alexametrics

20 Tahun Berdiri, Chinatown Food Street Singapura Ditutup Permanen Karena Pandemi

Arendya Nariswari | Hiromi Kyuna
20 Tahun Berdiri, Chinatown Food Street Singapura Ditutup Permanen Karena Pandemi
China Town, Singapura. (Shutterstock)

Destinasi wisata kuliner di Singapura ini akhirnya ditutup permanen akibat pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir.

Suara.com - Pandemi Covid-19 tak dipungkiri membuat perekonomian terguncang. Salah satu yang cukup terdampak adalah tempat wisata dan kuliner.

Chinatown Food Street di Singapura sebelumnya sempat menjadi salah satu destinasi wisata kuliner. Namun, pandemi Covid-19 yang tak kunjung berhenti menghantam tempat ini cukup keras.

Melansir laman AsiaOne, Chinatown Food Street telah ditutup permanen setelah 20 tahun berdiri. Tempat ini merupakan salah satu upaya Singapore Tourism Board (STB) untuk merevitalisasi Chinatown.

Chinatown Food Street menjadi surga kuliner para pelancong dengan beragam jenis makanan yang disajikan secara kaki lima. Sepanjang 100 meter Smith Street yang ditutup untuk kendaraan bermotor berisi aneka gerobak kuliner populer.

Baca Juga: Indonesia-Singapura Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Batam

Jalan kuliner yang ikonik itu mematikan lampu untuk terakhir kalinya pada Jumat (22/10/2021) dengan hanya tersisa dua kios yang berdiri.

Ilustrasi Chinatown Food Street Singapura (Unsplash @lvnatikk)
Ilustrasi Chinatown Food Street Singapura (Unsplash @lvnatikk)

Seorang juru bicara Select Group yang menjalankan Chinatown Food Street mengatakan perusahaan tidak dapat melanjutkan usaha ini lagi karena tidak ada turis atau kerumunan lokal. Selain itu selama pandemi penjual banyak yang kesulitan untuk membayar uang sewa.

Direktur seni dan budaya STB Lim Shoo Ling mengatakan pihak berwenang telah bekerja sama dengan Select Group untuk menerapkan berbagai langkah dukungan.

Ini termasuk keringanan sewa untuk penjual, serta dukungan keuangan tambahan untuk upaya pemasaran kuliner kaki lima.

"Kami akan terus bekerja sama dengan instansi terkait untuk mengeksplorasi opsi untuk situs tersebut, dan rincian lebih lanjut akan dibagikan pada waktunya," ungkap Lim Shoo Ling kepada media.

Baca Juga: Ancang-ancang Masuki Era Endemi Covid-19, Pemerintah Siapkan Roadmap

Pada awal dibuka di tahun 2001, Chinatown Food Street menarik banyak sekali pengunjung, namun beberapa tahun setelahnya Chinatown Food Street mulai meredup. Tempat ini juga sempat ditutup pada 2013 untuk perbaikan dan menghabiskan dana sebesar 4 juta Dollar AS atau sekitar Rp56,7 miliar.

Perbaikan tersebut juga mencakup pembangunan atap untuk melindungi pengunjung dari cuaca buruk. Chinatown Foodstreet kemudian dibuka kembali pada awal 2014.

Pada pembukaan ini terdapat 24 kios dan operator baru dari Select Group yang menjalankan Peach Garden Chinese Restaurant serta gerai restoran cepat saji ternama Texas Chicken.

Komentar