facebook

Syarat Perjalanan Dilonggarkan, Jumlah Pemesanan Transportasi Hingga Hotel Perlahan Meningkat

Bimo Aria Fundrika
Syarat Perjalanan Dilonggarkan, Jumlah Pemesanan Transportasi Hingga Hotel Perlahan Meningkat
Ilustrasi liburan. (Allianz)

Sepanjang April hingga pertengahan Mei 2022, Traveloka mencatatkan kenaikan traffic dan juga pemesanan transportasi selama libur lebaran,

Suara.com - Pemerintah terus melonggarkan syarat perjalanan seiring dengan membaiknya pandemi Covid-19 di Indonesia. Stiuasi tersebut membuat antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan dan berlibur meningkat. 

Antusiasme ini terefleksi di aplikasi Traveloka. Dalam keternagan yang diterima Suara.com, Rabu, (25/5/2022), sepanjang April hingga pertengahan Mei 2022, Traveloka mencatatkan kenaikan traffic dan juga pemesanan transportasi selama libur lebaran, seperti pemesanan tiket kereta api yang melonjak 56 persen, bus dan shuttle (51 persen) dan pesawat (39 persen) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tren kenaikan pemesanan juga terjadi pada layanan akomodasi yang mengalami peningkatan hingga 32 persen dibandingkan dengan kuartal 1 tahun ini dengan destinasi favorit untuk menginap meliputi Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya dan Bali.

Selain layanan akomodasi dan transportasi, layanan Traveloka lain seperti Traveloka Xperience juga mencatatkan pertumbuhan transaksi tertinggi di tahun ini, naik hingga tiga kali lipat terutama untuk produk-produk atraksi wisata serta spa dan kecantikan.

Baca Juga: Arab Saudi Larang Warganya Berkunjung ke Indonesia, Begini Respons Sandiaga

Ilustrasi hotel bintang 5. (Envato)
Ilustrasi hotel bintang 5. (Envato)

Traveloka Eats juga mengalami peningkatan penjualan di bulan Ramadan hingga 62 persen saat jam buka puasa. Hal ini berimbas positif terhadap bisnis ribuan mitra Traveloka dan menambah optimisme mereka untuk turut mendukung pemulihan ekosistem pariwisata nasional.

“Tingginya kenaikan traffic di berbagai layanan Traveloka selama libur lebaran merefleksikan tingginya minat dan kepercayaan masyarakat untuk kembali melakukan perjalanan wisata secara aman dan nyaman. Kami optimis sektor pariwisata nasional akan semakin cepat pulih didukung keberhasilan upaya-upaya penanggulangan pandemi COVID-19 yang dilakukan pemerintah dan ketaatan masyarakat dalam menjalani protokol kesehatan,” kata Albert, Co-Founder & Chief External Relations Officer, Traveloka.

Pemerintah memprediksi sekitar 85,5 juta orang melakukan aktivitas mudik di tahun ini. Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memperkirakan potensi perputaran uang di daerah saat libur lebaran mencapai Rp 72 triliun. Momen tersebut juga memberikan dampak positif terhadap destinasi wisata di daerah yang dilewati pemudik.

Menyusul kebijakan pelonggaran perjalanan yang ditetapkan pemerintah, mulai 18 Mei 2022 masyarakat yang bepergian dengan pesawat terbang ke tujuan domestik dan internasional tidak perlu menyertakan tes antigen atau PCR. Hal ini diharapkan dapat menjadi titik balik kebangkitan sektor perjalanan. Pada periode April-Mei 2022, Traveloka mencatat kenaikan pencarian untuk perjalanan domestik sebesar 51,59 persen dan luar negeri sebesar 82,80 persen dibandingkan periode Februari-Maret 2022.

Baca Juga: Dua Objek Wisata di Jawa Barat Ini Jadi Destinasi Wisata Favorit selama Libur Lebaran

Komentar