Studi: Teman Bisa Pengaruhi Suasana Hati

Risna Halidi

Senin, 25 Juli 2022 | 09:28 WIB
Studi: Teman Bisa Pengaruhi Suasana Hati
Ilustrasi teman (pexels.com/pixabay)

Suara.com - Teman merupakan salah satu tempat terbaik untuk menumpahkan segala perasaan. Dan menurut studi yang dimuat jurnal Royal Society Open Science dikatakan, kita bisa merasakan suasana hati baik atau buruk karena suasana hati teman lainnya.

Secara spesifik studi tersebut menyebut berkumpul dengan teman yang bahagia akan menular. Namun bukan berarti kita harus berhenti bergaul dengan teman yang sedang mengalami kesedihan, kata penulis studi.

Studi ini menunjukkan bahwa kebahagiaan dan kesedihan, sertagaya hidup dan perilaku seperti merokok, minum, obesitas, kebiasaan menjaga kebugaran dan bahkan kemampuan untuk berkonsentrasi dapat memengaruhi jejaring sosial, baik online maupun dalam kehidupan nyata.

Penelitian ini mampu menunjukkan bagaimana pertalian pertemanan benar-benar saling memengaruhi. Penelitian ini sendiri dilakukan pada siswa sekolah yang mengalami depresi dan menjawab pertanyaan tentang teman terbaik mereka.

Secara keseluruhan, 2.194 siswa dimasukkan dalam analisis dengan menggunakan model matematika untuk mencari koneksi di antara jaringan teman.

Secara keseluruhan, anak-anak yang teman-temannya mengalami bad mood lebih cenderung melaporkan suasana hati yang buruk pula pada diri sendiri.

Ketika orang memiliki lebih banyak teman bahagia, sebaliknya, suasana hati mereka cenderung membaik seiring berjalannya waktu.

Beberapa gejala yang terkait dengan ketidakberdayaan seperti depresi, kelelahan dan kehilangan minat - juga tampaknya mengikuti pola ini, yang oleh para ilmuwan disebut "penularan sosial."

Tapi ini bukan sesuatu yang berbahaya dan orang perlu khawatirkan, kata penulis utama Robert Eyre, yang juga seorang mahasiswa doktoral di University of Warwick's Centre for Complexity Science.

baca juga

Sebaliknya, ini kemungkinan hanya sebuah "respons empati normal yang kita semua kenal, dan sesuatu yang kita kenali oleh akal sehat," katanya dikutip Time, Senin (25/7/2022).

Dengan kata lain, ketika seorang teman sedang mengalami masalah parah, masuk akal jika seseorang merasa sakit, dan itu jelas bukan alasan untuk menjauh.

"Kabar baik dari pekerjaan kami adalah bahwa mengikuti saran berbasis bukti untuk memperbaiki olahraga seperti mood, tidur nyenyak dan mengatasi stres - dapat membantu teman Anda juga," katanya.

Studi tersebut juga menemukan bahwa memiliki teman yang depresi secara klinis tidak meningkatkan risiko peserta menjadi depresi pada diri mereka sendiri.

"Teman-teman Anda tidak membuat Anda berisiko sakit," kata Eyre, "jadi tindakan yang baik hanyalah mendukungnya."

Untuk meningkatkan kedua mood, Eyre menyarankan untuk melakukan sesuatu bersama-sama yang bisa nikmat untuk menyebarkan perasaan baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini 5 Etika Nebeng Mobil Teman, Jangan Merepotkan!

Ini 5 Etika Nebeng Mobil Teman, Jangan Merepotkan!

Your Say | Senin, 25 Juli 2022 | 08:17 WIB

5 Ciri-ciri Teman Palsu yang Wajib Kita Waspadai, Jangan Bagi Rahasia

5 Ciri-ciri Teman Palsu yang Wajib Kita Waspadai, Jangan Bagi Rahasia

Your Say | Senin, 25 Juli 2022 | 07:45 WIB

Karyawati Toserba Tikam Lima Temannya di Pekanbaru, 1 Tewas

Karyawati Toserba Tikam Lima Temannya di Pekanbaru, 1 Tewas

Purwokerto | Minggu, 24 Juli 2022 | 19:23 WIB

Terkini

5 Tips Menata Ruang Tamu Menurut Feng Shui untuk Menarik Rezeki dan Aura Positif

5 Tips Menata Ruang Tamu Menurut Feng Shui untuk Menarik Rezeki dan Aura Positif

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 06:35 WIB

6 Hotel Seru untuk Staycation Saat Liburan Sekolah, Ada Petualangan Anak hingga Tepi Pantai

6 Hotel Seru untuk Staycation Saat Liburan Sekolah, Ada Petualangan Anak hingga Tepi Pantai

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:59 WIB

Importa Raih Rekor MURI, Penjualan Lemari Pakaian Besi Tembus 1 Juta dalam 5 Tahun

Importa Raih Rekor MURI, Penjualan Lemari Pakaian Besi Tembus 1 Juta dalam 5 Tahun

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:56 WIB

6 Sepeda Gravel Termurah yang Nyaman di Aspal dan Jalan Terjal, Mulai Rp2 Jutaan

6 Sepeda Gravel Termurah yang Nyaman di Aspal dan Jalan Terjal, Mulai Rp2 Jutaan

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2026 | 20:08 WIB

Feng Shui Rumah Menghadap Barat, Begini Cara Menatanya Biar Hoki

Feng Shui Rumah Menghadap Barat, Begini Cara Menatanya Biar Hoki

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:22 WIB

10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan

10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:11 WIB

Tips Belanja Perlengkapan Sekolah agar Lebih Hemat, Orang Tua Bisa Prioritaskan 5 Kebutuhan Ini

Tips Belanja Perlengkapan Sekolah agar Lebih Hemat, Orang Tua Bisa Prioritaskan 5 Kebutuhan Ini

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:47 WIB

4 Sepatu Sekolah Hitam yang Awet Dipakai Setahun Penuh, Murah Anti Jebol!

4 Sepatu Sekolah Hitam yang Awet Dipakai Setahun Penuh, Murah Anti Jebol!

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:08 WIB

Lee Jun ho Dukung Kampanye Chosen, Program yang Biarkan Anak Memilih Sponsornya Sendiri

Lee Jun ho Dukung Kampanye Chosen, Program yang Biarkan Anak Memilih Sponsornya Sendiri

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:23 WIB

Label Ramah Lingkungan Bisa Picu Konsumsi Berlebih, Bagaimana Bisa?

Label Ramah Lingkungan Bisa Picu Konsumsi Berlebih, Bagaimana Bisa?

Lifestyle | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:15 WIB

×