Ngeri, 30 Persen Orang Berpikir Menguntit Pasangan Secara Online adalah Hal Wajar

Risna Halidi, Dinda Rachmawati

Senin, 06 Desember 2021 | 15:27 WIB
Ngeri, 30 Persen Orang Berpikir Menguntit Pasangan Secara Online adalah Hal Wajar
Ilustrasi menguntit pasangan secara online (pexels/cottonbro).

Suara.com - Penguntitan online atau stalkerware begitu umum terjadi saat ini. Hal ini memungkinkan pelaku untuk memantau kehidupan pribadi orang lain secara digital melalui perangkat seluler mrski tanpa persetujuan korban.

Sayangnya, perbuatan ini ternyata banyak dilakukan oleh pasangan, yang memiliki rasa curiga atau cemburu yang berlebihan. Hal tersebut terlihat dalam sebuah survei yang dilakukan Coalition Against Stalkerware (Koalisi Melawan Stalkerware), yang didirikan bersama perusahaan privasi digital, Kaspersky.

Dalam survei global terhadap lebih dari 21 ribu partisipan di 21 negara tentang sikap pengguna terhadap privasi dan penguntitan digital dalam hubungan pribadi, mayoritas responden (70 persen) menganggap bahwa memantau pasangannya tanpa persetujuan adalah hal yang tidak dapat diterima.

Namun sebagian besar (30 persen) beranggapan sebaliknya, apabila itu dihadapkan dengan situasi tertentu.

Dari mereka yang membenarkan untuk alasan tertentu, hampir dua pertiga (64 persen) akan melakukannya jika pasangan mereka tidak setia, apabila itu terkait dengan keselamatan mereka (63 persen), atau ketika pasangan mereka terlibat dalam kegiatan kriminal (50 persen).

Dari sudut pandang geografis, terlihat bahwa anggapan yang membenarkan untuk memantau pasangan secara umum berasal dari responden di kawasan Asia-Pasifik (24 persen), sedangkan di Eropa (10 persen) dan Amerika (8 persen) lebih sedikit orang yang menganggap hal ini dapat diterima.

Selain itu, dalam laporan Digital Stalking in Relationships Kaspersky, yang dilakukan secara online oleh Sapio Research pada September 2021, menunjukkan bahwa 15 persen responden di seluruh dunia telah diminta oleh pasangannya untuk menginstal aplikasi pemantauan.

Sayangnya, 34 persen dari mereka yang menunjukkan jawaban ini juga pernah mengalami pelecehan oleh pasangan dekatnya.

"Tidak ada yang membenarkan segala bentuk tindakan untuk melakukan kontrol atas pasangan sehubungan dengan dugaan perselingkuhan."

baca juga

"Kampanye preventif yang menangani masalah kontrol koersif, kecemburuan, dan perselingkuhan akan menjadi alat yang berharga untuk melawan sikap ini," ujar Berta Vall Castelló, Research and Development Manager, European Network for the Work with Perpetrators of Domestic Violence (WWP EN).

Temuan peneilitian menunjukkan bahwa pemantauan online dapat menjadi cara lain untuk menggunakan kontrol koersif dalam sebuah hubungan.

Mengingat bahwa stalkerware adalah perangkat lunak yang tersedia secara komersial yang tersembunyi di perangkat dan menyediakan akses ke berbagai data pribadi, tidak mengherankan bahwa itu juga dapat berfungsi untuk tujuan lain seperti alat kekerasan dalam sebuah hubungan.

"Saya mendesak bagi siapa pun yang mengalami penguntitan, baik dalam kehidupan nyata atau melalui perangkat lunak pemantauan tertentu dan merasa berada dalam bahaya atau tidak aman untuk melawan pelaku kekerasan tersebut."

"Misalnya dengan cara menghubungi organisasi kekerasan dalam rumah tangga untuk mendapatkan saran dan dukungan," kata Karen Bentley, Chief Executive Officer, Wesnet, organisasi payung nasional Australia untuk layanan kekerasan dalam rumah tangga, Wesnet.

Menindaklanjuti kriteria deteksi dari Coalition Against Stalkerware terhadap penggunaan stalkerware, Kaspersky menganalisis statistik yang mengungkapkan berapa banyak penggunanya yang terpengaruh oleh stalkerware dalam 10 bulan pertama tahun ini.

Dari Januari hingga Oktober 2021, hampir 28.000 pengguna seluler terpengaruh oleh ancaman ini.

Selama periode yang sama, ada lebih dari 3.100 kasus di UE dan lebih dari 2.300 pengguna di Amerika Utara yang terpengaruh. Selama periode yang sama, sebanyak 305 pengguna yang dihadapkan dengan stalkerware di Indonesia.

Menurut angka Kaspersky, Rusia, Brasil, dan Amerika Serikat (AS) menjadi tiga negara teratas dalam pengguna yang dihadapkan dengan stalkerware secara global sejauh ini. Dan Indonesia menempati peringkat ke-18 tahun ini di secara global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Fisik dan Penampilan, Ini 5 Daya Tarik Wanita bagi Para Pria

Tak Hanya Fisik dan Penampilan, Ini 5 Daya Tarik Wanita bagi Para Pria

Your Say | Senin, 06 Desember 2021 | 13:57 WIB

Pasutri di Bontang Hantam Pohon di Median Jalan Bontang, Sang Suami Tewas Tergeletak

Pasutri di Bontang Hantam Pohon di Median Jalan Bontang, Sang Suami Tewas Tergeletak

Kaltim | Senin, 06 Desember 2021 | 13:09 WIB

5 Alasan Pasangan Tidak Mengumbar Hubungan Asmara di Media Sosial, Kamu Termasuk?

5 Alasan Pasangan Tidak Mengumbar Hubungan Asmara di Media Sosial, Kamu Termasuk?

Your Say | Senin, 06 Desember 2021 | 08:30 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×