5 Cara Mengatasi Kucing Agresif dan Galak dengan Tepat, Jangan Terburu-buru Emosi

Arendya Nariswari

Rabu, 06 Oktober 2021 | 11:55 WIB
5 Cara Mengatasi Kucing Agresif dan Galak dengan Tepat, Jangan Terburu-buru Emosi
Ilustrasi kucing (Unsplash)

Suara.com - Memelihara kucing yang aktif dan bersemangat membuat hidup menjadi semakin menyenangkan. Namun jika kucing kamu cenderung galak agresif, terutama agresi yang tidak beralasan, kamu mungkin bingung apa yang harus dilakukan. Kucing agresif bukan hal aneh, tetapi terkadang mereka sulit dipahami.

Dilansir dari The Hills Pet, Selasa (6/10/2021) mempelajari cara mengatasi kucing agresif dan galak akan membangun ikatan kuat dan penuh kasih dengan kucing kesayanganmu.

Mengidentifikasi Perilaku Agresif

Menurut ASPCA (American Society for the Prevention), kucing menggunakan mata, telinga, ekor, dan suaranya untuk berkomunikasi dengan orang di sekitarnya.

Memahami bahasa tubuh kucing "normal" dapat membantu kamu mengidentifikasi pola perilaku mereka ketika ingin  makan, bermain, dan kasih sayang hingga bertingkah di luar kebiasaan. 

Beberapa kucing bertingkah gaduh secara alami gaduh, melakukan hal-hal menyebalkan seperti berjalan mondar-mandir di lorong (selalu di tengah malam), melemparkan tikus mainan mereka ke udara dan melolong main-main. Hal ini bukan perilaku agresif. Namun ketika kucing bertingkah lebih ribut dan sangat agresif, tanda-tandanya adalah:

  • Mendesis
  • Menggigit
  • Memukul
  • Menggeram
  • Cakar
  • Mulut terbuka
  • Sikap kaku

Jika kucing kamu tiba-tiba menunjukkan ini atau tanda-tanda perilaku agresif lainnya yang tidak sesuai dengan karakternya, dan tanpa penyebab yang jelas, pertama-tama bawa mereka ke kantor dokter hewan untuk mengetahui penyebab medis yang mendasarinya. Setelah mereka telah diobati dan sehat, namun masih tetap agresif, kemungkinan ada penyebab lain kucing kamu galak dan agresif.

Penyebab Kucing Galak dan Agresif

Ingatlah bahwa tak jarang kucing menjadi agresif. Pusat Kesehatan Cornell Feline menyatakan: "Agresif didefinisikan sebagai perilaku bermusuhan atau kekerasan yang dimaksudkan untuk mendominasi atau mengintimidasi hewan atau orang lain, dan menjadi perilaku yang cukup umum pada kucing." 

baca juga

Beberapa penyebab agresif anak kucing dan kucing muda hingga usia 2 tahun, seperti kurangnya sosialisasi (berlaku untuk kucing yang diisolasi pada tahap awal kehidupan mereka), dan naluri keibuan (induk kucing sangat protektif terhadap bayinya).

Penyebab paling umum di balik perilaku kucing galak agresif ada tiga: bermain, bertengkar antar-kucing, dan masalah wilayah.

Bermain atau Agresif?

Kucing suka bermain, tetapi bermain terkadang bisa berubah menjadi agresi. Ini biasanya terjadi pada anak kucing, yang baru mengetahui batasannya. Jika anak kucing menggigit atau memukul teman mereka terlalu kasar, saudara mereka akan segera melerainya. Tanda-tanda kucing bermain agresif seperti menggoyangkan pantat, meratakan telinga, dan pupil mereka mungkin membesar.

Bertengkar/Bermusuhan

Jenis agresi kedua yang paling umum, menurut Tufts Pusat Medis Hewan Cummings: "Kucing mungkin tidak hidup bersama dengan baik karena berbagai alasan, termasuk suka bertengkar, kompetisi wilayah atau akibat dari keramaian." Misalnya, ketika kucing yang pernah akur tiba-tiba berkonflik, bisa jadi salah satunya karena aroma tubuh berbeda setelah pergi ke dokter hewan.

Wilayah dan Ketakutan

Banyak kucing menyerang ketika mereka diintimidasi atau diprovokasi oleh orang atau hewan peliharaan lainnya, itulah sebabnya kucing kamu mungkin sangat manis dengan kamu tetapi kemudian tiba-tiba menggeram, memukul, dan memukul anjing keluarga saat ingin meringkuk di sofa bersama anjing. Kucing selalu waspada jika seseorang atau sesuatu akan menyerang wilayah mereka, mereka akan menyerang.

