- Qori cilik bernama M. Zian Fahrezi asal Bima, NTB, meraih Juara 1 MTQ Internasional Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak.
- Zian, berusia 9 tahun, meraih kesuksesan berkat disiplin latihan keras di bawah bimbingan ayahnya sebagai pelatih utama.
- Prestasi internasional Zian mencakup Juara 4 MTQ Internasional di Aljazair dan tampil di stasiun televisi Iran serta Aljazair.
Suara.com - Dunia maya dan media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh satu nama M. Zian Fahrezi. Bukan karena sensasi, tapi karena prestasi yang bikin seluruh Indonesia bangga.
Zian adalah Qori cilik asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini berhasil menggetarkan panggung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat dunia. Prestasi internasional seperti ini bukan kali pertama ia dapatkan.
Di balik suaranya yang merdu dan kemampuannya melantunkan ayat suci Al-Quran, ada profil Zian Fahrezi qori cilik yang penuh inspirasi, kerja keras, dan dukungan tanpa henti. Yuk, kenalan lebih jauh dengan sosok "mutiara dari Bima" ini!
Siapa M. Zian Fahrezi?
Lahir pada 2 November 2016 dari pasangan Ahmad Azka Fuad (ayah) dan Ruwaidah (ibu), Muhammad Zian Fahrezi adalah bukti nyata bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.
Saat teman-teman sebayanya sibuk dengan permainan, Zian, yang kini berusia 9 tahun dan duduk di bangku kelas 4 SDTQ Al Amin, Kota Bima, sudah mendedikasikan waktunya untuk berlatih mengaji.
Hebatnya lagi, sang ayah adalah pelatih utamanya. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran keluarga dalam membentuk seorang juara.
Zian adalah paket lengkap: talenta anugerah Tuhan yang dipadukan dengan disiplin, latihan keras, dan doa orang tua. Keren banget, kan?
Deretan Prestasi Dunia yang Bikin Merinding
Kalau kita bicara soal prestasi, Zian Fahrezi bukan kaleng-kaleng. Namanya sudah dikenal di panggung internasional jauh sebelum kemenangannya yang viral baru-baru ini.
Berikut adalah beberapa pencapaian gemilangnya:
Baca Juga: Nyanyian Mantan Kasat Narkoba Seret Kapolres Bima Kota: Setoran Rp1 M Berujung Penonaktifan
- Juara 4 MTQ Internasional Mazamir Daud di Aljazair (2024)
- Tampil di TV Iran dan Aljazair: Popularitasnya sebagai qori cilik berbakat membuatnya diundang untuk tampil di stasiun televisi bergengsi di Iran dan Aljazair.
- Juara 1 MTQ Internasional Al-Ameed ke-3 di Irak (2026): Ini adalah prestasi terbarunya yang paling fenomenal. Zian berhasil mengalahkan peserta dari 14 negara lain dalam kompetisi super ketat yang diselenggarakan di Karbala, Irak.
Kemenangannya di Irak menjadi hadiah terindah bagi Kota Bima menjelang bulan Ramadhan 1447 H ini.
Bukan Cuma Bakat, Tapi Proses!
Banyak yang mungkin berpikir Zian sukses karena bakat alamiah semata. Tapi, itu hanya separuh cerita.
Kisah Zian mengajarkan kita bahwa "juara itu diciptakan, bukan hanya dilahirkan." Padahal di balik kemenangannya, ada:
1. Disiplin Tingkat Tinggi
Zian latihan rutin di bawah bimbingan ayahnya sendiri membentuk karakter dan teknik yang matang di usia belia.
2. Dukungan Keluarga
Peran ayah sebagai pelatih dan dukungan penuh dari keluarga adalah fondasi utama yang membuatnya kuat.
3. Support Sistem Pemerintah
Apresiasi dan dukungan dari pemerintah daerah, seperti yang ditunjukkan oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Ia juga memberikan selamat dan suntikan semangat luar biasa bahkan menjanjikan hadiah sebagai bentuk penghargaan.
Inspirasi untuk Gen Z dan Millennial
Profil Zian Fahrezi qori cilik ini lebih dari sekadar daftar prestasi. Ia adalah simbol inspirasi. Di tengah gempuran konten digital yang kadang kurang mendidik, Zian muncul sebagai role model yang positif.
Kisahnya mematahkan stigma bahwa mendalami agama itu kuno. Zian membuktikan bahwa kamu bisa tetap keren, berprestasi di tingkat dunia, dan tetap memegang teguh nilai-nilai spiritual.
Ia adalah influencer di bidangnya, yang mengajak anak muda untuk tidak takut mengejar passion, apa pun bidangnya.
Perjalanan Zian mengajarkan kita bahwa dengan kerja keras, doa, dan dukungan orang-orang di sekitar kita, tidak ada yang tidak mungkin.
Kisah Zian Fahrezi ini jadi bukti nyata kalau usia bukan halangan buat mengharumkan nama bangsa. Sekarang giliranmu! Apa prestasi yang sedang kamu perjuangkan? Yuk, share ceritamu di kolom komentar