facebook

Kisah Fonnyta Amran, Sutradara Teater Indonesia yang Raih Beasiswa untuk Dalami Penyutradaraan di Skotlandia

Risna Halidi
Kisah Fonnyta Amran, Sutradara Teater Indonesia yang Raih Beasiswa untuk Dalami Penyutradaraan di Skotlandia
Fonnyta Amran (Ist)

Seni teater telah menjadi jalan hidup Fonnyta Amran

Suara.com - Seni teater telah menjadi jalan hidup Fonnyta Amran, salah satu dari sedikit sutradara teater perempuan di Indonesia. Melihat kenyataan tersebut, ia menggagas dibentuknya Breaking Barriers Initiative atau ‘Inisiatif Mendobrak Batas’.

Inisiatif ini dibentuk dengan tujuan untuk membantu perempuan pelaku seni di Indonesia agar memiliki ruang yang lebih besar dalam berkolaborasi, belajar bersama, serta membangun jejaring untuk berproses dalam mencipta karya pertunjukkan.

“Sejak saya terjun ke dunia seni teater di tahun 2017, saya melihat potensi yang begitu besar yang dimiliki sutradara perempuan," kata Fonnyta, dikutip dari siaran pers yang dibagikan beberapa waktu lalu.

Fonnyta Amran (Ist)
Fonnyta Amran (Ist)

"Saya ingin berkontribusi dalam mengembangkan potensi ini dan salah satu caranya adalah dengan mengambil Pendidikan master di bidang ini,” tambahnya.

Baca Juga: Gugum Gumbira Mendapat Anugerah Tanda Kehormatan RI, Maestro Jaipong Asal Bandung

Pada September 2021 lalu, Fonnyta menerima beasiswa untuk program master dalam penyutradaraan teater yakni Master of Arts of Classical & Contemporary Theatre Directing di The Royal Conservatoire of Scotlandz.

Itu disebut-sebut sebagai salah satu dari tiga kampus terbesar dan terbaik dalam pendidikan seni pertunjukan di dunia. Kini, Fonnyta menjadi sutradara teater pertama dari Indonesia yang diterima di kampus tersebut.

“Saya juga ingin mulai melakukan sesuatu untuk dunia seni yang saya cintai, terutama penyutradaan dan produksi teater, tanpa harus menunggu pendidikan master selesai."

"Di sinilah Breaking Barriers Initiative lahir dan saya harap dapat menjadi langkah awal untuk berbagai kerjasama dan kolaborasi yang mendobrak batasan yang dihadapi perempuan dalam berkarya di seni teater.”

Dalam menjalani pendidikan masternya di The Royal Conservatoire of Scotland, Fonnyta mendapat beasiswa dari The W.M. Mann Foundation, yayasan berbasis di Glasgow, Skotlandia, yang pertama kali memberikan program beasiswa bagi orang Indonesia.

Baca Juga: Gugum Gumbira, Maestro Jaipong Asal Bandung yang Mendapat Anugerah Tanda Kehormatan RI

Dikatakan perwakilan W.M. Mann Foundation - Ainsley Mann, ia terkesan melihat sepak terjang yang dilakukan Fonnyta untuk mewujudkan impiannya sebagai sutradara teater, sebuah profesi yang tidak banyak disuarakan perempuan.

"Kami semakin yakin mendukung Fonnyta setelah mendengar alasannya menempuh pendidikan di The Royal Conservatoire of Scotland, yakni untuk membantu lebih banyak bakat-bakat besar Indonesia untuk berkembang,” katanya.

Program beasiswa tersebut juga untuk memperkuat hubungan seni dan budaya antara Indonesia dengan Skotlandia dan mempromosikan Skotlandia sebagai destinasi pendidikan seni pertunjukan kelas dunia.

Untuk memenuhi tujuan memberdayakan perjalanan kreatif para pelaku seni perempuan Indonesia, Breaking Barriers Initiative akan membuat diskusi tentang penyelenggaraan seni teater, dan menghadirkan akademisi, pelaku seni, sutradara, penulis naskah dan produser Indonesia dan internasional.

Breaking Boundaries Initiative juga diharapkan dapat mempertemukan pelaku seni dengan pihak-pihak lain seperti korporasi, yang memiliki perhatian khusus dalam pengembangan seni teater di Indonesia.

Komentar