standar olimpiade, jika benar menambah 4 poin, jika salah dikurangi satu poin.

Baca Juga: 4 Artis Indonesia Punya Anak Difabel Berprestasi, Berhasil Kuliah di Luar Negeri

Ilustrasi sains (Shutterstock).
Ilustrasi sains (Shutterstock).

“Kompetisi sains terbesar ini dapat menjadi salah satu tolok ukur analisis pemahaman siswa atau siswi terhadap ilmu sains. Ragam temuan dapat menjadi dasar rencana kerja semua pemangku kepentingan di masa depan," ujar Ignatius Untung Surapati, VP Marketing, Ruangguru saat konferensi pers, Rabu (8/9/2021).

Untung mengakui jika temuan ini sangat menarik, lantaran DKI Jakarta yang dari sisi fasilitas penunjang seperti penetrasi akses internet tinggi, perbandingan jumlah guru dan murid tinggi, hingga faktor ekonomi orangtua siswa, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) lebih baik daripada daerah lainnya tidak menjamin prestasi di bidang sains.

Tapi justru Yogyakarta, sebagai daerah dengan pendapatan ekonomi yang lebih rendah dibanding daerah lainnya dan perbandingan jumlah guru dengan murid lebih sedikit, tapi penetrasi akses internet cukup tinggi yakni 62 persen, mampu menghasilkan siswa berprestasi dalam sains.

Kasus yang serupa juga terjadi di Provinsi Riau, yang memiliki penetrasi akses internet rendah yakni hanya 45 persen di bawah angka rerata nasional, dan perbandingan jumlah guru per sekolah juga rendah 15,8 persen. Tapi faktor ekonomi atau pendapatan daerah cukup tinggi, mampu menghasilkan siswa berprestasi dalam sains, dan masuk sebagai kota 3 besar Indonesia.

"Kalau Kepulauan Riau ini mirip dengan Jogyakarta, baik di semua mata pelajaran sains, jumlah perbandingan guru di sekolah rendah 0,044 persen. Tapi penetrasi akses internet tingga 65 persen, dan perekonomian cukup tinggi," pungkas Untung.

Baca Juga: Manfaat Menulis dalam Sudut Pandang Islam dan Sains

Komentar