Mengenal Teenage Acne dan Adult Acne, Lokasi Jerawat Berdasarkan Usia

Kamis, 14 Juli 2022 | 09:55 WIB
Mengenal Teenage Acne dan Adult Acne, Lokasi Jerawat Berdasarkan Usia
Ilustrasi jerawat (pixabay)

Suara.com - Lokasi jerawat ternyata dipengaruhi usia dan sangat bergantung pada hormon dan jenis kulit orang tersebut. Inilah sebabnya ada yang disebut teenage acne dan adult acne.

Dijelaskan Dermato Venereologist, dr. Fitria Agustina, Sp.KK, teenage acne adalah jerawat yang umumnya menyerang anak remaja di usia pubertas belasan tahun.

"Kalau untuk teenage acne itu biasanya ada di daerah T zone (area dahi dan hidung)," ujar dr. Fitria dalam acara DermLive by La Roche Posay di SCBD Jakarta, Rabu (13/7/2022).

Ilustrasi jerawat (Pexels/Anna Nekrashevich)
Ilustrasi jerawat (Pexels/Anna Nekrashevich)

Ia menjelaskan pada teenage acne umumnya disebabkan karena kadar hormon yang mulai semakin meningkat terus menerus. Apalagi jika remaja tersebut punya karakter kulit berminyak, maka kondisi jerawatnya bisa bertambah parah.

"Biasanya daerah T zone adalah daerah yang paling kelenjar minyaknya, distribusi kelenjar minyaknya lebih rapat, saling berdekatan dan karena pengaruh hormon biasanya produksi minyaknya bisa lebih banyak dan lebih dari biasanya di T zone," jelasnya.

Sedangkan untuk adult acne yaitu jerawat yang terjadi di usia dewasa di atas 20 tahun, dan umumnya timbul di daerah U zone pada wajah yaitu area pipi, rahang, dagu bahkan area bibir.

Sayangnya kata dr. Fitria, masih belum diketahui penyebab adult acne ini, yang bahkan di masa pandemi jerawat ini berkembang jadi mask acne atau jerawat karena pemakaian masker.

Meski belum diketahui penyebabnya, ia meminta masyarakat perlu lebih memperhatikan hiperandrogen yang ditandai dengan adult acne.

Hiperandrogen adalah kondisi di mana kadar hormon androgen atau testosteron dalam tubuh perempuan terlalu tinggi. Normalnya, perempuan memang memiliki hormon ini, tetapi jumlahnya hanya sedikit

Baca Juga: 4 Cara Ampuh Mengatasi Jerawat Punggung Membandel

"Kondisi yang mendasari hiperandrogen itu, seperti misalnya pada kondisi sindrom ovarium polikistik (PCOS), kemudian pada kondisi beberapa tumor tertentu yang menyebabkan androgennya meningkat," tutup dr. Fitria. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI