alexametrics

Simak Cara Bijak Main Media Sosial ala Marshanda

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar
Simak Cara Bijak Main Media Sosial ala Marshanda
Marshanda (Instagram.com)

"My relationship dengan media sosial mungkin berubah. Dulu aku terima semua, dan aku follow semua. Tapi kalau sekarang, aku lebih limited, ungkapnya.

Suara.com - Media sosial telah menjadi wadah untuk mengunggah momen maupun konten. Secara positif, tentu seseorang media sosial dapat menjadi medium untuk berkarya baik lewat video, foto, hingga teks.

Meski ada nilai positifnya, kadang sisi negatif dari media sosial juga dapat memengaruhi kehidupan seseorang termasuk kesehatan mental.

Itu juga yang dipercaya oleh aktris sekaligus pegiat isu kesehatan mental, Marshanda saat berbicara dalam acara Sehat di Media Digital, beberapa waktu lalu.

"My relationship dengan media sosial mungkin berubah. Dulu aku terima semua, dan aku follow semua. Tapi kalau sekarang, aku lebih limited,” ungkapnya.

Baca Juga: Cara Parkir Mobil Mewah di Pinggir Jalan Bikin Salut, Tetangga Enggak Mungkin Ngomel Nih

“Tapi untuk menjaga kesehatan mental, itu juga penting untuk memberi otak kita dari informasi. Termasuk dari media sosial untuk informasi yang sehat dan relate dengan kita,” lanjutnya.

Marshanda pun mengaku, dirinya punya rasa tidak enak untuk meng-unfollow beberapa orang yang tidak ia kenal di media sosial.

Marshanda juga mengaku memanfaatkan beberapa fitur di media sosial seperti muted untuk membatasi paparan dari orang-orang yang ia anggap dapat mengganggu masalah kesehatan mentalnya.

"I will muted them, dan aku muted mereka untuk mencari informasi dan edukasi mental health,” ungkap Marshanda.

Tak hanya itu, Marshanda juga melihat bagaimana konten Instagram yang tidak difilter bisa meningkatkan rasa kecemasan pada beberapa orang.

Baca Juga: Video Pria Mau Swafoto Endingnya Malah Bikin Ngakak, Warganet: Kenangan Seumur Hidup

Bahkan, dampak ini bisa termanifestasikan dalam kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Selain itu, konten yang memiliki nilai negatif juga bisa membuat mental seseorang jatuh. Hingga pada akhirnya, seseorang terpuruk atas standarisasi media sosial yang kata Marshanda, penuh ilusi.

Agar lebih bermanfaat, Marshanda menyarankan perlunya meningkatkan potensi baik media sosial.

“Kita bisa jadikan platform di mana apa yang masuk bisa bermanfaat, dan sebaliknya apa yang kita keluarkan di media sosial bisa jadi manfaat buat followers, mudah-mudahan,” pungkasnya.

Komentar