7 Cara Keluar dari Hubungan Toxic, Coba Lakukan Tahapan Ini Agar Tak Kebablasan

Arendya Nariswari Suara.Com
Selasa, 18 Oktober 2022 | 14:40 WIB
7 Cara Keluar dari Hubungan Toxic, Coba Lakukan Tahapan Ini Agar Tak Kebablasan
Photo by MART PRODUCTION: https://www.pexels.com/photo/a-woman-victim-of-domestic-violence-at-home-7699393/

Suara.com - Meski sudah menjadi rahasia umum bahwa toxic relationship adalah sebuah hubungan yang layak ditinggalkan. Nyatanya, masih banyak korban yang sulit keluar dari sana.

Toxic relationship seringkali membuat seseorang kehilangan rasa percaya dirinya atau ketergantungan satu sama lain. Jika Anda merasakannya, sebaiknya evaluasi kembali hubungan yang ada.

Dilansir dari laman choosing therapy, berikut cara keluar dari hubungan toxic yang bisa Anda coba.

1. Bangun sistem pendukung

Sebelum memutuskan untuk keluar dari toxic relationship, usahakan Anda telah memiliki sistem pendukung. Pasalnya, meski keluar dari hubungan tidak sehat tersebut, Anda pasti juga merasakan sedih, tidak berdaya, sehingga mendorong untuk kembali bersamanya lagi.

Untuk menghindari ini, akan lebih baik jika Anda dikelilingi orang terdekat seperti teman dan keluarga yang bisa memberi dukungan dan menjadi tempat bersandar.

2. Putuskan kontak

Tidak sedikit pelaku toxic relationship yang bersifat manipulatif. Mereka mungkin mempermainkan perasaan Anda sampai terketuk untuk kembali bersama.

Oleh karena itu, penting untuk memutuskan komunikasi dengan mantan, tepat setelah hubungan berakhir.

Baca Juga: Curiga Anda Terjebak Abusive Relationship? Ini Cara Pergi dari Pasangan yang Kasar dan Sering Menghina

Jika Anda memiliki anak, batasi hubungan sebatas pembahasan mengenai anak.

3. Ketahuilah bahwa Anda layak mendapatkan yang lebih baik

Berada dalam hubungan toxic seringkali membuat seseorang menjadi rendah diri dan menganggap tidak akan ada lagi orang yang menerimanya.

Tapi, ingatlah bahwa ini tidak benar. Berikanlah mantra pada diri sendiri bahwa Anda berhak mendapatkan yang lebih baik. 

4. Buat jurnal emosi

Menulis tentang perasaan dan emosi Anda bisa menjadi salah satu cara mengakhiri hubungan toxic. Menyalurkan emosi melalui tulisan masih menjadi salah satu cara yang bagus. Namun, bukan berarti Anda bisa memaklumi segalanya setelah menuliskan emosi Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI