Rizky Billar Ngamuk Anaknya Dibully Warganet, Baby Leslar Jadi Korban Baby Shaming?

Dinda Rachmawati
Rizky Billar Ngamuk Anaknya Dibully Warganet, Baby Leslar Jadi Korban Baby Shaming?
Lesti Kejora dan Rizky Billar bersama Baby L. [Instagram]

Rizky Billar yang ngamuk saat sang putra, Muhammad Leslar Al-Fatih Billar mendapat komentar jahat dari seorang warganet.

Suara.com - Orangtua mana yang terima, buah hatinya yang masih polos dan tak berdosa dibully oleh orang yang tak dikenal? Hal inilah yang dialami Rizky Billar yang ngamuk saat sang putra, Muhammad Leslar Al-Fatih Billar mendapat komentar jahat dari seorang warganet.

Hal tersebut disampaikan suami pedangdut Lesti Kejora tersebut di unggahan Instagram Story-nya, sambil membagikan tangkapan layar direct message (DM) dari seorang warganet dengan akun @nadi******.

Warganet tersebut mengomentari salah satu postingan Billar, yang memperlihatkan tingkah menggemaskan Al-Fatih, saat tengah bermain dengan anak sebayanya. 

Lainnya, lelaki kelahiran Medan itu juga menunjukkan putra semata wayangnya itu saat tengah tertawa memakai topi dengan merek branded, Fendi. Dalam komentarnya, warganet itu membanding Baby L dengan anak lainnya.

Baca Juga: Rizky Billar Diboikot Tampil di TV, Tangis Lesti Kejora Pecah Sang Suami Jalani Job Ini

Rizky BIllar tidak terima Baby L di-bully (Instagram)
Rizky BIllar tidak terima Baby L di-bully (Instagram)

“Sebelahnya itu anak kecil tampan, jauh dengan anaknya Lesti,” isi komentar akun tersebut.

“Bocah lain dipakaikan Fendi imut cakep gemesin. Lha ini kok tetep jelek. Apa pun harga Rp100 juta kalau dipakai anak ini kayak barang rongsokan. Gimana sih Lar Bilar,” sambungnya.

Membaca hal tersebut, lelaki 27 tahun ini pun mersa miris dengan warganet tersebut. Bahkan ia membandingkan sikap orang-orang yang ia temui saat menjalani ibadah umroh.
Dikisahkan Billar, saat menjalani ibadah umroh anaknya itu malah mendapatkan perlakuan istimewa. Jauh berbeda dengan sikap warganet di Indonesia yang mudah membenci, bahkan terhadap bayi sekalipun.

“Di sini doang bayi jadi objek bully, miris. Sekadar cerita, gue pas umrah kemarin, anak kecil begitu diistimewakan sama orang-orang di sana, baik pribumi Arab maupun WNA dari berbagai mancanegara,” tulis Billar.

Saat di Tanah Suci, Billar menyebut buah hatinya itu disukai banyak orang lantaran murah senyum. Menurutnya, hal tersebut berbanding terbalik dengan yang terjadi di Indonesia.

Baca Juga: Ahmad Dhani Gandeng Lesti Kejora Meriahkan Konser 51 Tahun Kerajaan Cinta

Rizky Billar dan Lesti Kejora (Instagram/@rizkybillar)
Rizky Billar dan Lesti Kejora (Instagram/@rizkybillar)

“Anak gue tiap lewat selalu disapa dan kebetulan anaknya memang "sumeh” jadi banyak yang senang aja gitu, tapi di sini, ya Allah,” lanjutnya.

Billar kemudian memberikan pesan menohok kepada siapa pun yang tak menyukai dirinya atau pun Lesti, untuk berhenti membully anak mereka.

“Benci sama orang tuanya, gak usah anaknya dijadikan sasaran kebencian anda,” tegas Billar.

Apa yang dialami Rizky Billar bisa disebut sebagai baby shaming. Seperti dilansir Halodoc, baby shaming adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kegiatan body shaming yang ditujukan pada bayi. 

Body shaming sendiri adalah sejenis bullying yang dilakukan dengan mengomentari bentuk fisik seseorang. Meski kerap dibalut dengan nada candaan, baby shaming dapat meninggalkan luka di hati orang tuanya.

Namun jangan biarkan komentar buruk orang lain merusak mental dan kehidupan. Maka, berikut beberapa hal yang bisa menjadi tips bagi orang tua, jika anak terkena baby shaming:

1. Jangan Merespon

Umumnya, manusia memiliki refleks untuk merespon dan melawan ketika ada sesuatu yang mengusik. Namun, tidak melakukan apa-apa ketika orang mengatakan hal buruk tentang bayi kita adalah cara terbaik untuk menghadapi baby shaming.

2. Jangan Salahkan Diri Sendiri

Jangan pernah sekalipun menyalahkan diri sendiri, atau merasa telah menjadi orang tua yang buruk. Sandarkan diri sepenuhnya pada pasangan dan keluarga, dan percayalah bahwa semua akan baik-baik saja. Tidak ada yang salah, kecuali mereka yang melontarkan komentar buruk tanpa pikir panjang.

3. Fokus Pada Anak

Tingkatkan fokus dan kedekatan dengan sang buah hati. Ingatlah masa-masa bahagia saat mengandungnya, dan mendengar tangisannya untuk pertama kalinya. 
Terimalah si kecil sepenuhnya, terlepas dari berbagai kekurangan yang dikomentari orang. Sebab tidak ada manusia yang terlahir sempurna, bukan? Jadi yang perlu ibu lakukan adalah memastikannya tumbuh dan berkembang dengan baik.

4. Menutup Akun Media Sosial

Ini sebenarnya merupakan pilihan terakhir. Ibu bisa memulainya dengan mengurangi jumlah postingan foto si kecil, atau tidak membaca komentar-komentar di postingan. Namun jika dirasa hal-hal itu sulit dilakukan, mengapa tidak coba untuk tutup saja akun media sosialnya?