alexametrics

10 Jenis Ikan Tawar yang Paling Banyak Dikonsumsi dan Dibudidayakan di Indonesia

Rima Sekarani Imamun Nissa
10 Jenis Ikan Tawar yang Paling Banyak Dikonsumsi dan Dibudidayakan di Indonesia
Ilustrasi ikan lele. (Pixabay/Bishnu Sarangi)

Apa saja jenis ikan tawar yang paling banyak dikonsumsi dan dibudidayakan di Indonesia?

Suara.com - Jenis ikan air tawar yang sering kita konsumsi tentu sangat beragam. Mulai dari ikan nila, ikan lele, ikan gurame, dan masih banyak lagi.

Selain dapat diolah dengan berbagai gaya masakan, seperti goreng, bakar, dan sup, ikan air tawar juga kaya akan beragam sumber protein dan nutrisi untuk tubuh.

Di antara beragam jenis ikan air tawar, berikut kami rangkumkan 10 jenis ikan air tawar yang paling sering dikonsumsi dan dibudidayakan di Indonesia.

1. Ikan mujair

Baca Juga: Dugong Ditemukan di Pantai Tanjung Bunga, Hendak Dijual Rp 5 Juta

Mujair Nyat Nyat (Suara.com/Risna Halidi)
Mujair Nyat Nyat (Suara.com/Risna Halidi)

Nama ikan mujair diperoleh dari seorang pria yang menemukannya di Selatan Blitar, tahun 1939 yang bernama Mujair.

Selain banyak dikonsumsi dan dibudidayakan di Indonesia, Mujair juga mudah ditemukan di perairan Afrika.

Ciri fisik ikan mujair adalah badannya yang pipih berwarna hitam, keabu-abuan atau kuning. Ikan mujair dapat tumbuh hingga panjangnya 40cm.

Ikan air tawar satu ini dikenal kaya akan fosfor dan gizi lain yang baik untuk tubuh.

2. Ikan lele

Baca Juga: Ikan Belida Jadi Maskot Festival Olahraga Rekreasi, Pesan Melestarikan Satwa

Pecel lele, mangut lele, lele bakar, dan lele goreng tentu menjadi salah satu makanan yang kerap kita temui. Ikan air tawar satu ini dikenal dengan kumis panjangnya serta badannya yang sangat licin.

Meski berukuran relatif kecil, lele banyak disukai semua kalangan karena dagingnya yang lembut dan sangat gurih.

Budidaya ikan lele pun tergolong mudah karena dapat dilakukan di lahan sempit, atau menggunakan terpal.

3. Ikan patin

Jika dilihat dari tekstur dagingnya, ikan patin hampir mirip dengan ikan lele. Ikan air tawar satu ini juga terbilang memiliki kandungan vitamin yang sangat tinggi.

Selain itu, ikan patin juga mengandung DHA dan Omega 3 yang sangat cocok dikonsumsi anak-anak dan ibu hamil.

Salah satu sajian ikan patin yang cukup terkenal adalah sup ikan patin.

Infografis Ikan cupang. (Suara.com/Iqbal Asaputro)
Infografis Ikan cupang. (Suara.com/Iqbal Asaputro)

4. Ikan mas

Selain dikonsumsi, ikan tawar satu ini juga kerap dijadikan sebagai ikan hias. Ciri fisik ikan mas adalah badannya yang tegak pipih dengan sirip memanjang.

Tekstur ikan mas yang lembut membuatnya cocok untuk dimasak menjadi pepes atau gulai kepala ikan mas.

5. Ikan nila

Ikan tawar satu ini mungkin yang paling sering kamu temukan. Jika dilihat dari fisiknya, ikan nila hampir mirip dengan ikan mujair.

Selain dikonsumsi, ikan dengan nama ilmiah Oreochromis niloticus ini juga banyak dibudidayakan. Cara pengolahannya pun cukup beragam, mulai dari menggoreng sampai menumis dengan bumbu asam manis.

6. Ikan bawal

Ikan tawar satu ini memiliki banyak duri halus di tubuhnya, sehingga kita perlu sedikit hati-hati saat memakannya. Meski begitu, dengan dagingnya yang tebal, ikan bawal cocok untuk dijadikan beragam olahan.

Ciri fisik ikan bawal adalah bentuknya yang pipih dan lebar, pada bagian bawah ikan juga terdapat semburat berwarna orange terang.

7. Ikan wader

Meskipun ukurannya terbilang sangat kecil, ikan wader ini bisa diolah menjadi masakan super lezat. Selain di Indonesia, ikan wader juga tersebar di Filipina.

Selain digunakan sebagai lauk, ikan wader juga biasa dijadikan sebagai camilan dengan digoreng kering.

8. Ikan gabus

Dengan ukuran tubuh yang cukup besar untuk ikan tawar, ikan gabus biasa ditemukan di danau, rawa, dan juga sungai.

Berbeda dengan ikan pada umumnya, selain karena warna kulitnya yang dipenuhi bercak seperti ular, ikan gabus juga bisa bernafas langsung di udara. Jadi, jangan heran kalau kamu menemukan ikan gabus di daratan dan masih hidup.

9. Ikan sidat

Jika dilihat dari bentuknya, ikan tawar satu ini sangat mirip dengan belut. Hanya saja, bagian kepala dan ekor ikan sidat cenderung lebih pipih dan melebar.

Selain banyak dikonsumsi di Indoenesia, ikan sidat juga cukup diincar di Jepang. Salah satu olahan ikan sidat yang terkenal di Jepang adalah unagi nigir.

10. Ikan nilem

Sampai saat ini, ikan nilem memang belum banyak dibudidayakan di Indonesia. Meski begitu, jenis ikan tawar satu ini mengandung sodium glutamate yang tinggi karena pakannya yang berupa phytoplankton.

Meski berukuran kecil, ikan ini memiliki cita rasa yang cukup gurih dibanding jenis ikan tawar lainnya.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Komentar