Jadi Gulma di Danau Toba, Ini Manfaat Tak Terduga Eceng Gondok Bagi Sektor Pertanian

Risna Halidi

Senin, 11 Juli 2022 | 23:28 WIB
Jadi Gulma di Danau Toba, Ini Manfaat Tak Terduga Eceng Gondok Bagi Sektor Pertanian
Danau Toba di Sumatera Utara (Pixabay/Daniel Morris)

Suara.com - Danau Toba merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Priotas (DPSP) yang digadang-gadang sebagai bagian dari 10 proyek Bali baru. Danau Toba sendiri merupakan danau alami berukuran besar, dan terletak di Sumatera Utara.

Sebagai destinasi wisata alam populer, Danau Toba juga dikenal akan kehidupan budaya dan adat istiadat warga sekitar yang menawan. Hanya saja, populasi eceng gondok yang kian meningkat, dapat mengancam ekosistem di danau terluas di Indonesia tersebut.

Dikatakan Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan - Kosmas Harefa, keberadaan eceng gondok telah menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak mengingat pertumbuhannya yang terbilang sangat pesat. Populasi eceng gondok di sana yang awalnya 100 m2, menjadi 200 m2 hanya dalam waktu tujuh hari.

Eceng gondok yang terlihat mendominasi di area perairan Danau Toba juga dipercaya dapat mengurangi nilai estetika di kawasan lima destinasi wisata super prioritas tersebut.

Namun di sisi lain, eceng gondok mengandung unsur-unsur hara seperti Nitrogen, Phosphor dan Potassium masing-masing sebesar 2,34 persen, 0,24 persen dan 1,95 persen.

Eceng gondok juga mengandung asam humat yang menghasilkan senyawa fitohara yang mampu mempercepat pertumbuhan akar tanaman, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang bermanfaat bagi petani.

Itu juga yang menjadi dasar PT. Mayora Indah, Tbk bersama Institut Teknologi Del untuk bekerjasama membangunan fasilitas pengolahan eceng gondok yang kemudian diolah menjadi pupuk cair dan pupuk padat.

"Cita- cita besar kita adalah menjadikan Danau Toba sebagai destinasi yang berkualitas. Dalam rangka itu, segala sesuatu yang menghambat kemajuan ke arah sana perlu kita cermati. Terkait dengan eceng gondok, memang kita lihat mengurangi estetika danau," kata Kosmas Harefa dikutip dari siaran pers, Senin (11/7).

Kosmas mengatakan, pengolahan eceng gondok akan dibangun di Kampus Institut Teknologi Del yang dibagi dalam dua tahap, yaitu pabrik pengolahan eceng gondok menjadi pupuk padat dan cair. Proses pengambilan eceng gondok akan dilakukan via kapal harvester milik Balai Wilayah Sungai Sumatera II.

baca juga

"Selanjutnya, eceng gondok akan dikumpulkan di tempat penampungan sementara dan akan dibawa ke tempat pengolahan," katanya lagi.

Dalam kolaborasi ini, nantinya Kemenko Marves turut serta melakukan tugasnya dalam melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian dalam menjadikan DPSP Danau Toba sebagai destinasi pariwisata yang berkualias dan berkelanjutan.

"Semoga proyek ini akan menjadi solusi permasalahan perairan Danau Toba dan sekaligus mengatasi kekurangan kebutuhan pupuk para petani. Dan kami juga berharap ini akan menjadi pilot yang keberhasilannya bisa diduplikasi di wilayah perairan lain,” tambah Direktur PT Mayora Indah Tbk, Johan Muliawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musa Rajekshah Salat Idul Adha di Pantai Bebas Parapat

Musa Rajekshah Salat Idul Adha di Pantai Bebas Parapat

Deli | Minggu, 10 Juli 2022 | 12:47 WIB

DPRD Sumut Minta Status Oligotropik Danau Toba Dikaji Ulang, Buat Apa?

DPRD Sumut Minta Status Oligotropik Danau Toba Dikaji Ulang, Buat Apa?

Sumbar | Minggu, 26 Juni 2022 | 14:38 WIB

Musa Rajekshah Meneteskan Air Mata Saat Nonton Ngeri Ngeri Sedap

Musa Rajekshah Meneteskan Air Mata Saat Nonton Ngeri Ngeri Sedap

Sumut | Minggu, 26 Juni 2022 | 11:18 WIB

Terkini

Studi IESR: Menunda Transisi Energi Bisa Bikin Biaya Listrik ASEAN Lebih Mahal

Studi IESR: Menunda Transisi Energi Bisa Bikin Biaya Listrik ASEAN Lebih Mahal

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:14 WIB

Panja Resmi Dibentuk, Draf RUU Pemilu Ditarget Rampung Akhir Tahun

Panja Resmi Dibentuk, Draf RUU Pemilu Ditarget Rampung Akhir Tahun

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:14 WIB

Praperadilan Ditolak, Silmy Karim Bersiap Masuk Sidang Pokok Perkara

Praperadilan Ditolak, Silmy Karim Bersiap Masuk Sidang Pokok Perkara

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:11 WIB

Dadan Hindayana dan 5 Tersangka Korupsi MBG Dilimpahkan ke Kejari Jakpus

Dadan Hindayana dan 5 Tersangka Korupsi MBG Dilimpahkan ke Kejari Jakpus

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 18:10 WIB

Manajer Kopdes Digaji Rp8,3 Juta, Setara Profesi Software Engineer di Jakarta

Manajer Kopdes Digaji Rp8,3 Juta, Setara Profesi Software Engineer di Jakarta

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 18:06 WIB

Pegawai SPPG Hendak Kerja Dini Hari, Dibegal di Jembatan Musi VI Palembang

Pegawai SPPG Hendak Kerja Dini Hari, Dibegal di Jembatan Musi VI Palembang

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 18:04 WIB

Novel Zero Byte: Ketika Deadline Skripsi dan Perjodohan Datang Bersamaan

Novel Zero Byte: Ketika Deadline Skripsi dan Perjodohan Datang Bersamaan

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 18:00 WIB

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dimulai, Komisi II DPR Umumkan Pembentukan Panja

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dimulai, Komisi II DPR Umumkan Pembentukan Panja

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:59 WIB

Ombudsman Sebut Polemik Lapas Cibinong Puncak Gunung Es, Minta Pembenahan Sistemik

Ombudsman Sebut Polemik Lapas Cibinong Puncak Gunung Es, Minta Pembenahan Sistemik

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:56 WIB

Cabai, Jengkol, Ayam Kompak Naik! Pedagang Warteg: Omzet Turun, Rp700 Ribu Habis Buat Sayur

Cabai, Jengkol, Ayam Kompak Naik! Pedagang Warteg: Omzet Turun, Rp700 Ribu Habis Buat Sayur

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:55 WIB

×