Soroti Makanan Mubazir dari Industri Pariwisata di Event G20, Menparekraf Sandiaga Uno: Jadi Penyumbang Emisi Karbon

Senin, 18 Juli 2022 | 20:34 WIB
Soroti Makanan Mubazir dari Industri Pariwisata di Event G20, Menparekraf Sandiaga Uno: Jadi Penyumbang Emisi Karbon
Ilustrasi sampah makanan. (Shutterstock)

Suara.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) soroti makanan mubazir atau food waste dalam kegiatan Presidensi G20 Indonesia.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, makanan mubazir ini masuk dalam isu utama keberlanjutan lingkungan, yang menawarkan solusi pengelolaan food waste di industri pariwisata Indonesia.

"Seperti yang pernah saya sampaikan, bahwa makanan makanan yang mubazir di industri pariwisata terutama dipicu oleh buffet, prasmanan, dan lain sebagainya," ujar Menparekraf Sandiaga dalam Weekly Press Briefing (WPB) Kemenparekraf, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (18/7/2022).

Ia menambahkan, untuk food waste yang dihasilkan bisa mencapai 2 kali berat badan manusia tersebut dalam setahun.

Ilustrasi food waste / sampah makanan (wwf)
Ilustrasi food waste / sampah makanan (wwf)

Sehingga jika orang tersebut punya berat 75 kilogram, maka dalam setahun ia berpotensi hasilkan makanan mubazir atau food waste sebanyak 150 kilogram.

"Nah, ini tentunya jadi PR kita, karena dengan kita memubadzirkan atau membuang buang makanan ini, banyak saudara-saudara kita yang masih menghadapi kelaparan, kemiskinan, tetapi ini juga menyumbangkan emisi karbon," ungkap Menparekraf Sandiaga.

Sehingga sebelum puncak Presidensi G20 Indonesia di Bali pada November 2022 mendatang, Menparekraf Sandiaga menginisiasi 5 strategi yang akan diterapkan di seluruh industri pariwisata Indonesia.

Strategi itu meliputi perubahan perilaku, pembenahan penunjang sistem pangan, pemanfaatan makanan yang tidak termakan, menurunkan emisi jejak karbon, dan mengatur tata kelola sampah.

Bahkan Sandiaga juga berencana membuat delegasi peserta G20 yang terbang dari Amerika dan Eropa, turut bertanggung jawab atas carbon offside atau mengganti jejak karbon yang mereka hasilkan dengan menanam pohon dan sebagainya.

Baca Juga: Citayam Fashion Week Bawa Berkah untuk UMKM, Menparekraf Sandiaga Kasih Pesan Ini

"Misalnya kemarin kita menghitung dari New York menuju Bali itu menggunakan kelas ekonomi harus menanam sekitar 35 pohon. Nah, ini nanti kita terjemahkan berapa jumlah dollar atau rupiah yang harus dikontribusikan untuk menanam mangrove, pohon, ataupun merestorasi terumbu karang," tutup Sandiaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI