Bikin Tren Baru di Masa Pandemi, Produk dan Program Wisata Harus Adaptif

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Sabtu, 25 September 2021 | 05:56 WIB
Bikin Tren Baru di Masa Pandemi, Produk dan Program Wisata Harus Adaptif
Wisata kuliner dari seluruh daerah Nusantara di Jakarta Fair. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Pandemi Covid-19 mengubah banyak aspek kehidupan masyarakat, termasuk di sektor pariwisata yang sempat terpuruk.

Untuk bisa bangkit, pelaku pariwisata wajib menghasilkan produk ataupun program wisata yang adaptif, untuk bisa menjadi tren baru.

"Kami berencana menciptakan produk dan program pariwisata adaptif dengan situasi pandemi dan juga mampu menciptakan tren pilihan berwisata yang baru," kata Direktur Utama Jakarta Experience Board, Novita Dewi, dalam bincang virtual Planet Tourism Indonesia, beberapa waktu lalu.

Adapun program pariwisata yang dinilai sesuai dengan kondisi saat ini meliputi paket wisata kesehatan, di mana pelancong dapat fasilitas untuk mengeksplorasi kota dan mendapat vaksin. Program lainnya adalah eksplorasi Jakarta sebagai destinasi pariwisata urban secara virtual atau langsung.

Pengunjung wisata alam Syaakira View and Resto terlihat sepi di tengah pandemi Covid-19. [ANTARA]
Pengunjung wisata alam Syaakira View and Resto terlihat sepi di tengah pandemi Covid-19. [ANTARA]

Dia juga menyebut "street kiosk", memfasilitasi ruang publik sebagai destinasi wisata yang dilengkapi fasilitas informasi pariwisata Jakarta dan mesin penjual berisi suvenir khas ibu kota.

Selama pandemi, pihaknya sudah membuat acara seperti Virtual Ramadhan Jazz Festival, Drive in Concert hingga Skylight Cinema untuk menyediakan hiburan bagi masyarakat sambil tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dia mengatakan, wabah COVID-19 mengubah sentimen dan prioritas seseorang, terutama di masa kebiasaan baru. Berwisata masih menjadi kebutuhan masyarakat, namun merebaknya pandemi ini mengubah perilaku konsumen di berbagai hal, termasuk cara masyarakat dalam berwisata atau mengakses hiburan.

Dia menjelaskan transformasi perilaku wisatawan di masa pandemi, yakni mengakses hiburan melalui media virtual karena banyaknya pembatasan mobilisasi, gaya hidup yang menjadikan rumah sebagai pusat kegiatan karena imbauan berdiam diri di rumah, lebih perhatian terhadap kesehatan, kebersihan, kemanan jiwa dan raga sehingga saat berlibur akan sangat memperhatikan standard keamanan dan kesehatan. Pandemi juga menghadirkan minat baru terhadap aktivitas di luar ruangan sebagai alternatif kegiatan hiburan.

Menurut dia, tantangan saat ini adalah menarik masyarakat untuk kembali beraktivitas di luar rumah, mengembalikan kepercayaan publik bahwa fasilitas wisata yang ditawarkan aman dan mempersiapkan fasilitas wisata yang bisa beradaptasi dengan situasi pandemi.

"Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi."

Di sisi lain, ada peluang untuk menciptakan produk baru yang lebih unik, memperluas target pasar dan melakukan aktivasi di ruang publik.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam webinar Agustus lalu menjelaskan tiga pilar utama pemulihan industri pariwisata, yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

Inovasi maksudnya memanfaatkan teknologi untuk menciptakan program, produk maupun fasilitas pariwisata yang baru. Adaptasi artinya menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru dan memastikan program, produk dan fasilitas wisata sudah sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Mendorong percepatan vaksinasi juga jadi salah satu langkah dalam beradaptasi. Selain itu, membuka kesempatan untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama memulihkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berhenti Mengejar Checklist: Tips Mengembalikan Esensi Perjalanan di Era Digital

Berhenti Mengejar Checklist: Tips Mengembalikan Esensi Perjalanan di Era Digital

Your Say | Senin, 06 April 2026 | 13:30 WIB

Ekowisata dan Komitmen Destinasi Berkelanjutan, Sejauh Mana?

Ekowisata dan Komitmen Destinasi Berkelanjutan, Sejauh Mana?

