alexametrics

Pengertian Konjungsi Temporal, Jenis dan Contoh Kalimatnya

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Pengertian Konjungsi Temporal, Jenis dan Contoh Kalimatnya
ikon bahasa

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia sering dibahas mengenai konjungsi, yang kerap digunakan untuk menulis kalimat.

Suara.com - Dalam pelajaran Bahasa Indonesia sering dibahas mengenai konjungsi, yang kerap digunakan untuk menulis kalimat.

Konjungsi adalah kata penghubung dua satuan bahasa baik yang sederat maupun yang tidak. Perlu diketahui juga konjungsi banyak jenisnya, salah satunya adalah Konjungsi Temporal, apa itu?

Mengutip Ruang Guru, Senin (27/9/2021) dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), temporal adalah hal yang berhubungan dengan waktu.

Sehingga konjungsi temporal adalah kata hubung yang berkenaan dengan waktu, baik dalam kalimat atau antarkalimat itu sendiri.

Baca Juga: Kalimat Langsung: Pengertian, Ciri, hingga Contoh dalam Pelajaran Bahasa Indonesia

Jenis konjungsi temporal
Pada konjungsi temporal sendiri terbagi menjadi 2 jenis yakni konjungsi temporal sederajat dan konjungsi temporal tidak sederajat.

Ilustrasi belajar online (unsplash)
Ilustrasi belajar online (unsplash)

1. Konjungsi temporal sederajat
Pada konjungsi temporal sederajat, konjungsi bersifat setara. Artinya, konjungsi ini ditempatkan pada tengah kalimat. Dengan kata lain, konjungsi menjadi penghubung di kalimat majemuk setara.

Perlu diketahui pula bahwa konjungsi temporal sederajat ini tidak bisa diletakkan di awal atau akhir kalimat. Contohnya sebagai berikut:

  • kemudian
  • lalu
  • selanjutnya
  • setelahnya
  • sebelumnya

Contoh kalimat konjungsi temporal sederajat

  1. Setelah minyak sudah panas, kemudian masukkan bumbu yang sudah ditumbuk halus.
  2. Hani kehilangan tasnya, lalu ia segera melaporkan kejadian itu kepada polisi.
  3. Kondisi tubuhnya sudah membaik, selanjutnya ia akan dipindah ke ruang perawatan umum.
  4. Ratu mengikuti kegiatan paskribra siang ini, setelahnya ia berlatih pencak silat bersama teman-temannya.
  5. Perutnya masih saja terasa sakit, padahal sebelumnya ia sudah berobat ke dokter minggu lalu.

2. Konjungsi temporal tidak sederajat
Berbeda dengan konjungsi temporal sederajat, konjungsi temporal tidak sederajat ini menghubungkan beberapa kalimat (majemuk bertingkat dan/atau majemuk setara).

Baca Juga: Paragraf Deduktif-Induktif, Simak Penjelasan dan Contohnya!

Ilustrasi belajar  (Pexels/August de Richelieu)
Ilustrasi belajar (Pexels/August de Richelieu)

Jenis konjungsi ini pun bisa diletakkan di awal, di tengah, maupun di akhir kalimat. Adapun yang termasuk dalam konjungsi temporal tidak sederajat antara lain:

Komentar