facebook

Kisah Sri Wigatiningsih, Berdayakan Perempuan Hingga Ekspor Ribuan Kerajinan Tangan ke 4 Negara Asia

Bimo Aria Fundrika
Kisah Sri Wigatiningsih, Berdayakan Perempuan Hingga Ekspor Ribuan Kerajinan Tangan ke 4 Negara Asia
Kisah Sri Wigatiningsih, Berdayakan Perempuan Hingga Ekspor Ribuan Kerajinan Tangan ke 4 Negara Asia. (Dok: Shopee)

Produsen aksesori masker untuk perempuan ini sukses menembus pasar ekspor ke empat negara.

Suara.com - Siapa sangka jika karya salah satu UMKM asal sebuah desa di Jawa Timur mampu menembus ekspor ke empat negara sekaligus.  UMKM itu ialah Dinova Store asal Dusun Panggungploso di Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Produsen aksesori masker untuk perempuan ini sukses menembus pasar ekspor ke empat negara bersama salah satu e-commerce, yang memampukan dia memberdayakan perempuan desa di daerahnya.  Demikian seperti dikutip dari siaran pers dari Shopee Indonesia. 

Pemilik Dinova Store, Sri Wigatiningsih, mengatakan bahwa banyak perempuan desa yang merupakan warga asli daerah tempat tinggalnya memilih untuk tidak bekerja karena harus tetap berada di rumah untuk menjaga anak-anak dan mengurus rumah tangga. Sementara, Sri melanjutkan, banyak dari mereka yang mengeluhkan kondisi ekonomi.

“Dari situ saya memiliki tekad untuk suatu saat dapat membuat usaha dengan mengajak mereka bekerja dan akhirnya bisa berpenghasilan tanpa perlu meninggalkan desa ini,” jelas Sri. 

Baca Juga: Jokowi Buka Lagi Kran Ekspor CPO, PKS: Terkesan Gagah Berani Hadapi Mafia Migor, Tapi Ujung-ujungnya Jilat Ludah Sendiri

Kisah Sri Wigatiningsih, Berdayakan Perempuan Hingga Ekspor Ribuan Kerajinan Tangan ke 4 Negara Asia. (Dok: Shopee)
Kisah Sri Wigatiningsih, Berdayakan Perempuan Hingga Ekspor Ribuan Kerajinan Tangan ke 4 Negara Asia. (Dok: Shopee)

Sri mengatakan bahwa pihaknya menyediakan berbagai aksesori perempuan seperti strap dan konektor masker, ikat rambut, tas piring, hingga pakaian. Untuk dapat mengembangkan usahanya, dirinya terus mengikuti tren yang sedang berlaku, sehingga dari yang awalnya hanya memiliki 1 karyawan, kini Dinova Store telah memiliki 9 karyawan dan 7 mitra penjahit.

“Awalnya di tahun 2017 saya hanya bersama 1 orang karyawan membuat bros. Karena tren ini mulai menurun, saya mulai membuat strap dan konektor masker pada tahun 2019. Awalnya saya berjualan di media sosial pribadi. Kemudian saya mulai banyak mendengar tentang jualan online di Shopee, lalu saya coba. Alhamdulillah ternyata pecah telur di awal tahun 2020. Ditambah setelah itu muncul pandemi, jadi semakin banyak lagi orderan datang,” jelas Sri. 

Berbagai optimalisasi penjualan dilakukan Dinova Store agar usahanya kian berkembang,seperti promosi iklan, memaksimalkan fitur-fitur yang ada di e-commerce Shopee, hingga mengikuti program Shopee Ekspor. Setelah mencoba ekspor di tahun 2020, Dinova Store sukses menjual produknya hingga ke empat negara yaitu Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Filipina. 

Sri mengaku, awalnya lokasi bisnisnya yang berada di desa menjadi kendala yang dihadapi Dinova Store. Untuk menyiasati itu, dia bekerja sama dengan banyak ekspedisi yang memiliki komitmen mengejar kecepatan dalam pengiriman.

“Karena dari desa, saya harus punya strategi bagaimana caranya produk saya cepat sampai ke customer. Saya aktifkan ekspedisi mana saja yang punya track record barang sampai dengan cepat dan aman. Jadi pembeli punya banyak pilihan jasa kirim dan cepat sampai,” jelasnya. 

Baca Juga: Pertamina Jamin Ketersediaan Pasokan LPG Bagi UMKM Lewat Program Pinky Movement

Berdayakan Ibu-Ibu Rumah Tangga di Desanya 

Komentar