facebook

Buka Puasa di China, Roti Panggang Hingga Mi Gandum Jadi Sajian Khas Favorit

M. Reza Sulaiman
Buka Puasa di China, Roti Panggang Hingga Mi Gandum Jadi Sajian Khas Favorit
Ilustrasi buka puasa. [Dok.Pixabay.com]

Bagi umat Islam di Indonesia, menu buka puasa yang biasa tersaji antara lain lontong, bakwan, atau tahu goreng. Bagaimana dengan di China?

Suara.com - Bagi umat Islam di Indonesia, menu buka puasa yang biasa tersaji antara lain lontong, bakwan, atau tahu goreng. Bagaimana dengan di China?

Diungkap Wakil Duta Besar RI untuk China Dino R Kusnadi mengatakan roti panggang, mie gandum, serta yoghurt menjadi hidangan khas warga minoritas Muslim di China saat berbuka puasa di bulan Ramadhan.

“Kuliner saat berbuka puasa, itu yoghurt, roti panggang, roti canai , mie khusus terbuat dari gandum, ayam berkaldu dan roti itu disobek dan dimasukkan ke dalam kuahnya itu, manis-manisan ada, kurma menjadi makanan pembuka,” ujar Wakil Duta Besar RI untuk China Dino R Kusnadi dalam acara “ANTARA Ngobrol Bareng Edisi Ramadhan Mancanegara”.

Meskipun umat Islam di China berasal dari kelompok etnis minoritas seperti Hui, Uighur, dan lainnya, suasana keislaman sangat kental.

Baca Juga: Tips Puasa Sehat Ade Rai: Hilangkan Mental Balas Dendam saat Buka Puasa

“Nilai-nilai tradisional keIslaman tetap sama, hanya mungkin cuaca dan kultur budaya yang sedikit berbeda dengan yang berada di Indonesia. Tahun yang lalu saya pernah berkunjung ke Xinjiang, memang bukan suasana Lebaran, tapi dari segi religi keIslaman tetap sama, mereka melaksanakan ibadah bersama, namun kulturnya lebih dekat ke Asia tengah,” kata Dino.

Ia mengatakan umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, shalat, maupun ibadah lainnya di China mendapat dukungan oleh masyarakat sekitar yang menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadahnya.

“Saya merasakan sekali kenyamanan dan dilindungi sekali,” kata Dino.

Pada masa pandemi COVID-19, lanjut dia, masjid dan tempat ibadah lainnya ditutup untuk menghindari penyebaran virus corona.

“Melakukan kebijakan toleransi nol , jika ditemukan satu yang positif COVID-19, maka satu kompleks perumahan akan diminta tes, ini yang saat ini dilakukan, sehingga untuk mengurangi penyebaran, kegiatan umum yang memerlukan banyak kontak disarankan ditunda dahulu. Kompleks masjid disarankan untuk tidak dibuka dahulu dan ibadah itu dilakukan secara pribadi di rumah masing-masing,” kata Dino.

Baca Juga: Waspada, Kelebihan Nutrisi Saat Sahur dan Buka Puasa Ternyata Picu Hipertensi hingga Gagal Jantung

Untuk keluarga besar WNI, lanjut dia, KBRI Beijing membuka tempat untuk pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan.

Komentar