facebook

Punya Kelainan Genetik, Kulit Gadis Ini Tak Boleh Terpapar Sinar UV

Rima Sekarani Imamun Nissa | Dyah Ayu Nur Wulan
Punya Kelainan Genetik, Kulit Gadis Ini Tak Boleh Terpapar Sinar UV
Bangun pagi, kasur,sinar matahari (Pixabay/Skitterphoto)

Dia mengidap penyakit langka sehingga butuh upaya ekstra untuk melindungi kulitnya dari paparan sinar UV.

Suara.com - Setiap hari, banyak aktivitas yang perlu kita lakukan di bawah terik sinar matahari. Namun, bagamana jadinya jika ternyata Anda tidak bergitu bersahabat dengan paparan sinar UV?

Hal itulah yang dialami Fahza Syafira Karin. Dilansir dari mStar, Selasa (24/5/2022), sosok gadis asal Sumatera Barat ini sempat viral di TikRok karena memiliki penyakit yang membuatnya tidak boleh terpapar sinar UV.

Dalam istilah medis, penyakit itu disebut Xeroderma Pigmentosum. Menurut Alodokter, Xeroderma Pigmentosum merupakan kelainan genetik yang mengakibatkan penderitanya menjadi sangat sensitif terhadap sinar matahari. Xeroderma pigmentosum juga tergolong penyakit langka yang diperkirakan hanya mempengaruhi 1 dari 250.000 orang di seluruh dunia. 

Biasanya, gejala dari Xeroderma Pigmentosum muncul ketika pengidap masih bayi. Tanda-tandanya akan tampak di area badan yang sering terpapar sinar matahari. Begitupun yang dialami Fahza.

Baca Juga: Bocah Senggol Patung Teletubbies Seharga Rp 98 Jutaan hingga Pecah, Warganet Curiga: Kayak Jebakan

"Menurut keluarga, saya dilahirkan normal seperti bayi yang lain dan tidak ada masalah kulit. Namun, ketika saya berusia satu tahun, mulai muncul bintik-bintik hitam di badan saya," jelas Fahza

Ilustrasi terik sinar matahari. (Shutterstock)
Ilustrasi terik sinar matahari. (Shutterstock)

Sebelumnya, Fahza juga pernah sakit campak saat berusia sembilan bulan. Saat bintik-bintik hitam itu muncul, Fahza kemudian langsung dibawa ke dokter dan pakar kesehatan untuk mencari tahu penyakit apa sebenarnya penyakit yang dia derita. Setelah beberapa kali menjalani pemeriksaan, barulah Fahza divonis mengidap penyakit Xeroderma Pigmentosum.

Walaupun kondisinya tidak dapat diobati, Fahza merasa bersyukur karena setidaknya penyakit kulit tersebut tidak menular. Lalu, apakah fahza tetap bisa hidup normal seperti manusia lainnya?

Memiliki penyakit yang tidak boleh terpapar sinar matahari, rupanya tidak menjadikan Fahza seperti vampir yang hanya boleh berkeliaran pada waktu malam. 

"Saya masih diperbolehkan untuk melakukan aktivitas di luar, tetapi saya harus memakai sunblock dan payung atau topi untuk melindungi diri. Walaupun berpenyakit seperti ini, saya juga sama dengan orang biasa yang boleh mengenakan makeup, skincare, dan lain-lain," ungkap Fahza.

Baca Juga: Siswa Terlihat Serius Baca Buku Ternyata Tertidur, Kelopak Matanya Digambar Seolah-olah sedang Melek, Netizen: Kocak!

Komentar