Alasan Medis

Agresi yang tidak biasa pada kucing tidak dapat langsung dikaitkan dengan penyebab tertentu. Segera pergi ke dokter hewan untuk mendiagnosis kemungkinan masalah yang lebih besar, termasuk kondisi medis yang dialami kucing.

Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan agresi kucing termasuk epilepsi, trauma, penyakit gigi, diabetes, hipertiroidisme (mempercepat metabolisme), hipertensi (tekanan darah tinggi), gangguan otak primer, FeLV (leukimia kucing), FIV (feline immunodeficiency) dan FIP (feline infeksi peritonitis). Perawatan untuk kondisi ini dapat mengurangi atau menghilangkan agresi kucing kamu.

Cara Menenangkan Kucing yang Agresif

Tapi untungnya, ada cara untuk mengatasi perilaku agresif kucing kamu.

1. Menjauhi induk kucing

Cara mengatasi kucing galak dan agresif adalah dengan mengelola perilakunya dengan lebih baik. Salah satu alasan agresif yang bersifat sementara dan agak lebih mudah diatasi, seperti agresi induk kepada bayinya. Jauhi induk kucing dan biarkan dia melindungi anaknya.

2. Tidak kasar dan memberi mainan

Selanjutnya, agresi bermain adalah bentuk umum dari perilaku agresif kucing. Salah satu cara untuk mengurangi hal ini adalah tidak bersikap kasar dengan kucing kamu. Alihkan perhatian mereka ke mainan pengganti seperti boneka binatang dari bahan yang lebih kuat.

3. Memisahkan Kucing

Setelah kucing bebas, mereka akan memastikan hewan lain (dan manusia) tahu bahwa mereka adalah bosnya. Jika antar kucing memperlihatkan tingkah laku agresif setelah mereka hidup bersama dalam waktu yang lama, kamu mungkin harus memisahkan area makan, tempat tinggal, dan kotak kotorannya dan memperkenalkannya kembali secara perlahan.

4. Tidak Mengganggu Kucing

Kucing yang sangat agresif dapat membahayakan orang lain, jadi kamu tidak boleh ikut campur. Jika beberapa kucing sedang bergumul, buatlah suara keras singkat atau gangguan lain yang akan memisahkan mereka. Jika kucing kamu takut dan sendirian, kamu akan tergoda untuk membelainya, tetapi mereka mungkin menganggap gerakan ini sebagai ancaman. Sehingga jangan coba untuk mendekati atau menyentuh kucing saat mereka belum siap.

Jangan Hukum Kucing

Saat kamu melihat perilaku agresif kucing, jangan mencoba untuk menghukumnya, "karena ini dapat menyebabkan kucing menjadi takut pada orang atau dapat ditafsirkan sebagai permainan merespons baik perilaku agresifnya,". Menjauh dan mengabaikan kucing yang berperilaku agresif dapat mengajarinya bahwa tindakan mereka tidak tepat dan merugikan. 

Demikian kiat-kiat cara mengatasi kucing galak dan agresif. Konsultasi ke dokter hewan dan banyak kesabaran menenangkan hewan peliharaan berbulu kamu.

Kontributor : Yulia Kartika Dewi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Hadits Tentang Kucing yang Diriwayatkan Imam Besar

3 Hadits Tentang Kucing yang Diriwayatkan Imam Besar

Kalbar | Selasa, 05 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Kumpulan Hadits Tentang Kucing yang Diriwayatkan Sejumlah Imam Besar

Kumpulan Hadits Tentang Kucing yang Diriwayatkan Sejumlah Imam Besar

News | Selasa, 05 Oktober 2021 | 14:02 WIB

Wanita Mau Tutup Toko Tiba-tiba Didatangi Tamu Kecil, Hati Seketika Rapuh: Tega Banget

Wanita Mau Tutup Toko Tiba-tiba Didatangi Tamu Kecil, Hati Seketika Rapuh: Tega Banget

News | Selasa, 05 Oktober 2021 | 09:44 WIB

Terkini

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:30 WIB

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:43 WIB

Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan

Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:19 WIB

Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama

Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan

The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:32 WIB

Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk

Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:15 WIB

Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?

Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:36 WIB

5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan

5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:17 WIB

Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat

Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:14 WIB

12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove

12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:06 WIB

×