alexametrics

7 Jenis Bunga Keladi Beracun, Jauhkan dari Jangkauan Anak dan Peliharaan

Rima Sekarani Imamun Nissa
7 Jenis Bunga Keladi Beracun, Jauhkan dari Jangkauan Anak dan Peliharaan
Cara Memperbanyak Philodendron - Ilustrasi Philodendron (envato)

Ketahui beberapa jenis bunga keladi beracun yang bisa membahayakan kesehatan.

Suara.com - Perlu diketahui, ada beberapa bunga keladi beracun yang sebaiknya dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Apa saja jenis bunga keladi yang beracun?

Salah satu tren yang tidak lekang oleh zaman di Indonesia ialah memelihara tanaman hias, terlebih saat pemerintah pertama kali menyatakan diwajibkannya melakukan pembatasan guna mencegah persebaran Covid-19. Mau tidak mau, aktivitas kita banyak dihabiskan di rumah.

Hal tersebut berperan besar dalam mengembalikan kejayaan era tanaman hias. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya terdapat beberapa jenis tanaman hias yang diklasifikasikan sebagai tanaman hias beracun, salah satunya adalah bunga keladi.

Berikut adalah ulasan tentang 7 jenis bunga keladi beracun.

Baca Juga: Viral Rekaman Belasan Satpam Bentrok dengan Emak-emak, Diduga Karena Pot Bunga

Tanaman hias keladi. (Pexels/Madison Inouye)
Tanaman hias keladi. (Pexels/Madison Inouye)

Jenis Bunga Keladi Beracun

Bunga keladi merupakan sekelompok tumbuhan yang termasuk dalam genus caladium (talas), jenis tanaman ini termasuk dalam jenis tanaman yang merambat. Ciri utamanya adalah bentuk daun yang menyerupai hati.

Berikut adalah daftar 7 tanaman hias bunga keladi beracun yang perlu Anda ketahui:

Philodendron

Jenis bunga keladi yang pertama adalah philodendron. Tanaman yang berasal dari hutan hujan Amerika Selatan ini menjadi tanaman hias yang cukup banyak diburu oleh pecinta tanaman hias di Indonesia.

Baca Juga: Deretan 7 Tanaman Hias Gantung yang Mudah Dirawat

Dieffenbachia

Dieffenbachia juga termasuk dalam jenis bunga keladi beracun yang harus Anda perhatikan. Pasalnya, tanaman ini memiliki bentuk yang menarik sehingga bukan tak mungkin membuat binatang peliharaan di rumah merasa penasaran, lalu mendekat, atau bahkan memakannya.

Salah satu bagian tanaman ini memiliki kandungan kristal kalsium oksalat berbentuk jarum yang disebut raphides. Jika bagian itu tertelan, dapat menyebabkan sejumlah gejala yang akan menimbulkan perasaan tidak nyaman.

Infografis tanaman hias. (Suara.com/Rochmat)
Infografis tanaman hias. (Suara.com/Rochmat)

Pothos

Jenis bunga keladi beracun berikutnya adalah pothos, juga dikenal dengan sebutan Devils’ Ivy atau sirih gading. Tanaman yang tumbuh dengan menggantung dan merambat ini sangat cocok untuk digunakan sebagai penghias ruangan indoor.

Caladium

Menurut beberapa ahli di Clear it Waste, ketika tanaman ini tertelan, efek samping yang akan muncul adalah terjadinya pembengkakan, sakit mata, diare dan muntah. Hal itulah yang membuat caladium termasuk dalam jenis bunga keladi beracun. Meskipun memiliki corak yang indah, tetap hati-hati dalam meletakkan posisi tanaman ini.

Lidah Mertua

Jenis bunga keladi beracun lainnya adalah lidah mertua. Meski dipercaya dapat berguna sebagai pembersih udara alami, lidah mertua termasuk dalam tanaman tidak layak konsumsi. Jadi, pastikan peletakan tanaman hias ini jauh dari jangkauan anak-anak dan peliharaan.

Hedera

Tubuh lemas, muntah, tenggorokan bengkak, dermatitis, ruam dan ataksia adalah beberapa gejala yang akan muncul ketika daun hedera tertelan. Maka dari itu, hedera termasuk dalam jenis bunga keladi yang harus diperhatikan.

Selain bentuknya yang indah dan memanjakan mata, hedera juga memiliki daun dengan bentuk runcing semburat putih yang semakin memberikan kesan estetika.

Peace Lily

Sisi estetika tinggi membuat tanaman ini menjadi tanaman yang banyak dicari di Indonesia. Namun seperti tanaman dieffenbachia, peace lily juga didapati memiliki kandungan yang sama, yakni kalsium oksalat. Oleh karena itu, penempatan lily pada sebuah ruangan memerlukan perhatian lebih.

Demikian adalah ulasan tentang jenis bunga keladi beracun yang perlu Anda ketahui. Setelah mengetahui informasi ini, setidaknya Anda dapat menempatkan mereka jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Kontributor : Dhea Alif Fatikha

Komentar