facebook

Lestarikan Bangunan Publik Bersejarah Lewat Kompetisi Desain Arsitektur

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati
Lestarikan Bangunan Publik Bersejarah Lewat Kompetisi Desain Arsitektur
Ilustrasi Arsitek (pixabay/haer_breizh)

Berbagai bangunan publik di banyak negara, termasuk Indonesia, dibangun di atas bangunan bersejarah yang memiliki nilai warisan budaya atau peristiwa penting di dalamnya.

Suara.com - Berbagai bangunan publik di banyak negara, termasuk Indonesia, kerap dibangun di atas bangunan bersejarah yang memiliki nilai warisan budaya atau peristiwa penting di dalamnya.

Untuk dapat melestarikannya, pembangunan berkelanjutan dinilai penting untuk mencapai keseimbangan yang optimal. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi Lixil, brand produk sanitasi dan perumahan dari Jepang menggelar kompetisi arsitektur bertajuk Lixil Architectural Design Competition 2021.

Mengusung tema “Infill and Adaptive Reuse: Practicing Sustainable Movement in Historic Public and/or Transit Hub in the Cities”, kompetisi ini mencoba untuk mengeksplorasi penggunaan bangunan publik bersejarah dengan arsitektur berkelanjutan di suatu kota, tanpa menghilangkan nilai filosofis dan warisan budaya dari bangunan tersebut.

Melalui kompetisi ini, Lixil memberi tantangan kepada semua arsitek profesional maupun mahasiswa arsitektur untuk berpartisipasi dalam menciptakan desain berkelanjutan yang dapat menjawab kebutuhan pembangunan fasilitas publik yang memiliki nilai budaya atau sejarah pada bangunan tersebut.

Baca Juga: Jokowi Sebut Kepala IKN Ber-background Arsitek, Begini Respons Ridwan Kamil

Lixil Architectural Design Competition 2021. (Dok. Lixil)
Lixil Architectural Design Competition 2021. (Dok. Lixil)

"Kami ingin memberikan kesempatan kepada para arsitek dan mahasiswa arsitektur di Indonesia dengan latar belakang budaya dan geografis yang berbeda untuk menunjukan desain Sustainable Movement in Historic Public/transit hub mereka," kata Santa Firmansjah, Presiden Direktur Lixil Water Technology Indonesia dalam siaran pers yang Suara.com terima Jumat (21/1/2022).

Melalui proses panjang sejak September 2021 lalu, 221 peserta yang mendaftar diminta untuk membuat desain arsitektur yang berkelanjutan untuk Stasiun Tawang di Semarang dan Stasiun Gubeng di Surabaya.

Setelah terpilih lima finalis dari masing-masing kategori, para finalis kemudian mempresentasikan desain mereka di hadapan ketiga juri, yakni Achmad Noerzaman, President Director PT Arkonin, Andra Matin, Founder Andramatin Architects, dan R.A Kharisma Maulida, Leader B2B Activation Indonesia Lixil Water Technology Indonesia.

Berdasarkan penilaian, ketiga juri tersebut memilih tiga orang pemenang dari setiap kategori Profesional dan Mahasiswa.

Hasil desain dari para finalis juga telah dipamerkan pada acara Lixil Architecture Design Competition Awards & Exhibition yang dihadiri oleh desainer dan arsitek seluruh Indonesia pada 19 Januari 2022.

Baca Juga: Teknologi Smart Glass dari Kacamata Arsitektural

Acara ini juga diisi oleh seminar dan workshop dari ketiga juri. Berharap, desain dan karya tersebut dapat menjadi inspirasi dan menambah wawasan untuk industri arsitektur di Indonesia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar