Aktivis Waria Shinta Ratri Meninggal Dunia, Ingat Lagi 5 Fakta Tentangnya dan Pesantren yang Didirikannya

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 01 Februari 2023 | 10:10 WIB
Aktivis Waria Shinta Ratri Meninggal Dunia, Ingat Lagi 5 Fakta Tentangnya dan Pesantren yang Didirikannya
Ketua Ponpes Waria Al Fatah Yogyakarta, Shinta Ratri saat berbincang kepada wartawan di ponpes setempat, Senin (8/6/2020). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Suara.com - Aktivis waria Indonesia Shinta Ratri dikabarkan meninggal dunia hari ini, Rabu (1/2/2023) dalam usia 61 tahun. Kabar tersebut dibagikan oleh rekan sesama aktivis Amar Alfikar lewat akun Twitter pribadinya.

"Shinta Ratri, aktivis HAM, perintis waria Muslim di Indonesia, dan kepala sekolah waria di Yogyakarta, meninggal dunia hari ini," tulis Amar, dikutip suara.com pada Rabu (1/2/2023).

Namun, ia tidak menyebut penyebab meninggalnya pendiri Pondok Pesantren Waria Al-Fatah di Yogyakarta tersebut. Amar berdoa agar kematian Shinta diberkati Tuhan.

Ketua Ponpes Al-Fatah, Shinta Ratri [suara.com/Wita Ayodhyaputri]
Ketua Ponpes Al-Fatah, Shinta Ratri [suara.com/Wita Ayodhyaputri]

"Semoga jiwanya diberkati, dan perjuangannya dilanjutkan oleh orang lain," pungkasnya.

Sosok Shinta Ratri dikenal sebagai sosok transpuan yang sering menyuarakan hak orang-orang yang mengalami perubahan gender seperti dirinya. 

Membangun Ponpes Al-Fatih di Yogyakarta jadi salah satu bukti perjuangannya kepada kaum waria agar tetap bisa beribadah dan menimba ilmu agama. Berikut sejumlah fakta tentang Shinta Ratri juga Ponpes Waria Al-Fatih yang didirikannya.

1. Ada Puluhan Santri Waria

Ponpes yang dibangun pada 2014 itu telah memiliki lebih dari 40 santri yang kebanyakan waria. Mereka secara intensif berusaha untuk bisa berbaur dengan masyarakat termasuk mengisi ilmu agama juga pengetahuan.

Kegiatan agama biasanya dilakukan pada hari Minggu dan Senin. Hari Minggu untuk pembelajaran Al-Quran, sementara Senin untuk waria yang masih dalam tahap pembacaan iqro'. Namun, kegiatan tersebut sempat terhambat saat awal pandemi Covid-19 lalu.

baca juga

"Tak dipungkiri memang kami masih banyak belajar. Aktivitas sebelum ada wabah, tiap Minggu dan Senin tempat ini selalu ramai dengan pembelajaran agama. Sekarang aktivitasnya dilakukan secara daring," kata Shinta saat ditemui Juni 2020 lalu.

2. Alasan Membuat Ponpes Waria

Pembangunan Ponpes Al-Fatih khusus waria memang sempat menimbulkan kontroversi. Meski begitu, Shinta tetap mantap dengan niatnya. 

Ia mengatakan, manusia tidak bisa memilih jenis kelamin saat dilahirkan. Menuritnya, kebanyakn waria lahir sebagai laki-laki namun memiliki kodrat sebagai perempuan. Kondisi itu membuat beberapa orang atau keluarganya tidak bisa menerima keadaan mereka sehingga para waria memilih pergi dari lingkungannya. 

"Konflik ini yang berbahaya, dia kehilangan banyak termasuk budi pekerti mungkin, dan terutama kehilangan agama. Maka dari itu saya membangun ponpes ini agar mereka tetap pada jalur agama yang mereka anut," ungkap dia.

3. Mengutamakan Akhlak

Stigma sebagai transgender sudah melekat pada masing-masing santri dan tak banyak orang yang bisa memahami keadaan mereka. Bahkan dipandang negatif oleh masyarakat.

Itu sebabnya, Shinta mengutamakan ajaran akhlak kepada para santrinya agar tetap berperilaku baik kepada masyarakat sekitar.

"Kami terus mendorong mereka untuk berakhlak dan berbaur dengan warga lainnya. Hal itu pasti sulit. Namun ketika berlaku baik di lingkungan tempat kita hidup, banyak hal yang bisa menerima kami apa adanya," ujarnya.

Pelajaran agama yang dibahas mulai dari Fiqih hingga Bulughal Maram yang dibimbing oleh enam ustad. Bahkan ada pula pelajaran untuk agama lain bagi waria yang tidak beraga Islam.

4. Menerima Santri non Muslim

waria berkeyakinan Kristen-Katolik juga bisa mendapat bimbingan keagamaan. Sejak 2019, Ponpes Al-Fatih bekerjasama dengan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) untuk jadi pengajar. 

Sampai pada 2020 lalu, ada empat orang waria yang berkeyakinan Kristen-Katolik di pesantren tersebut.

5. Berharap Stigma Terhadap Waria Bisa Berubah

Berbaur dengan masyarakat menjadi hal utama yang selalu digaungkan di ponpes tersebut. Ketika belum ada Covid-19, warga sekitar kerap diundang untuk belajar bersama para waria setiap Sabtu sore. Pembelajaran mulai dari berbahasa inggris, cara memasak, hingga merias.

Shinta tak memungkiri bahwa mengubah pandangan masyarakat akan teras sulit. Apalagi dengan budaya yang dianut di Indonesia saat ini. Namun begitu, ia berharap para santrinya memiliki keyakinan kuat terhadap agama. Sehingga mampu menjaga dan memahami yang baik dan buruk untuk mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Lengkap Widji Thukul Seorang Aktivis Yang Belum Ditemukan Sampai Sekarang

Profil Lengkap Widji Thukul Seorang Aktivis Yang Belum Ditemukan Sampai Sekarang

Bandungbarat | Kamis, 05 Januari 2023 | 18:40 WIB

Sipon Istri Aktivis Wiji Thukul Meninggal Dunia

Sipon Istri Aktivis Wiji Thukul Meninggal Dunia

Bandungbarat | Kamis, 05 Januari 2023 | 18:09 WIB

Potret Terbaru Nisrina, Mantan Artis Cilik di Sinetron Si Entong yang Kini Jadi Aktivis HAM

Potret Terbaru Nisrina, Mantan Artis Cilik di Sinetron Si Entong yang Kini Jadi Aktivis HAM

Entertainment | Jum'at, 16 Desember 2022 | 16:03 WIB

Terkini

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:15 WIB

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 00:56 WIB

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

×