facebook

Makin Banyak Masyarakat Desa Melek Internet, Literasi Digital Perlu Menyasar Daerah Jauh dan Terpencil

M. Reza Sulaiman
Makin Banyak Masyarakat Desa Melek Internet, Literasi Digital Perlu Menyasar Daerah Jauh dan Terpencil
Ilustrasi literasi digital. [Freepik]

Kecakapan menggunakan internet di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, seiring bertambah luasnya daerah yang kini bisa mengakses internet.

Suara.com - Kecakapan menggunakan internet di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, seiring bertambah luasnya daerah yang kini bisa mengakses internet.

Hal ini membuat kemampuan literasi digital semakin penting, sebab melek digital juga perlu diimbangi dengan etika berinternet.

Inilah yang mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) untuk melakukan Literasi Digital di sektor pendidikan tingkat perguruan tinggi.

Tujuan dari kolaborasi antara Kemenkominfo dan UGM adalah untuk mengedukasi masyarakat desa mengenai teknologi digital melalui KKN-PPM mahasiswa UGM dalam rangka mendukung program Literasi Digital oleh Kemenkominfo.

Baca Juga: 5 Jenis Konten Negatif Berdasarkan UU ITE yang Wajib Warganet Tahu, Jangan Ikut Nyebarin Ya!

Kemenkominfo bekerja sama dengan UGM untuk menjadikan 4 pilar utama Literasi Digital yang meliputi kecakapan digital (digital skill), etika digital (digital ethics), budaya digital (digital culture), dan keamanan digital (digital safety) sebagai salah satu materi penyuluhan untuk masyarakat desa dalam aktivitas KKN-PPM Periode 2 Tahun 2022.

Di hadapan ribuan mahasiswa, Rektor UGM Ova Emilia menegaskan bahwa pelaksanaan KKN-PPM merupakan salah satu wujud komitmen UGM dalam mengimplementasikan Education for Sustainable Development (ESD), yaitu pendidikan yang mendorong perubahan dalam pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai, dan sikap untuk memungkinkan masyarakat yang lebih berkelanjutan dan adil bagi semua.

Hal ini dilakukan untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030, yaitu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.

“Untuk periode kedua tahun 2022 ini, tema kita memperkokoh jaringan persatuan dan kesatuan bangsa dengan berkolaborasi dengan banyak pihak. Kami berikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kemenkominfo RI melalui program Literasi Digital untuk KKN-PPM periode ini,” jelasnya.

Sebanyak 6247 mahasiswa yang akan diterjunkan dalam KKN-PPM Periode 2 Tahun 2022 telah diberikan pembekalan khusus mengenai 4 pilar utama Literasi Digital melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) oleh Kemenkominfo yang dilaksanakan pada 9-10 Juni 2022 lalu.

Baca Juga: Menakar Peluang Ganjar di Pilpres 2024 Usai Rakernas PDIP, Pengamat Politik: Semua Masih Punya Kesempatan

Satu kelompok KKN terdiri dari 20 hingga 30 mahasiswa yang bertugas mengedukasi satu desa sesuai dengan proposal termasuk melakukan penyuluhan mengenai Literasi Digital. Materi tentang Literasi Digital tersebut akan diteruskan kepada masyarakat di 441 desa yang tersebar dalam 199 kecamatan, 85 kabupaten/kota, 28 provinsi di Indonesia.

Komentar