Imbas Pengakuan Pangeran Harry Bunuh 25 Orang di Afghanistan, Bisa Picu Aksi Balas Dendam dari Taliban?

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Minggu, 08 Januari 2023 | 19:57 WIB
Imbas Pengakuan Pangeran Harry Bunuh 25 Orang di Afghanistan, Bisa Picu Aksi Balas Dendam dari Taliban?
Pangeran Harry, putra dari Raja Charles dan mendiang Putri Diana (twitter/@RoyalFamily)

Suara.com - Imbas dari ucapan Pangeran Harry yang mengaku membunuh 25 orang di Afghanistan saat bertugas sebagai pilot helikopter Apache rupanya menimbulkan dendam pada pasukan Taliban.

Veteran militer Inggris khawatir akan terjadi serangan teroris yang ditargetkan pada Pertandingan Invictus. Para ahli mengatakan, jika serangan itu benar terjadi bisa jadi mimpi buruk bagi tentara yang akan lakukan pengamanan.

Ada juga kekhawatiran bahwa Pangeran Harry jadi mrngundang bahaya terhadap acara apa pun yang dia hadiri. Bahkan suami Meghan Markle itu kini dianggap sama dengan penulis The Satanic Verses, Salman Rushdie.

"The Invictus Games sangat dilabeli untuknya dan saya akan berpikir tingkat ancaman di sana pasti akan lebih tinggi. Akan ada masalah keamanan yang serius karena apa yang dia katakan. Langkah-langkah harus dilakukan untuk melindungi para veteran. Dan akan ada orang yang, diberi setengah kesempatan, ingin melakukan sesuatu," mantan kepala Angkatan Laut Laksamana Lord West, mengatakan kepada Sunday Mirror.

Dia menyebut Harry sangat bodoh karena memberikan perincian tentang pembunuhan orang-orang Taliban tersebut.

Pernyataan itu terungkap dalam buku otobiografi berjudul Spare. Harry bahkan menyebut para korban perang Afghanistan itu sebagai “bidak catur”.

"Taliban yang membacanya berpikir ada pangeran yang memanggil kita semua bidak catur dan cukup senang membunuh kita. Dan saya yakin, akan ada banyak orang di Negara Islam dan organisasi teroris lainnya, yang akan berpikir ini adalah sesuatu yang harus dibalas," lanjut Lord West.

Setelah pengungkapan Harry tersebut, mantan kepala perlindungan kerajaan Dai Davies juga mengatakan bahwa sekarang perlu penambahan keamanan, meski keluarga kerajaan Inggris terkenal dengan penjagaan yang ketat.

Dai Davies mengingatkan terhadap peristiwa bom Manchester Arena saat konser Ariana Grande. Banyak orang berpikir kalau temoat tersebut tidak mungkin dapat dijangkau aksi terorisme.

baca juga

Akan tetapi, peristiwa bom bunuh diri benar terjadi pada 22 Mei 2017 itu.

"Anda hanya membutuhkan satu orang idiot yang mengira Allah telah menyuruhnya pergi dan melakukan kehendak Allah, seperti yang mereka lihat, dan Anda memiliki masalah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pangeran Harry Sebut Raja Charles Cemburu Dengan Meghan Markle, Ada Apa?

Pangeran Harry Sebut Raja Charles Cemburu Dengan Meghan Markle, Ada Apa?

Lifestyle | Sabtu, 07 Januari 2023 | 18:25 WIB

Pangeran Harry Curhat, Sang Ayah Tak Memeluknya Usai Putri Diana Meninggal

Pangeran Harry Curhat, Sang Ayah Tak Memeluknya Usai Putri Diana Meninggal

Lifestyle | Jum'at, 06 Januari 2023 | 16:30 WIB

Pangeran Harry Curhat Ada Pihak yang Melarangnya Bertemu Ratu Elizabeh

Pangeran Harry Curhat Ada Pihak yang Melarangnya Bertemu Ratu Elizabeh

Depok | Jum'at, 06 Januari 2023 | 15:17 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Turun, Tapi Masih Dibanderol USD100

Harga Minyak Dunia Turun, Tapi Masih Dibanderol USD100

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Jangan Puas Menjadi Perakit: Indonesia Harus Naik Kelas dalam Industri

Jangan Puas Menjadi Perakit: Indonesia Harus Naik Kelas dalam Industri

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Sampah Organik Menggunung di Jakarta Jadi Sarang Tikus dan Sebar Penyakit!

Sampah Organik Menggunung di Jakarta Jadi Sarang Tikus dan Sebar Penyakit!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:24 WIB

IHSG Bertahan di Level 6.100 Pagi Ini, Cek Saham AADI

IHSG Bertahan di Level 6.100 Pagi Ini, Cek Saham AADI

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:14 WIB

Malam Ini MK Bacakan Putusan soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran!

Malam Ini MK Bacakan Putusan soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:05 WIB

7 Cara Merawat Sepatu Kanvas Hitam agar Tidak Pudar Setelah Dicuci

7 Cara Merawat Sepatu Kanvas Hitam agar Tidak Pudar Setelah Dicuci

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Agensi Yoo Hae Jin Beri Peringatan Keras Usai Kehidupan Pribadi Diserang

Agensi Yoo Hae Jin Beri Peringatan Keras Usai Kehidupan Pribadi Diserang

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:00 WIB

IHSG Rawan Koreksi, Ini Saham Rekomendasi BRI Danareksa Hingga BNI Sekuritas

IHSG Rawan Koreksi, Ini Saham Rekomendasi BRI Danareksa Hingga BNI Sekuritas

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:55 WIB

GMFI Ekspansi ke Oman, Bidik Pasar Bengkel Pesawat Timur Tengah hingga Eropa

GMFI Ekspansi ke Oman, Bidik Pasar Bengkel Pesawat Timur Tengah hingga Eropa

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Dua Pegawai Rutan Depok Diduga Jadi Penyedia Sabu dan Alat Musik untuk Pesta Narkoba

Dua Pegawai Rutan Depok Diduga Jadi Penyedia Sabu dan Alat Musik untuk Pesta Narkoba

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:50 WIB

×