alexametrics

Curhat Guru Laki-Laki Sediakan Pembalut Gratis untuk Siswi, Dituduh Kurang Pantas

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
Curhat Guru Laki-Laki Sediakan Pembalut Gratis untuk Siswi, Dituduh Kurang Pantas
Ilustrasi Pembalut dan Tampon (Pexels/Karolina Grabowska)

Di sisi lain, guru tersebut panen pujian warganet karena menyediakan pembalut di sekolah.

Suara.com - Bagi perempuan, perkara datang bulan atau menstruasi kerap membuat repot. Ada kalanya, seseorang mendadak mengalami menstruasi saat tak membawa pembalut.

Belum lama ini, seorang guru laki-laki membagikan kisahnya yang menyediakan pembalut dan tampon gratis di sekolah. Hal tersebut ia lakukan untuk mempermudah para siswi.

Sayangnya, guru ini malah dituding melakukan hal tak pantas oleh rekan guru lainnya. Ia pun membagikan curhatannya tersebut ke warganet.

Menyadur Bored Panda, guru laki-laki dengan akun Lowthrowaway22 tersebut meminta pendapat warganet lewat Reddit.

Baca Juga: Penting! Rekomendasi Dokter Soal Pembalut untuk Perempuan yang Sedang Menstruasi

Pria tersebut menjelaskan bahwa ia adalah guru berusia 38 tahun di sebuah SMA di California. Ia juga merupakan ayah dari dua orang putri.

"Sejak tahun ajaran dimulai, aku menyadari siswa perempuan mengalami sedikit masalah dan sulit bagi mereka untuk menemukan tampon atau pembalut saat dibutuhkan," jelas guru ini memulai.

Curhat Guru Laki-laki Sediakan Pembalut di Sekolah (reddit.com)
Curhat Guru Laki-laki Sediakan Pembalut di Sekolah (reddit.com)

"Sebagai ayah, aku paham benda itu penting bagi perempuan. Hal yang sama juga kulakukan kepada putri-putriku," tambahnya.

Demi membantu para siswi, guru laki-laki ini membeli persediaan tampon dan pembalut. Ia lantas meletakkannya di dalam sebuah keranjang di kelas.

Guru ini menjelaskan bahwa setiap siswi dapat mengambil pembalut atau tampon secara gratis. Idenya ini juga disukai seluruh siswa di kelas dan tak ada yang memprotes.

Baca Juga: Digaji Rp 100 Sebulan, Guru Agama Menangis Dapat Kejutan Sepeda Motor

Meski begitu, guru ini malah dituduh hal yang tidak-tidak oleh rekan kerjanya sendiri.

"Rekan kerjaku di kelas sebelah yang bernama Susan adalah wanita 60 tahun. Dia pikir aku melakukan hal tidak pantas karena menyediakan itu untuk siswi dan bilang aku aneh karena aku seorang pria."

"Aku tidak merasa itu aneh atau semacamnya. Apa yang aneh soal itu? Tidak ada yang salah dengan menstruasi. Itu hal alami dan itu terjadi. Agar siswaku nyaman, aku membuat keranjang itu dan mengisinya secara berkala," lanjut guru satu ini.

Ilustrasi Pembalut dan Tampon (Pexels/Karolina Grabowska)
Ilustrasi Pembalut dan Tampon (Pexels/Karolina Grabowska)

Berkebalikan dengan si rekan kerja, guru ini malah banjir pujian dari warganet setelah membagikan kisahnya.

Bukan hanya dipuji karena berempati terhadap para siswi, banyak yang ikut ingin mengirimkan bantuan uang untuk membeli pembalut dan tampon.

"Aku pikir ini sangat manis. Dan ini memberi pesan bahwa menstruasi adalah hal normal dan tidak perlu disembunyikan atau membuat malu," tulis salah satu komentar mendukung.

"Kau menormalisasi memperlakukan kebutuhan wanita sebagai hal yang wajar. Susan adalah orang yang berlaku tidak pantas, dengan membuat masalah yang sebenarnya tidak ada."

"Ini adalah pelajaran penting agar siswa laki-laki paham pentingnya produk sanitasi bagi perempuan."

"Kami butuh lebih banyak guru dan ayah sepertimu," tambah warganet lainnya sepakat.

Guru laki-laki ini sendiri menambahkan bahwa ia tidak butuh bantuan dana untuk menyediakan tampon dan pembalut. Meski begitu, dirinya berterima kasih atas dukungan yang diberikan warganet.

Komentar