Your Say | Minggu, 05 April 2026 | 17:20 WIB

Rahasia PIK Bisa Tarik 18 Juta Pengunjung: Destinasi yang Tak Lagi Bergantung Musim Liburan

Rahasia PIK Bisa Tarik 18 Juta Pengunjung: Destinasi yang Tak Lagi Bergantung Musim Liburan

Lifestyle | Sabtu, 04 April 2026 | 15:43 WIB

Ritual Laut Semana Santa Warnai Jumat Agung di Larantuka

Ritual Laut Semana Santa Warnai Jumat Agung di Larantuka

Foto | Jum'at, 03 April 2026 | 19:00 WIB

Libur Jumat Agung, Kawasan Puncak diserbu Wisatawan

Libur Jumat Agung, Kawasan Puncak diserbu Wisatawan

Foto | Jum'at, 03 April 2026 | 17:51 WIB

Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China

Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 15:43 WIB

Konflik Timur Tengah Ganggu Pariwisata RI, 770 Penerbangan Batal dan Potensi 60 Ribu Wisman Hilang

Konflik Timur Tengah Ganggu Pariwisata RI, 770 Penerbangan Batal dan Potensi 60 Ribu Wisman Hilang

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:17 WIB

Targetkan 17,6 Juta Wisman di 2026, Menpar Siapkan Strategi Mitigasi di Tengah Gejolak Global

Targetkan 17,6 Juta Wisman di 2026, Menpar Siapkan Strategi Mitigasi di Tengah Gejolak Global

News | Rabu, 01 April 2026 | 16:17 WIB

Bromo dan Kuda-Kudanya: Antara Pariwisata dan Kesejahteraan Hewan

Bromo dan Kuda-Kudanya: Antara Pariwisata dan Kesejahteraan Hewan

Your Say | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:45 WIB

FOMO atau Tak Ada Waktu: Mengapa Tetap Liburan Meski Tahu Akan Berdesakan?

FOMO atau Tak Ada Waktu: Mengapa Tetap Liburan Meski Tahu Akan Berdesakan?

Your Say | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:35 WIB

Terkini

Siap-Siap Baper! 5 Zodiak Paling Hoki dalam Urusan Cinta pada 8 April 2026

Siap-Siap Baper! 5 Zodiak Paling Hoki dalam Urusan Cinta pada 8 April 2026

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 08:29 WIB

3 Rekomendasi Lipstik Purbasari yang Tidak Luntur Meski Makan Gorengan

3 Rekomendasi Lipstik Purbasari yang Tidak Luntur Meski Makan Gorengan

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 08:17 WIB

5 AC Inverter 1/2 PK Low Watt Paling Hemat Listrik, Kamar Tetap Dingin Bebas Tagihan Bengkak

5 AC Inverter 1/2 PK Low Watt Paling Hemat Listrik, Kamar Tetap Dingin Bebas Tagihan Bengkak

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 08:15 WIB

5 Sepatu Kets yang Cocok Dipakai untuk Kerja, Stylish dan Nyaman Mulai Rp100 Ribuan

5 Sepatu Kets yang Cocok Dipakai untuk Kerja, Stylish dan Nyaman Mulai Rp100 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 08:00 WIB

5 Parfum Lokal Buat Pelari, Tetap Wangi Semerbak Meski Deras Keringat

5 Parfum Lokal Buat Pelari, Tetap Wangi Semerbak Meski Deras Keringat

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 07:58 WIB

5 Sepatu Lari Terbaik 2026 Rekomendasi dr Tirta, Performa Top dan Worth It Dibeli

5 Sepatu Lari Terbaik 2026 Rekomendasi dr Tirta, Performa Top dan Worth It Dibeli

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 07:52 WIB

Apa Itu Khimar Bandana? Tren Baru Hijabers Kalcer Tampil Modest

Apa Itu Khimar Bandana? Tren Baru Hijabers Kalcer Tampil Modest

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 07:35 WIB

4 Shio Diprediksi Kurang Beruntung pada 8 April 2026, Saatnya Main Aman

4 Shio Diprediksi Kurang Beruntung pada 8 April 2026, Saatnya Main Aman

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 06:40 WIB

Cara Menyimpan Parfum agar Tidak Oksidasi, Biar Kualitas Aroma Tetap Sama seperti Awal Beli

Cara Menyimpan Parfum agar Tidak Oksidasi, Biar Kualitas Aroma Tetap Sama seperti Awal Beli

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 06:30 WIB

Terpopuler: Parfum Pria Isi Ulang Paling Tahan Lama hingga Sepatu Adidas Spezial Termurah

Terpopuler: Parfum Pria Isi Ulang Paling Tahan Lama hingga Sepatu Adidas Spezial Termurah

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 06:25 WIB