facebook

Curiga Pasangan Selingkuh? Psikolog Ungkap Tanda yang Perlu Anda Perhatikan

M. Reza Sulaiman
Curiga Pasangan Selingkuh? Psikolog Ungkap Tanda yang Perlu Anda Perhatikan
Ilustrasi pasangan selingkuh. [Shutterstock]

Pasangan selingkuh tidak akan bisa benar-benar menyembunyikan jejaknya. Psikolog mengatakan, ada tanda-tanda yang bisa Anda perhatikan jika mencurigai pasangan selingkuh.

Suara.com - Pasangan selingkuh tidak akan bisa benar-benar menyembunyikan jejaknya. Psikolog mengatakan, ada tanda-tanda yang bisa Anda perhatikan jika mencurigai pasangan selingkuh.

"Biasanya tanda-tanda pasangan selingkuh bisa ditemukan dari naluri, kata hati, dan juga pikiran saat menyadari ada yang salah dengan pasangan kita," kata Psikolog dari Universitas Indonesia A. Kasandra Putranto, mengutip ANTARA.

Sementara itu, tanda-tanda umum adanya perselingkuhan dalam hubungan di antaranya pasangan memberikan kasih sayang yang tak biasa dan berlebihan secara tiba-tiba.

"Ini bisa terjadi misalnya saat si dia yang biasanya cuek dan tidak terlalu menunjukkan kasih sayang secara nyata, tiba-tiba jadi orang yang paling romantis di dunia," ujar Kasandra.

Baca Juga: Perilaku Tak Biasa sebagai Tanda Pasangan Selingkuh Menurut Psikolog

ilustrasi selingkuh. (Shuttestock)

Kemudian, pasangan menjelek-jelekkan seseorang secara tiba-tiba. Menurut Kasandra, perilaku tersebut merupakan cara untuk menutupi kesalahan dan mengurangi rasa curiga pasangannya.

"Pasangan yang selingkuh bisa tiba-tiba menjelekkan atau merendahkan orang lain karena orang tersebut adalah saksi mata atau yang mengetahui dia berselingkuh," tambah Kasandra.

Perilaku lainnya yang dapat menjadi tanda perselingkuhan, lanjut dia, di antaranya mengangkat telepon sembunyi-sembunyi, meningkat atau menurunnya hubungan seksual, dan pasangan menjadi tiba-tiba sibuk.

Menurut Kasandra, alasan seseorang melakukan perselingkuhan di antaranya adanya kecemasan menghadapi masa transisi seperti memiliki anak pertama, anak memasuki usia remaja, anak yang telah dewasa dan mulai meninggalkan rumah, dan memasuki masa pensiun.

Perselingkuhan juga dapat terjadi sebagai pelarian dari pernikahan yang tidak membahagiakan, tidak tercapainya harapan dalam pernikahan, perasaan kesepian, kebutuhan seks yang tidak terpenuhi dalam pernikahan, ketidakhadiran pasangan baik secara fisik maupun emosional, dan terbukanya kesempatan untuk melakukan perselingkuhan seperti mudah bertemu lawan jenis di tempat kerja.

Baca Juga: Perselingkuhan Ternyata Bisa Bikin Trauma, Ini Kata Psikolog

"Selain itu, perselingkuhan sudah sering terjadi dalam keluarga besar sehingga memudarnya nilai-nilai kesetiaan," tambah Kasandra.

Komentar