Tren Kencan 2023, Pakar Peringatkan Munculnya Fenomena Kelelahan dalam Berkencan

Rima Sekarani Imamun Nissa

Kamis, 12 Januari 2023 | 12:10 WIB
Tren Kencan 2023, Pakar Peringatkan Munculnya Fenomena Kelelahan dalam Berkencan
Ilustrasi Kencan Online (Pexels/cottonbro)

Suara.com - Tahun 2022 telah menjadi periode percobaan untuk kembali berkencan setelah lama terkurung akibat lockdown. Para lajang lebih bersemangat menemukan cinta, meskipun faktanya 58% jomblo Indonesia tidak memiliki kesempatan untuk berkencan sepanjang tahun 2022.

Pada 2023 ini, para jomblo siap untuk beraksi. Terbukti dari hasil survei oleh Lunch Actually, para jomblo lebih terbuka dengan pengalaman baru dalam berkencan, termasuk berpindah ke tempat dan negara lain demi pasangan (72% pria single dan 85% wanita single), mau untuk berkencan dengan seseorang dari ras yang berbeda (86% pria single dan 77% wanita single) dan lebih adaptif dengan kriteria dasar mereka, sebagaimana dibuktikan oleh tiga tipe teratas dari pria lajang seperti usia (75%), tipe body (43%), dan agama (70%), sementara wanita lajang lebih mementingkan agama (81%), pendapatan (84%), dan usia (41%).

Munculnya aplikasi kencan dan inovasi teknologinya sangat penting dalam membantu para lajang mencari jodoh. Namun, ternyata hal itu juga menghadirkan lebih banyak tantangan. Karena banyaknya match yang didapatkan, para jomblo saat ini tidak lagi menghargai kencan dan tidak merasakan urgensi untuk menemukan pasangan.

Dengan beberapa tips, kamu bisa lebih cepat memperoleh pasangan dari situs kencan online.(freepik/xandrajunia)
Memperoleh pasangan dari situs kencan online.(freepik/xandrajunia)

Aplikasi kencan memungkinkan para lajang berbicara dengan banyak orang sekaligus. Mereka pun bisa mengatur kencan dengan orang yang berbeda. Namun, rupanya ini juga bisa membuat mereka menjadi sangat mudah untuk kehilangan minat saat tak kesulitan mendapatkan match.

Aplikasi kencan mendorong timbulnya paradoks. Ketika memiliki terlalu banyak pilihan, kita cenderung mengalami kelumpuhan dalam menganalisis dan akhirnya tidak membuat pilihan apa pun. Hal itulah yang kemudian menyebabkan kelelahan berkencan di kalangan para jomblo saat ini.

Jika ingin memulai perjalanan kencan dengan lebih mudah dan efektif, kamu dapat mempertimbangkan layanan kencan atau biro jodoh. Mak comblang akan memilihkan seseorang yang paling cocok untuk kamu, sama seperti klien yang bergabung dengan Lunch Actually.

"Para lajang datang kepada kami karena mereka tahu bahwa konsultan kencan kami telah bertemu langsung dengan jodoh mereka, memeriksa identitas mereka dan melakukan pemeriksaan (verifikasi data) yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien kami tidak akan ditipu. Ini seperti kamu melewatkan langkah pertama 'screening' dan melompat ke proses kencan selanjutnya," ungkap CEO & Co-Founder dari Lunch Actually, Violet Lim, dikutip dari siaran pers, Kamis (12/1/2023).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Tanda Harus Berhenti Pakai Aplikasi Kencan, Demi Kesehatan Mental Anda Loh!

3 Tanda Harus Berhenti Pakai Aplikasi Kencan, Demi Kesehatan Mental Anda Loh!

Lifestyle | Jum'at, 16 Desember 2022 | 14:45 WIB

Viral Kisah Cinta Gadis Kembar Siam, Bertemu Pacar Lewat Aplikasi Kencan Online hingga Merasa Canggung

Viral Kisah Cinta Gadis Kembar Siam, Bertemu Pacar Lewat Aplikasi Kencan Online hingga Merasa Canggung

Lifestyle | Senin, 07 November 2022 | 10:14 WIB

Selain Tinder, Ini 7 Aplikasi Kencan Online untuk Cari Jodoh

Selain Tinder, Ini 7 Aplikasi Kencan Online untuk Cari Jodoh

Lifestyle | Senin, 24 Oktober 2022 | 16:00 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×