Pengamat Sebut Penanganan Pandemi di Indonesia Patut Diapresiasi

M. Reza Sulaiman

Selasa, 21 September 2021 | 20:07 WIB
Pengamat Sebut Penanganan Pandemi di Indonesia Patut Diapresiasi
Petugas keamanan mengukur suhu tubuh pengunjung yang akan memasuki Pasar Santa, Jakarta, Kamis (2/9/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Langkah yang diambil pemerintah Indonesia dalam penanganan pandemi COVID-19 mendapat apresiasi dari pengamat. Apa katanya?

Dr Slamet Rosyadi, pengamat kebijakan publik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan kebijakan yang terukur dalam penanganan pandemi COVID-19.

"Fakta yang saya amati dari memperhatikan media massa, situasi lapangan, dan mendengar opini ahli di bidang kesehatan, pemerintah terus menekan laju penularan COVID-19 dengan berbagai cara. Mulai dari mengeluarkan kebijakan PPKM darurat sampai dengan sekarang PPKM level situasi wilayah. Menurut saya, pemerintah sudah melakukan kebijakan yang terukur," kata Slamet Rosyadi, dalam siaran pers.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19 per 19 September 2021, berbagai indikator telah menunjukkan bahwa penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia telah dilakukan secara efektif dan berdampak optimal.

Warga berjalan di kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta, Minggu (5/9/2021). [Antara/Aprillio Akbar/rwa]
Warga berjalan di kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta, Minggu (5/9/2021). [Antara/Aprillio Akbar/rwa]

Penilaian situasi COVID-19 di Jawa-Bali misalnya, sudah mulai mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Kini, hanya tinggal tiga wilayah di Pulau Jawa yang berstatus level 4, 82 wilayah level 3, dan 43 wilayah level 2.

Selain itu, jumlah kasus aktif COVID-19 juga berhasil ditekan, dari 12,48 persen pada 3 Juli 2021, menjadi 1,45 persen pada 19 September 2021.

Hal ini berjalan beriringan dengan tingkat kesembuhan yang meningkat dari 84,86 persen menjadi 95,16 persen pada periode tersebut.

Sementara itu, tingkat keterisian rumah sakit turun dari 75 persen menjadi 12 persen.

baca juga

Slamet mengharapkan pemerintah dapat memperkuat perumusan kebijakan publik berdasarkan kajian ilmiah (evidence base) karena penanganan COVID-19 ini tidak bisa dilakukan melalui cara-cara birokratis, tapi, harus melalui pendekatan ilmiah.

"Pemerintah kita saat ini sudah menyusun kebijakan melalui kajian ilmiah. Hal ini sangat penting untuk menjelaskan kepada masyarakat, misalnya, kenapa aktivitas ekonomi harus dibatasi. Namun, tentunya kita tetap harus belajar dan sambil melihat situasi dan praktik terbaik dari negara lain juga," kata Slamet.

Selain merumuskan kebijakan publik yang efektif untuk mencegah penularan COVID-19 meluas, pemerintah juga perlu melakukan vaksinasi secara cepat dan tanggap.

Jika krisis kesehatan ini tidak ditangani secara cepat, Slamet menilai dampaknya juga akan terasa ke bidang lain.

"Efeknya luar biasa apabila kita tidak menangani krisis kesehatan ini dengan cepat. Saya lihat adanya kolaborasi untuk program vaksinasi, banyak pemangku kepentingan yang terlibat untuk mempercepat vaksinasi," kata Slamet.

"Di Purwokerto saja, animo masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi sudah sangat luar biasa dan positif. Masyarakat mulai sadar terhadap perlindungan kesehatan,"
terang Slamet.

Bagi Slamet, upaya vaksinasi saat ini mendapatkan respon positif dari masyarakat. Ini berkat edukasi yang sudah baik dan menyadarkan masyarakat betapa pentingnya vaksinasi di masa pandemi ini

Dia mengharapkan sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan 5M harus terus dijalankan. Pemerintah juga bisa melibatkan tokoh masyarakat untuk kampanye hidup sehat dan adaptasi kebiasaan baru. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelas Menengah RI Terus Merosot Setelah Pandemi, Kesempatan Kerja Makin Sedikit

Kelas Menengah RI Terus Merosot Setelah Pandemi, Kesempatan Kerja Makin Sedikit

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:05 WIB

Kunjungan Wisman ke RI Pecah Rekor di Juli 2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 2020

Kunjungan Wisman ke RI Pecah Rekor di Juli 2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 2020

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 08:45 WIB

Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI

Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:18 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:43 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:43 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:49 WIB

Terkini

Voucher MAP hingga Terbang Gratis: Keuntungan Menggiurkan Jadi Nasabah Baru BRI

Voucher MAP hingga Terbang Gratis: Keuntungan Menggiurkan Jadi Nasabah Baru BRI

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:37 WIB

Transformasi Keuangan Digital Makin Pesat, AI dan QRIS Jadi Andalan

Transformasi Keuangan Digital Makin Pesat, AI dan QRIS Jadi Andalan

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:37 WIB

Baja Indonesia dikenakan Bea Masuk 50 Persen di AS hingga Inggris

Baja Indonesia dikenakan Bea Masuk 50 Persen di AS hingga Inggris

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Prasmanan MBG Tak Cukup Hanya Hangat, Guru Besar UGM Ungkap Empat Hal yang Wajib Dikontrol

Prasmanan MBG Tak Cukup Hanya Hangat, Guru Besar UGM Ungkap Empat Hal yang Wajib Dikontrol

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:31 WIB

Kemenko Hilirisasi Dibentuk, Rosan di Bawah Komando Bahlil?

Kemenko Hilirisasi Dibentuk, Rosan di Bawah Komando Bahlil?

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Senjakala Bisnis Hary Tanoe

Senjakala Bisnis Hary Tanoe

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:30 WIB

The Record of a Fallen Vampire Tayang 2027, Angkat Konflik Vampir-Damphir

The Record of a Fallen Vampire Tayang 2027, Angkat Konflik Vampir-Damphir

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Perkuat Ekosistem Digital dan Komunitas, bank bjb Hadirkan Kartu ATM bank bjb Edisi PERSIB

Perkuat Ekosistem Digital dan Komunitas, bank bjb Hadirkan Kartu ATM bank bjb Edisi PERSIB

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Reaktivasi BRI Kartu Kredit Touch Banjir Diskon, Nasabah Terpilih Dapat e-Voucher

Reaktivasi BRI Kartu Kredit Touch Banjir Diskon, Nasabah Terpilih Dapat e-Voucher

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:25 WIB

PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon

PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:20 WIB

×