Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Geger Platform Emas Digital Gagal Bayar Nasabah Gegara Aksi Tarik Dana Massal

M Nurhadi

Minggu, 01 Februari 2026 | 16:02 WIB
Geger Platform Emas Digital Gagal Bayar Nasabah Gegara Aksi Tarik Dana Massal
ilustrasi emas (freepik)
baca 10 detik
  • Operator emas daring terkemuka, Jieworui, di Shenzhen mengalami krisis likuiditas akut dengan dana tertahan sekitar Rp29,5 triliun.
  • Jieworui menawarkan leverage sangat tinggi hingga 40 kali lipat serta imbal hasil menarik bagi nasabah sejak krisis memuncak 20 Januari.
  • Pemerintah Shenzhen membentuk satuan tugas khusus setelah 150.000 korban protes karena pembatasan penarikan dana secara sepihak.

Suara.com - Pusat perhiasan dan emas terbesar di China, Shenzhen Shuibei, kini tengah diguncang skandal besar. Jieworui, operator perdagangan emas daring terkemuka, dikabarkan mengalami krisis likuiditas akut dan gagal memenuhi kewajiban pembayaran kepada nasabahnya.

Nilai dana yang tertahan diperkirakan mencapai 13,4 miliar yuan atau setara dengan kurang lebih Rp29,5 triliun.

Ironisnya, kemacetan dana ini terjadi justru saat harga emas dunia menyentuh rekor tertinggi baru di level US$5.200 per troy ons pada Rabu lalu.

Lonjakan harga yang seharusnya menguntungkan justru menjadi pemicu kesulitan penarikan dana (redemption) massal bagi platform tersebut.

Modus Operandi dan Praktik Leverage Tinggi

Jieworui beroperasi di kawasan industri emas paling komprehensif di Tiongkok. Selain melayani jual-beli dan daur ulang logam mulia fisik, platform ini juga menawarkan layanan spekulasi emas non-fisik.

Berdasarkan laporan media setempat, Jieworui menyediakan fasilitas leverage (daya ungkit) yang sangat berisiko, hingga mencapai 40 kali lipat.

Untuk menarik minat konsumen, platform ini menggunakan strategi promosi yang sangat agresif, seperti:

  • Pembebasan biaya pemrosesan emas.
  • Penawaran harga beli kembali (buyback) yang jauh di atas rata-rata pasar.
  • Janji imbal hasil yang menarik bagi nasabah yang menyetorkan emas fisik atau perak mereka.

150 Ribu Korban dari Kalangan Ibu Rumah Tangga

baca juga

Data per 27 Januari 2026 menunjukkan jumlah korban yang terdampak telah melampaui 150.000 orang. Sebagian besar korban merupakan masyarakat kelas pekerja dan ibu rumah tangga yang tergiur dengan skema investasi tersebut.

Krisis mulai memuncak sejak 20 Januari ketika banyak investor mengaku tidak bisa menarik dana mereka.

Situasi semakin memburuk pada 26 Januari saat platform secara sepihak membatasi penarikan harian hanya sebesar 500 yuan (sekitar Rp1,1 juta) dan 1 gram emas.

Kondisi ini memicu gelombang protes besar-besaran di Shenzhen hingga berujung pada bentrokan dengan pihak kepolisian.

Menanggapi gejolak sosial tersebut, Pemerintah Kota Shenzhen mengumumkan telah membentuk satuan tugas khusus untuk mengintervensi masalah ini dan memastikan perusahaan memenuhi kewajibannya kepada investor.

Di sisi lain, pemilik Jieworui, Zhang Zhiteng, merilis pernyataan video yang berusaha menenangkan para investor.

Ia berjanji akan memberikan penjelasan yang memuaskan dan mengeklaim telah secara sukarela meminta pengawasan pemerintah atas seluruh aset perusahaan. Manajemen Jieworui menegaskan bahwa aset nasabah masih aman dan tidak tersentuh.

Saat ini, skema penyelesaian sedang dalam tahap negosiasi antara pihak perusahaan dan regulator. Proses ini diperkirakan memakan waktu antara 7 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan final mengenai pengembalian dana nasabah.


DISCLAIMER: Investasi pada instrumen emas, terutama yang melibatkan skema leverage tinggi dan platform daring non-reguler, memiliki risiko kerugian modal yang sangat besar. Artikel ini disusun berdasarkan laporan media internasional mengenai situasi di Tiongkok dan bukan merupakan saran investasi. Pastikan Anda hanya bertransaksi melalui pialang atau lembaga keuangan yang memiliki izin resmi dari otoritas berwenang (seperti Bappebti atau OJK di Indonesia) guna menghindari risiko gagal bayar serupa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Drama China You Are My Hero: Ketika Medis dan Militer Bertemu

Drama China You Are My Hero: Ketika Medis dan Militer Bertemu

Your Say | Minggu, 01 Februari 2026 | 15:35 WIB

Timnas Indonesia U-17 Tantang China dalam Uji Coba Jelang Piala Asia U-17 2026

Timnas Indonesia U-17 Tantang China dalam Uji Coba Jelang Piala Asia U-17 2026

Bola | Minggu, 01 Februari 2026 | 13:43 WIB

Profil Peter Sondakh: Konglomerat Rajawali Corpora, 'Penguasa' Tambang Emas ARCI

Profil Peter Sondakh: Konglomerat Rajawali Corpora, 'Penguasa' Tambang Emas ARCI

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 10:10 WIB

Terkini

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:01 WIB

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:54 WIB

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:48 WIB

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:42 WIB

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:40 WIB

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:15 WIB

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:10 WIB

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:12 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB