Jadi Favorit Kaum Milenial, Ini Manfaat dan Juga Bahaya Minuman Boba

Arendya Nariswari

Rabu, 29 Desember 2021 | 16:31 WIB
Jadi Favorit Kaum Milenial, Ini Manfaat dan Juga Bahaya Minuman Boba
Minuman bubble tea. (Pixabay/HIROAKI KANEDA)

Suara.com - Bubble tea atau yang biasa kita kenal dengan boba menjadi salah satu minuman favorit berbagai kalangan.

Teksturnya yang kenyal dan menyegarkan, menjadikan boba sebagai salah satu minuman populer dengan gerai menjamur di Indonesia.

Minuman asal Taiwan ini juga identik memiliki rasa manis dan menjadi campuran teh atau susu.

Dihimpun dari laman Hops.id---Jaringan Suara.com, Seperti diketahui, teh dan susu mempunyai banyak manfaat, begitupun bubble. Namun perlu diperhatikan, jika dikonsumsi berlebihan akan menimbulkan bahaya. Lalu, apa saja manfaat dan bahaya minuman boba bagi tubuh? Berikut rangkuman dari Hops.id, disimak yuk!

Manfaat boba untuk kesehatan tubuh

Tidak hanya rasanya saja yang manis, ternyata bubble memiliki manfaat untuk tubuh jika dikonsumsi dengan benar dan tidak berlebihan. Adapun manfaatnya, yaitu:

  • Sumber karbohidrat kompleks. Karbohidrat pada bubble tapioka merupakan kabohidrat komplek berbentuk pati dan memiliki karbohidrat yang banyak terdapat pada umbi umbian yang bertahan lama di dalam saluran perncernaan. Sehingga, kamu akan merasa lebih kenyang setelah mengonsumsi bubble.
  • Memberikan tubuh asupan cairan. Boba dapat memberikan manfaat dalam pemenuhan asupan cairan. Si bulat hitam ini mengandung 250-500 ml air. Hal ini membuat kamu akan mendapatkan rasa haus dan memicu untuk meminum air putih.
  • Menyumbang sedikit mineral. Mengandung beragam mineral seperti zat besi, magnesium, mangan, dan fosfor dalam jumlah kecil yang berasal dari tepung tapioka.
  • Mengandung antioksidan. Dalam versi boba di Taiwan, bahan utamanya berupa teh hitam yang kaya akan polifenol. Sebagai antioksidan, polifenol membantu menyehatkan pembuluh darah dan menurunkan resiko penyakit akibat tingginya kadar kolesterol.

Bahaya minuman bubble tea

  • Diabetes. Minuman bubble tea mempunyai kandungan gula yang sangat tinggi. Dalam sebuah penelitian, minuman manis ini memiliki kandungan gula rata-rata sebanyak 38 gram dan kalori sebanyak 299 kkal. Jumlah itu melebihi saran dari WHO tentang batas asupan gula harian yang hanya sebesar 10% dari total kalori. Sebagai contoh, jika asupan kalori kamu 2.000 kkal, maka hanya boleh konsumsi gula maksimal 200kkal.
  • Asam urat. Kandungan fruktosa pada minuman manis menjadi penyebabnya. Dilansir hellosehat, ketika tubuh memecah fruktosa, dalam prosesnya akan menghasilkan purin. Purin di dalam tubuh kemudian dipecah kembali menjadi asam urat. Jika bertambah banyak, asam urat akan membentuk kristal dan menumpuk di persendian. Akibatnya bisa menjadi peradangan, pembengkakan, dan nyeri pada sendi sebagaimana gejala umum dari penyakit asam urat.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Membuat Boba dari Nutrijel, Hasilnya Dijamin Kenyal Anti Gagal

Cara Membuat Boba dari Nutrijel, Hasilnya Dijamin Kenyal Anti Gagal

Lifestyle | Senin, 27 Desember 2021 | 17:35 WIB

Cerita Pasangan Menikah di Gerai Boba, Dulu Sering Dijadikan Tempat Pacaran

Cerita Pasangan Menikah di Gerai Boba, Dulu Sering Dijadikan Tempat Pacaran

Lifestyle | Kamis, 23 Desember 2021 | 07:00 WIB

Cuma Butuh Tiga Bahan, Ini Cara Membuat Boba Mudah dan Murah

Cuma Butuh Tiga Bahan, Ini Cara Membuat Boba Mudah dan Murah

Batam | Rabu, 22 Desember 2021 | 17:52 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×