alexametrics

Nicki Minaj Sebut Vaksin Covid-19 Sebabkan Kemandulan, Dokter: Tidak Masuk Akal!

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Nicki Minaj Sebut Vaksin Covid-19 Sebabkan Kemandulan, Dokter: Tidak Masuk Akal!
Nicky Minaj. (AFP)

Nicki Minaj mengunggah pernyataannya itu lewat Twitter.

Suara.com - Meski antusias vaksinasi Covid-19 meningkat, anggapan vaksin Covid-19 menyebabkan kemandulan atau menganggu kesuburan masih saja terdengar, terlebih setelah disampaikan Nicki Minaj dalam cuitannya di Twitter.

"Sepupuku di Trinidad tak akan vaksin karena temannya vaksin dan jadi impoten," cuit Nicki Minaj di Twitter beberapa waktu lalu.

Ia juga bercerita bahwa teman sepupunya sampai batal menikah karena hal itu. Ia pun membeberkan kondisi teman sepupunya setelah vaksin Covid-19.

"Testisnya bengkak. Padahal temannya akan segera menikah beberapa minggu lagi. Sekarang gadisnya membatalkannya. Doakan saja dan pastikan kamu nyaman dengan keputusanmu, jangan diganggu," sambung perempuan yang juga seorang rapper itu.

Baca Juga: Berujar Vaksin Covid-19 Bikin Impoten, Nicki Minaj Disemprot Pakar

Menanggapi pernyataan Nicki, para ahli memastikan jika vaksin aman untuk ibu hamil dan tidak mempengaruhi kesuburan. Kepastian ini juga sudah terkonfirmasi melalui penelitian yang sudah dilakukan.

"Vaksin Pfizer dan Moderna untuk Covid-19 aman untuk perempuan hamil dan anak mereka yang belum lahir. Belum ada penelitian medis yang menunjukkan bahwa vaksinasi menganggu kesuburan atau mempengaruhi awal kehamilan," ujar dr. James Byrne, Ketua Departemen Kebidanan dan Ginekologi di Santa Clara Valley Medical Center, mengutip Insider, Jumat (17/9/2021).

Hal ini juga selaras dengan rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC, bahwa vaksin aman untuk orang berusia 12 tahun ke atas, termasuk untuk perempuan hamil dan yang sedang memulai program hamil.

Byrne menambahkan tidak ada data, bahkan tidak ada analogi masuk akal yang bisa menjelaskan bahwa vaksin mempengaruhi program kehamilan, dan vaksin menganggu kesuburan hanya mitos belaka.

"Ada mitos berbahaya di media sosial yang mengklaim bahwa vaksin menyebabkan kemandulan para perempuan. Hasilnya mitos ini membuat perempuan menghindari vaksin yang bisa melindungi mereka," tutur Bynre.

Baca Juga: Sebut Efek Vaksin Bikin Impoten dan Testis Bengkak, Nicki Minaj Dikecam Anthony Fauci

Mitos lain yang beredar, menganggap protein yang ditemukan pada plasenta atau janin serupa dengan virus corona penyebab sakit Covid-19, yang hasilnya membuat vaksin ikut mentargetkan plasenta. Mirisnya banyak orang percaya pada anggapan yang tidak memiliki bukti ini.

"Tidak ada bukti yang mendukung hipotesis ini," timpal Bynre.

Ia lantas menjelaskan, bahwa protein dan virus tidak mirip secara struktural, sehingga tidak mungkin vaksin menyerang protein pada plasenta.

Komentar