Nah untuk memiliki hubungan baik dengan mantan pasangan seperti Ussy, berikut tips jitu yang bisa kamu ikuti seperti dilansir Hello Sehat.
1. Beri Jeda Waktu untuk Memulihkan Diri
Siapa pun yang menggugat, baik Anda atau pasangan, pasti akan merasa terluka dengan gagalnya pernikahan. Oleh sebab itu, beri waktu cukup untuk masing-masing sampai bisa pulih dari luka perpisahan.
Dengan begitu, saat Anda dan mantam pasangan bertemu kembali, tak lagi ada perasaan dendam atau marah. Anda bisa bercengkerama layaknya teman biasa.
2. Ingat Anak
Setiap kali merasa ingin egois, supaya tak bertemu sama sekali dengan mantan, ingatlah anak. Anak masih butuh perhatian dan kasih sayang dari orang tua.
Oleh sebab itu, kesampingkan dulu ego Anda, dan berbesar hatilah. Biarkan mantan tetap bertemu dan menjalin komunikasi dengan anak.
3. Jaga Komunikasi Dengan Baik
Apabila Anda dam mantan masih sulit untuk bisa berkomunikasi tanpa tersulut emosi, mungkin bisa pilih metode komunikasi yang lain.
Misalnya lewat email, atau pesan singkat. Sehingga, tak perlu bertatap muka. Cukup anak saja yang bertemu dengannya.
4. Perlakukan Dia Seperti Kamu Ingin Diperlakukan
Dalam hati, pasti masih ada rasa sakit ketika hubungan pernikahan kalian ternyata gagal. Namun, jangan melampiaskan rasa marah dengan memperlakukannya secara tidak baik. Karena ini tak akan menghasilkan apa-apa.
Perlakukan dia layaknya Anda ingin diperlakukan. Apalagi jika ada anak yang perlu kamu perhatikan perasaan dan tumbuh kembangnya.
5. Hindari Ribut di Media Sosial
Tunjukkanlah sikap dewasa. Salah satunya, dengan tidak menjadikan media sosial sebagai medan peperangan.
Saling sindir atau berbalas komen menyakitkan adalah sikap kekanak-kanakan yang nantinya hanya akan memberi contoh buruk bagi buah hati.
6. Jangan menjelekkan Pasangan di Depan Anak
Anda mungkin merasa kesal, marah, dan kecewa dengan mantan pasangan. Namun, jangan pernah tunjukkan perasaan tersebut di hadapan anak Anda. Apalagi sampai mengungkit sifat buruk atau bahkan merendahkan pasangan Anda.
Membicarakan hal buruk tentang mantan pasangan berarti Anda juga berpikir negatif tentang anak Anda. Pasalnya, anak adalah bagian dari mantan pasangan Anda. Apa pun yang terjadi itu tidak akan berubah.
Jadi, jangan biarkan emosi mengambil alih dengan menceritakan pada anak tentang kesalahan mantan pasangan atau hal-hal lain yang menyudutkan mantan pasangan Anda.
7. Fokus Pada Masa Depan Anak
Alih-alih menyimpan banyak energi negatif pada mantan istri/suami, sebaiknya gunakan energi tersebut pada sesuatu yang lebih positif, misalnya menyiapkan masa depan anak Anda.
Meski sudah tidak lagi bersama, Anda berdua memiliki tanggung jawab penuh terhadap masa depan anak Anda. Diskusikan tentang rencana tentang tabungan pendidikan hingga asuransi kesehatan anak.
Perhitungkan dengan baik berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan per bulan untuk kedua hal tersebut. Bila perlu, Anda bisa melibatkan jasa perencana keuangan (financial adviser) agar pembiayaan anak Anda lebih terstruktur dan terencana.