facebook

Sepanjang Pandemi, Perempuan Lebih Pilih Produk Kecantikan yang Bikin Kulit Mereka Glowing

Fabiola Febrinastri
Sepanjang Pandemi, Perempuan Lebih Pilih Produk Kecantikan yang Bikin Kulit Mereka Glowing
Ilustrasi cantik. (Shutterstock)

Sebanyak 39,6% responden lebih mengutamakan efek glowing saat menggunakan skincare.

Suara.com - Waktu senggang yang dimiliki masyarakat karena pembatasan aktivitas sepanjang pandemi Covid-19 membuat produk-produk perawatan kulit (skincare) menjadi sangat diminati.

“Tadinya, kosmetik jenis dekoratif cukup baik penjualannya, kemudian drop 35%, berubah menuju kategori skincare karena WFH (work from home), sehingga ada waktu senggang untuk merawat diri. Pandemi merupakan era skincare," ujar CEO Martha Tilaar Group, dalam Industry Outlook #IIO2022, Jakarta, Rabu (9/1/2022).

Berdasarkan hasil survei Inventure-Alvara, sebanyak 39,6% responden lebih mengutamakan efek glowing saat menggunakan skincare, yang disusul dengan efek whitening sebanyak 21,7%.

Riset penggunaan skincare di masa pandemi. (Dok: Inventure-Alvara)
Riset penggunaan skincare di masa pandemi. (Dok: Inventure-Alvara)

Terkait efek glowing, ketika menggunakan skincare adalah karena adanya pergeseran standar. Hal ini terkait dengan kebiasaan mengikuti drama kekinian, yang banyak digemari kaum perempuan dan milenial.

Baca Juga: 5 Pemicu Jerawat pada Wajah yang Perlu Diketahui, Segera Hindari!

“Kalau dulu, anti-aging dan whitening digemari. Sekarang pengaruh K-drama dan K-kosmetik membuatnya bergeser ke glowing,” tambah Killa.

Terkait dengan pembelian produk kecantikan, sebanyak 49,1% responden lebih menyukai membeli produk kecantikan di official store, yang kemudian disusul pembelian secara langsung di toko offline sebesar 37%.

“Dulu perlu ada physical store dimana-mana dan harus ada tester, tapi kini, dengan terbukanya informasi online dimana-mana, maka review menjadi sangat penting untuk konsumen dalam membeli produk baru atau repeat. Akibatnya, reason to believe menjadi tinggi sekali,” ujar CEO Martha Tilaar Group.

Komentar