Imbangi Kemampuan Muridnya Pakai Teknologi, Guru Kini Dituntut Jadi GAPTEK, Apa Itu?

Rabu, 29 Juni 2022 | 16:50 WIB
Imbangi Kemampuan Muridnya Pakai Teknologi, Guru Kini Dituntut Jadi GAPTEK, Apa Itu?
Ilustrasi anak belajar daring. (Istimewa)

Suara.com - Di masa teknologi digital sudah berkembang sangat pesat, guru kini diminta GAPTEK untuk mengimbangi muridnya yang bisa sangat cepat menguasai teknologi.

Eits, gaptek yang dimaksud bukan gagap teknologi, melainkan gesit, aktif, dan pintar teknologi yang disingkat GAPTEK, seperti yang dijelaskan perwakilan ICT Watch, M. Johandi saat Webinar Makin Cakap Digital 2022 segmen pendidikan wilayah NTB.

"Untuk menghadirkan pembelajaran berkualitas, maka salah satu tuntutan dengan pendekatan pembelajaran penerapan sistem pendidikan yang mengedepankan teknologi atau Technological Pedagogic Content Knowledge (TPACK), dengan konten materi dan teknologi yang mendukung,” ujar Johandi, melalui keterangan yang diterima suara.com, Rabu (29/6/2022).

Ia menambahkan, saat para guru dituntut GAPTEK, para pelajar tetap harus menjunjung nilai Pancasila saat proses belajar di sekolah maupun di lingkungan nyata maupun dunia digital.

Ilustrasi Belajar Online (Pixabay)
Ilustrasi Belajar Online (Pixabay)

Nilai pancasila yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berkebinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri, harus diterapkan termasuk saat menggunakan sosial media maupun saat membuat konten digital.

Apalagi kata dia, kini di Indonesia etika di ruang digital diatur dalam pelanggaran pidana atau undang-undang ITE, sehingga harus bertanggung jawab, sadar, jujur hingga dilarang menyebarkan berita hoax di dunia digital sekalipun.

Webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan merupakan program lanjutan Literasi Digital Nasional tahun lalu ini, menyebutkan teknologi jadi berkah untuk dunia pendidikan Indonesia.

Apalagi lewat teknologi guru jadi lebih mudah dan melakukan monitoring murid dari jarak jauh sekalipun, tetapi bisa melakukan kegiatan belajar mengajar.

Hal ini terlihat dari hadirnya platform Rumah Belajar dan sistem e-learning Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bisa dimanfaatkan para guru.

Baca Juga: 5 Hal Positif apabila Guru Memilih Acak Anggota Tim untuk Tugas Kelompok

Tapi Kepala Sekolah MAN 1 Mataram NTB Dr. Lalu Sirajul Hadi mengkritisi teknologi digital bisa jadi pisau bermata dua, karena juga bisa menyebabkan dampak buruk. Jika tidak dikenali sistem dan cara kerja platform termasuk harus dibarengi edukasi menggunakannya untuk guru dan murid agar efeknya positif.

“Pendidikan di Indonesia akan semakin maju dengan pemanfaatan teknologi yang tepat dan menghadirkan manfaat maka literasi digital sebagai komunitas pendidikan sekolah dan atau madrasah adalah sebuah keniscayaan,” sambung Lalu Sirajul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI