Guna Cegah PMK, Warga Diimbau Olah Daging Sapi dengan Tepat, Begini Caranya

Agatha Vidya Nariswari

Kamis, 12 Mei 2022 | 17:58 WIB
Guna Cegah PMK, Warga Diimbau Olah Daging Sapi dengan Tepat, Begini Caranya
Tamami (50) peternak sapi menunjukan cara tradisional pengobatan PMK dengan asap belerang. [SuaraJatim/Zen Arifin]

Suara.com - Penyakit mulut dan kuku pada hewan kini kian merebak. Oleh sebab itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta mengimbau para warga untuk mengolah daging sapi dengan tepat dan benar sebelum dikonsumsi. Hal itu untuk menghindari PMK.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati menyatakan bahwa hal itu dapat dilakukan agar masyarakat tetap dapat mengkonsumsi daging saat ramai kekhawatiran penyebaran penyakit mulut dan kuku.

Suharini memberi arahan bagi para ibu rumah tangga, katering jika daging, susu dan turunannya masih bisa dikonsumsi asalkan dengan perlakuan khusus.

"Untuk ibu rumah tangga, para katering, sesungguhnya yang namanya daging, susu dan turunannya itu tetap bisa dikonsumsi dengan perlakuan tertentu," kata Suharini Eliawati di Jakarta, Kamis.

Suharini mengingatkan jangan sampai daging sapi yang sebetulnya dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi menjadi turun kualitas karena penanganan yang kurang tepat.

Cara mengolah daging sapi

"Apa contohnya? Begitu kita akan menyimpan dalam freezer pastikan secukupnya dengan kebutuhan kita. Jangan dua kilo, lima kilo dimasukkan ke freezer tapi nanti dikeluarkan kita ambil sepotong dimasukkan kembali. Itu akan menurunkan kualitas," ujar Suharini.

Hal yang sama juga berlaku bagi warga yang ingin mengkonsumsi jeroan di tengah kekhawatiran PMK yang merebak.

"Kemudian bagian dari jeroannya kita harus hati-hati. Sebaiknya memang harus melalui perebusan.
Isi rumennya harus diperlakukan sebaik-baiknya karena kalaupun tidak ada PMK itu akan mencemari lingkungan," ujar Suharini.

baca juga

Tak hanya daging sapi, Suharini mengatakan susu yang dihasilkan dari sapi juga perlu diolah dengan cara melakukan dipanaskan.

"Susu sebaiknya dipanaskan kurang lebih lima menit. Kalau dulu kita kenalnya dengan pasteurisasi, sekarang kita sampai mendidih dulu baru kemudian didinginkan di kulkas atau kita konsumsi," tutur Suharini. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan untuk Warga Jakarta, Cara Mengolah Daging Agar Tidak Kena Penyakit Mulut dan Kuku

Pesan untuk Warga Jakarta, Cara Mengolah Daging Agar Tidak Kena Penyakit Mulut dan Kuku

News | Kamis, 12 Mei 2022 | 17:50 WIB

Gejala Klinis Mirip PMK pada Hewan Ternak Ditemukan di Lampung, Masih Tunggu Hasil Uji Lab

Gejala Klinis Mirip PMK pada Hewan Ternak Ditemukan di Lampung, Masih Tunggu Hasil Uji Lab

Lampung | Kamis, 12 Mei 2022 | 17:50 WIB

Harga Ayam dan Sapi Tinggi, Pedagang Bakso di Medan Menjerit: Duh Peninglah!

Harga Ayam dan Sapi Tinggi, Pedagang Bakso di Medan Menjerit: Duh Peninglah!

Sumut | Kamis, 12 Mei 2022 | 17:11 WIB

Daerah Mulai Waspada Wabah Penyakit Mulut dan Kuku, Perketat Distribusi Hingga Larang Pemesanan Ternak

Daerah Mulai Waspada Wabah Penyakit Mulut dan Kuku, Perketat Distribusi Hingga Larang Pemesanan Ternak

News | Kamis, 12 Mei 2022 | 16:31 WIB

Cegah PMK, Pemkot Bandung Libatkan Polisi untuk Awasi Jalur Distribusi Hewan Ternak

Cegah PMK, Pemkot Bandung Libatkan Polisi untuk Awasi Jalur Distribusi Hewan Ternak

Jabar | Kamis, 12 Mei 2022 | 16:27 WIB

Terkini

Advokat Ingatkan RUU Perampasan Aset, Minta Harta Pejabat Sebelum Menjabat Tak Ikut Disita

Advokat Ingatkan RUU Perampasan Aset, Minta Harta Pejabat Sebelum Menjabat Tak Ikut Disita

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Pertamina Patra Niaga Intensifkan Penyaluran BBM, Pelayanan SPBU Terus Dioptimalkan

Pertamina Patra Niaga Intensifkan Penyaluran BBM, Pelayanan SPBU Terus Dioptimalkan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Blue Dragon Film Awards ke-47 Umumkan Nominasi, HOPE Pimpin 10 Nominasi

Blue Dragon Film Awards ke-47 Umumkan Nominasi, HOPE Pimpin 10 Nominasi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Anime BLEACH Tamat Setelah 22 Tahun, Perjalanan Ichigo Resmi Berakhir

Anime BLEACH Tamat Setelah 22 Tahun, Perjalanan Ichigo Resmi Berakhir

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Ada 53 Titik Demo Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, 1.249 Polisi Disiagakan Atur Lalu Lintas

Ada 53 Titik Demo Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, 1.249 Polisi Disiagakan Atur Lalu Lintas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:08 WIB

ASCOPE ke-51 di Bali Perkuat Resiliensi Rantai Pasok Energi Kawasan ASEAN

ASCOPE ke-51 di Bali Perkuat Resiliensi Rantai Pasok Energi Kawasan ASEAN

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Jelang Aksi 28 Oktober, Pemerintah Minta Aparat Humanis

Jelang Aksi 28 Oktober, Pemerintah Minta Aparat Humanis

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:06 WIB

Viral Pembalut Kena Pajak, Netizen Merasa Aneh Padahal untuk Kebutuhan Biologis Primer

Viral Pembalut Kena Pajak, Netizen Merasa Aneh Padahal untuk Kebutuhan Biologis Primer

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib

Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Aksi Unjuk Rasa Jakarta Tak Ubah Jadwal Kereta Gambir, KAI Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal

Aksi Unjuk Rasa Jakarta Tak Ubah Jadwal Kereta Gambir, KAI Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:01 WIB

×