facebook

Cari Tempat Ngabuburit? Kenalkan Seni Pada Anak di Museum MACAN Saja, Yuk!

Vania Rossa | Dinda Rachmawati
Cari Tempat Ngabuburit? Kenalkan Seni Pada Anak di Museum MACAN Saja, Yuk!
Theresia Agustina Sitompul: Kembara Biru di Museum MACAN. (Dok, Museum MACAN)

Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN baru saja menampilkan karya dari seniman grafis senior Indonesia, Theresia Agustina Sitompul yang bertajuk Kembara Biru.

Suara.com - Sedang mencari tempat yang tepat untuk membawa keluarga ngabuburit? Museum MACAN bisa menjadi pilihan, karena selain menyenangkan, Anda juga bisa mengenalkan anak-anak pada dunia seni sejak dini.

Terlebih, sejak Desember 2021 hingga 15 Mei 2022 mendatang, Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN Tromarama: The Lost Jungle tengah digelar. Ini merupakan instalasi digital imersif yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi anak-anak dan keluarga serta merangsang kreativitas mereka dalam banyak cara.

Terbaru, pameran Ruang Seni Anak Komisi UOB Museum MACAN baru saja menampilkan karya dari seniman grafis senior Indonesia, Theresia Agustina Sitompul yang bertajuk Kembara Biru, yang akan dibuka dari tanggal 9 April 2022 hingga 30 Oktober 2022.

Kembara Biru, menurut Theresia, dibuat untuk merespon adanya peralihan kegiatan-kegiatan yang terjadi di rumah sejak merebaknya pandemi. Saat ini, seperti yang kita tahu, rumah telah beralih fungsi menjadi tempat bersosialisasi, kantor, dan juga sekolah.

Baca Juga: Deretan Ide Ngabuburit Seru yang Bisa Dicoba saat Nunggu Waktu Buka Puasa Tiba

Multi fungsi ini mencerminkan banyaknya peran yang dimainkan Theresia: sebagai seorang ibu, pendidik, dan juga perupa. Pengalamannya sewaktu berada di rumah selama masa pembatasan sosial inilah yang menginspirasinya dalam membuat karya.

"Hal ini telah mentransformasi meja dapur dan ruang keluarga menjadi arena berimajinasi agar anak-anak dan keluarga dapat berinteraksi dan belajar di lingkungan yang menyenangkan," ujar dia dalam pembukaan pameran secara darung dan luring, Rabu (6/4/2022).

Dengan memanfaatkan kertas karbon sebagai bahan artistik utama dengan benda-benda kecil sehari-hari seperti kancing dan perban, Theresia pun mendorong anak-anak untuk berhenti sejenak dan menjauh dari layar digital mereka.

Ia lalu menjelajahi lingkungan rumah dan menemukan kembali kegembiraan dalam menciptakan benda-benda dengan menggunakan tangan mereka sendiri. Ia meyakini bahwa dalam situasi pandemi sekalipun, kita semua dapat berkarya dengan memanfaatkan bahan-bahan yang paling sederhana.

"Imajinasi anak-anak bagaikan langit yang biru – cerah, ceria dan tanpa batas. Lalu mengapa kita berfokus pada batasan padahal kita dapat mengeksplorasi banyak kemungkinan? Kita memiliki sepasang tangan yang dapat menciptakan jutaan hal menakjubkan," kata dia.

Baca Juga: Asyiknya Ngabuburit Sambil Memanah, Remaja Banjarnegara Asah Konsentrasi dan Fisik

Theresia mengatakan, kita memang tidak dapat pergi kemana-mana, tetapi kita selalu bisa membuat karya seni dari bahan-bahan paling sederhana.

Komentar