alexametrics

Kemendikbudristek Terus Tingkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Pada Anak Kurang Mampu

Bimo Aria Fundrika | Dinda Rachmawati
Kemendikbudristek Terus Tingkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Pada Anak Kurang Mampu
Ilustrasi sekolah dasar [Antara]

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata dia dibutuhkan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, baik dari Pemerintah, sektor swasta.

Suara.com - Pandemi memberi dampak besar bagi berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan. Terkait kondisi saat ini, 9 dari 10 anak Indonesia masih menghadapi tantangan, termasuk dalam pemenuhan akses pendidikan dan juga nutrisi.  

Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi tersebut dapat mengancam kemajuan masa depan anak Indonesia, terutama mereka yang berada dalam kondisi yang kurang beruntung. 

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Jumeri, S.TP., M.Si mengatakan, karena hal inilah peningkatan akses dan kualitas pendidikan merupakan salah satu prioritas penting pemerintah saat ini.

Ilustrasi pendidikan anak. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)
Ilustrasi pendidikan anak. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

"Hal ini sebagai upaya untuk pemerintah untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mewujudkan Indonesia maju di masa depan," jelas dia dalam siaran pers Danone yang Suara.com terima belum lama ini. 

Baca Juga: Kasus Aktif Hanya 1 Persen, Satgas Covid-19 Yakin Pandemi di Indonesia Sudah Terkendali

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata dia dibutuhkan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, baik dari Pemerintah, sektor swasta, maupun seluruh lapisan masyarakat, untuk ikut berkontribusi dengan perannya masing-masing. 

Hal inilah yang kembali dilakukan Danone Indonesia, bersama Kementrian Pendidikan bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tentang Dukungan Akses Pendidikan Jarak Jauh dan Peningkatan Nutrisi Bagi Peserta Didik.

"Kami bekerja sama memberikan bantuan yang lebih banyak dengan jangkauan wilayah yang juga lebih luas, dalam upaya untuk membantu peningkatan akses pendidikan jarak jauh dan akses nutrisi bagi peserta didik," jelas Vera Galuh Sugijanto, Vice President General Secretary Danone Indonesia.

Kerja sama dalam peningkatan kualitas belajar serta layanan pendidikan ini, lanjut dia merupakan salah satu contoh praktik baik kemitraan pemerintah dan sektor usaha untuk mendukung pendidikan anak-anak Indonesia guna mewujudkan Merdeka Belajar.

Danone Indonesia melalui PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM), percaya bahwa semua anak berhak untuk maju melalui pemenuhan nutrisi yang tepat dan akses pendidikan. Untuk itu, pada Agustus 2021 lalu, Sarihusada meluncurkan gerakan sosial #AyoTunjukTangan guna menginspirasi dan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bergotong-royong serta berkolaborasi dalam upaya mendukung pemenuhan akses nutrisi dan pendidikan anak-anak Indonesia. 

Baca Juga: Orang Tua Siswa SMAN 10 Samarinda Kembali Gelar Aksi, Soal?

Salah satu bentuk inisiatif kolaboratif dalam rangkaian gerakan sosial #AyoTunjukTangan adalah program kemitraan yang masuk dalam ruang lingkup kerja sama Danone Indonesia dengan Kemendikbudristek.

Beberapa di antaranya adalah keberlanjutan dukungan pencetakan dan pendistribusian lebih dari 40.000 eksemplar Modul Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Luring Tingkat SD untuk beberapa Kabupaten/Kota yang tergolong 3T di Indonesia, dukungan 1.500 Paket Belajar Daring dalam bentuk gawai, kuota internet, dan program belajar daring untuk anak usia SD di 25 Kabupaten.

"Kami juga melakukan Rehabilitasi 10 bangunan fasilitas pendidikan Sekolah Dasar untuk menyediakan lingkungan belajar yang layak bagi anak-anak di 10 Kabupaten. Hingga emberikan Bantuan Dana Pendidikan untuk 800 siswa SD di beberapa Kabupaten/Kota," tutup Vera.

Komentar