Kaesang Pangarep Buka Suara Soal Erina Gudono Hamil, Raffi Ahmad: Tokcer Mas?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Kamis, 26 Januari 2023 | 11:30 WIB
Kaesang Pangarep Buka Suara Soal Erina Gudono Hamil, Raffi Ahmad: Tokcer Mas?
Kaesang Pangarep dan Erina Gudono (instagram/@kaesanggp)

Sering berhubungan seks selama sebulan penuh baik untuk menghasilkan bayi. Setiap hari atau setiap dua hari adalah jumlah yang baik, menurut penelitian dan pendapat Komite Praktek American Society for Reproductive Medicine.1

kaKamu mu dapat melakukan hubungan seks setiap hari dalam siklus kamu, tetapi bagi kebanyakan orang, ini akan menyebabkan kelelahan, dan sebenarnya tidak perlu. Berhubungan seks tiga sampai empat kali seminggu meningkatkan peluang kamu untuk sukses karena meningkatkan kemungkinan berhubungan seks pada hari-hari paling subur kamu. Jika kamu hanya mengincar ovulasi dan membuat kesalahan waktu, kamu mungkin kehilangan bulan itu.

Maksimalkan Peluang kamu
Kamu mungkin bisa hamil lebih cepat jika kamu mengoptimalkan seks konsepsi kamu, yang mencakup hal-hal seperti waktu, frekuensi, dan pemahaman kapan dalam siklus kamu kemungkinan besar kamu akan hamil.

Satu hal penting yang harus diperhatikan adalah pelumas pribadi biasa, seperti Astroglide dan KY Jelly, berbahaya bagi sperma. Pelumas terbaik untuk pembuahan adalah cairan serviks kamu sendiri. Tetapi jika ini menjadi masalah bagi kamu, tersedia pilihan ramah sperma, seperti minyak mineral, minyak canola, atau pelumas berbahan dasar hidroksietilselulosa seperti Pre-Seed dan ConceivEase.

Lacak Ovulasi kamu

Hari-hari paling subur kamu adalah dua hari sebelum ovulasi. kamu dapat mengetahui hari apa ini melalui beberapa metode, termasuk memetakan suhu basal tubuh (BBT) kamu, memeriksa lendir serviks yang subur, melacak perubahan serviks, dan menggunakan mikroskop air liur.

Masalah dengan semua metode ini adalah mereka memiliki kurva belajar yang curam. Untuk bagan BBT, mencari tahu cara mendapatkan waktu kamu tepat di pagi hari dan menafsirkan bagan kamu bisa menjadi tantangan bagi banyak orang. kamu mungkin lebih mudah menggunakan alat prediksi ovulasi atau monitor ovulasi.

Tes ovulasi bekerja seperti tes kehamilan. kamu buang air kecil di atas tongkat atau selembar kertas untuk mendapatkan hasilnya. Mereka sedikit lebih sulit untuk ditafsirkan daripada tes kehamilan, jadi bacalah petunjuknya dengan hati-hati.

Pemantau kesuburan mengambil banyak kurva belajar dari tes ovulasi. Perangkat digital memberi tahu kamu saat paling subur. Mereka lebih mahal, jadi kamu mungkin ingin menggabungkan grafik dengan alat prediksi ovulasi.

Baca Juga: Cerita Erina Gudono yang Sempat Deg-degan Saat Diajak Kaesang Bertemu Jokowi dan Iriana Pertama Kali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI