Sejarah dan Asal-usul Lontong Cap Go Meh, Makanan Peranakan Tionghoa Pengganti Bola Nasi

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Selasa, 15 Februari 2022 | 18:09 WIB
Sejarah dan Asal-usul Lontong Cap Go Meh, Makanan Peranakan Tionghoa Pengganti Bola Nasi
Lontong Cap Go Meh. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Dalam sejarahnya, lontong Cap Go Meh disajikan kaya akan rasa dan kondimen mulai dari opor ayam, sayur lodeh, hati panas dan pedas, telur pindang rebus, dan bubuk koya yang terbuat dari kedelai serta udang kering, pasta cabai, dan kerupuk udang.

Lontong Cap Go Meh diyakini sebagai menu masakan peranakan Tionghoa, yang disajikan ala tradisional Indonesia.

Asal-usul menu lontong tersebut diceritakan, ada di mana kedatangan imigran Tionghoa awal di Indonesia, yang kemudian menetap di kota-kota pesisir Utara Jawa.

Adapun beberapa wilayah yang menyajikan lontong Cap Go Meh adalah Semarang, Pekalongan, Lasem, Tuban, dan Surabaya saat awal periode Majapahit.

Resep Lontong Cap Go Meh ala Chef Martin Praja, Lengkap Dengan Bumbu Kedelai! (Dok: YouTube/Galeri Rasa Chanel)
Resep Lontong Cap Go Meh ala Chef Martin Praja, Lengkap Dengan Bumbu Kedelai! (Dok: YouTube/Galeri Rasa Chanel)

Berawal dari Imigran Tionghoa yang Kawin Campur
Selama menetap di Jawa, para imigran Tionghoa menikahi perempuan Jawa, lalu menciptakan budaya Peranakan Jawa-Tionghoa.

Mereka mulai terbiasa dengan masakan istri Jawa, sehingga saat Tahun Baru Imlek hingga perayaan Cap Go Meh, mereka menyajikan makanan pengganti yuanxiao (bola nasi) dengan lontong khas Nusantara.

Makanan lontong lokal ini kemudian disajikan dengan beberapa makanan lain seperti opor ayam dan sambal goreng ati. Hidangan ini diyakini merupakan cerminan antara pendatang Tionghoa dan masyarakat Jawa setempat.

Di samping itu, lontong Cap Go Meh juga dianggap sebagai simbol keberuntungan, di mana lontong yang kental dianggap lebih kaya dibanding bubur encer yang sering dianggap makanan orang miskin.

Karena bentuk lontongnya memanjang, ini melambangkan sebagai simbol umur panjang. Sedangkan telur melambangkan rejeki, dan kuah santan kunyit kekuningan melambangkan emas dan rejeki.

baca juga

Komponen Kuliner Lontong Cap Go Meh
Lontong Cap Go Meh memiliki beberapa bahan dan bumbu yang dicampur. Berikut beberapa komponennya:

  • Lontong yang dimasak dengan daun pisang
  • Opor ayam yang direbus dengan santan dan bumbu
  • Sayur lodeh
  • Sambal goreng ati, yakni hati sapi yang digoreng dengan sambal terasi
  • Telur pindang
  • Bubuk koya, yang merupakan campuran kedelai goreng giling dan bubuk udang kering
  • Acar, yang terdiri dari timun, wortel, bawang merah, dan cabai rawit
  • Sambal terasi
  • Kerupuk udang

Nah, sudah tahu kan sejarah asal-usul lontong Cap Go Meh, tertarik untuk menikmati?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Tradisi Cap Go Meh di Indonesia: dari Padang hingga Salatiga Rayakan Puncak Perayaan Tahun Baru Imlek

4 Tradisi Cap Go Meh di Indonesia: dari Padang hingga Salatiga Rayakan Puncak Perayaan Tahun Baru Imlek

News | Selasa, 15 Februari 2022 | 17:10 WIB

Dukung Cegah Penyebaran Covid-19, Voice Dragon Sport Pontianak Tiadakan Ritual Bakar Naga: Naga Hanya Kami Pajang

Dukung Cegah Penyebaran Covid-19, Voice Dragon Sport Pontianak Tiadakan Ritual Bakar Naga: Naga Hanya Kami Pajang

Kalbar | Selasa, 15 Februari 2022 | 15:53 WIB

Resep Lontong Cap Go Meh ala Chef Martin Praja, Lengkap Dengan Bubuk Kedelai!

Resep Lontong Cap Go Meh ala Chef Martin Praja, Lengkap Dengan Bubuk Kedelai!

Lifestyle | Selasa, 15 Februari 2022 | 15:30 WIB

Terkini

Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib

Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Desil Berapa yang Nggak Boleh Beli Pertalite? Begini Cara Ceknya!

Desil Berapa yang Nggak Boleh Beli Pertalite? Begini Cara Ceknya!

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Apa Arti Kemajuan Jika Alam Tak Lagi Bisa Bertahan?

Apa Arti Kemajuan Jika Alam Tak Lagi Bisa Bertahan?

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:18 WIB

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Riau | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:03 WIB

×