alexametrics

International Ethnic Music Festival 2021, Candasuara Tampilkan Dua Karya Musik Tradisional

M. Reza Sulaiman | Aflaha Rizal Bahtiar
International Ethnic Music Festival 2021, Candasuara Tampilkan Dua Karya Musik Tradisional
Kelompok musik candasuara akan tampil di International Ethnic Music Festival 2021. (Dok. @Candasuara/Instagram)

Musik tradisional tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam kehidupan masyarakat adat dan kebudayaan, musik memiliki tempat khusus.

Suara.com - Musik tradisional tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam kehidupan masyarakat adat dan kebudayaan, musik memiliki tempat khusus.

Tidak hanya bunyi-bunyian semata, musik tradisional juga punya fungsi dalam kelompok masyarakat.

Untuk membangkitkan musisi tradisional Indonesia, Dewan Kesenian Jakarta menghadirkan acara International Ethnic Music Festival 2021, yang akan digelar secara daring selama tiga hari. Mulai dari tanggal 24-26 September 2021, di kanal YouTube Dewan Kesenian Jakarta dan Budaya Saya.

Salah satu penampil adalah Candasuara, grup musik yang berasal dari Kabupaten Agam Sumatera Barat. Kelompok ini berdiri pada tahun 2016, dengan ciri khas kata bunyi dan laku tubuh sebagai bentuk karya musiknya.

Baca Juga: Bangkitkan Musik Tradisional, DKJ Hadirkan International Ethnic Music Festival 2021

“Karya yang saya bawakan nanti adalah dua lagi. Yang satu Minangkabau Demokratik sama Galu,” ungkap Hario Efenur, perwakilan anggota Candasuara.

“Kalau Minangkabau Demokratik ini menggambarkan upaya tafsir dari penglihatan kami, yakni demokrasi yang terjadi di etnis Minangkabau,” lanjutnya.

Sedangkan pada Galu, merupakan upaya tafsir penyempitan ruang fisik. Dan ini menggambarkan tentang PPKM dan pembatasan sosial Covid-19.

“Jadi penyempitan fisik ini jangan sampai menyempitkan ruang pikir. Jadi kalau intervensi, kita perlu keluarkan pikiran dari masalah sehingga kita bisa menemukan solusi. Ini salah satu falsafah Minangkabau,” ungkap Hario.

Sisi lain, kelompok musik Candasuara ini juga menggambarkan bahwa dalam konsep musiknya, perlu memaksimalkan fungsi tubuh. Supaya tubuh bisa melakukan praktik musik dan menghasilkan beberapa bunyian.

Baca Juga: Museum Kalbar Gelar Pameran Alat Musik Khas Suku Dayak dan Melayu Sampai 26 September 2021

“Mulai dari bebunyian pukulan dan suara, tubuh bisa jadi perfomer atau sekaligus pemain musik,” ungkapnya lebih lanjut.

Komentar