Ingin Jadi Digital Nomad dan Hidup Berpindah-pindah? Yuk Top Up Skill Lewat Program Ini!

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 09 Februari 2022 | 18:01 WIB
Ingin Jadi Digital Nomad dan Hidup Berpindah-pindah? Yuk Top Up Skill Lewat Program Ini!
Ilustrasi digital nomad (Unsplash/Christin Hume).

Suara.com - Pandemi Covid-19 tidak hanya memengaruhi sistem kesehatan, tapi juga potensi mengembangkan skill terutama untuk kelompok tenaga kerja muda. Apalagi, pola kerja remote kian jadi tren sejak awal pandemi.

Sehingga program pelatihan pembelajaran jarak jauh dapat menjadi pilihan, salah satunya melalui program Remote Skills Academy atau RSA.

Lewat program ini, peserta dan tenaga kerja akan dibekali kemampuan digital agar punya alternatif pekerjaan dari bidang pekerjaan yang terdampak pandemi.

Dengan begitu, mereka bisa mengasah kemampuan lama (re-skill), menambah kemampuan baru (up-skill) hingga punya kemampuan bekerja jarak jauh (remote working).

"Remote Skills Academy hadir di Indonesia untuk menginspirasi tenaga kerja, khususnya generasi muda, agar keterampilan mereka bisa hadir sebagai profesional yang cakap dan mampu bersaing di dunia digital saat ini," kata Managing Partner Livit dan Founder dari Remote Skills Academy, Lavinia Iosub, Rabu (9/2/2022).

Lavinia menambahkan, tidak hanya memberikan pelatihan, peserta juga akan dihubungkan dengan perusahaan mitra, sehingga lebih mudah membangun karir menjadi profesional di industri yang sesungguhnya.

Adapun kurikulum belajar yang dihadirkan dalam bentuk teori dan praktik.

Materinya seputar Virtual Assistance, Digital Marketing, Project Management, Online Business Manager, Scrum and Product Owner, SEO, hingga pengolahan media sosial dan pengelolaan website.

Seperti diketahui materi tersebut saat ini sedang dicari oleh berbagai perusahaan digital yang terus bermunculan, seiring meningkatnya platform digital di dalam dan luar negeri.

baca juga

Pelatihan remote skill ini juga sejalan dengan semakin tren digital nomad sejak awal pandemi 2019. Statistik mencatat ada lebih dari 4.000 digital nomad yang hidup di Bali, atau tertinggi di wilayah Asia Tenggara.

Digital nomad adalah pola kerja yang tidak terbatas waktu dan tempat, sehingga orang bisa bekerja kapan pun dan dimana pun, bahkan berlibur dan bekerja di saat bersamaan.

Ini menunjukkan bahwa adanya peluang yang sangat besar bagi tenaga kerja untuk mendapatkan penghasilan alternatif meski mata pencaharian utama mereka terdampak oleh pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selesaikan Masalah Global Guna Capai Perdamaian dan Stabilitas Dunia

Selesaikan Masalah Global Guna Capai Perdamaian dan Stabilitas Dunia

DPR | Selasa, 08 Februari 2022 | 21:46 WIB

4 Pekerjaan yang Bagus Untuk Fresh Graduate, Melatih Skill Komunikasi!

4 Pekerjaan yang Bagus Untuk Fresh Graduate, Melatih Skill Komunikasi!

Your Say | Selasa, 08 Februari 2022 | 21:27 WIB

Satgas Ungkap 90 Persen Lonjakan Kasus Positif Covid-19 Terjadi di Jawa-Bali

Satgas Ungkap 90 Persen Lonjakan Kasus Positif Covid-19 Terjadi di Jawa-Bali

News | Selasa, 08 Februari 2022 | 18:37 WIB

Terkini

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 22:02 WIB

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

×