Menparekraf Sandiaga Uno Minta Turis Bule Hargai Kearifan Lokal, Ini Cara Melakukannya!

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Selasa, 07 Maret 2023 | 09:14 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno Minta Turis Bule Hargai Kearifan Lokal, Ini Cara Melakukannya!
Ilustrasi turis bule di Bali. (SONNY TUMBELAKA / AFP)

Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meminta turis bule dan wisatawan asing lainnya harus bisa mengerti norma, adat istiadat, juga kearifan lokal yang ada di Indonesia.

Hal ini disampaikannya saat menanggapi sejumlah turis asing yang terganggu dengan suara ayam berkokok. Para turis ini asing ini juga memberikan surat petisi yang telah ditandatangani belasan WNA lainnya yang tinggal di Homestay Anumaya. Isi surat tersebut mengungkapkan komplain atas suara ayam berkokok di pagi hari.

Sementara itu, salah satu perwakilan turis, Alit mengatakan, pihaknya telah menyampaikan keluhan dari WNA tersebut, tetapi pemilik ayam enggan memindahkan kandang ayamnya dikarenakan keterbatasan lahan.

Menurut Sandiaga, justru suara ayam berkokok itu menjadi kearifan lokal atau daya tarik wisata yang ada di Indonesia.

"Kita menggelar karpet merah untuk wisatawan mancanegara, namun kegiatan mereka selama di Indonesia harus berdasarkan koridor hukum. Jadi harus juga mengerti, memahami norma-norma adat istiadat kesusilaan, juga berkaitan kearifan lokal. Jadi emang ada laporan masuk mengenai keluhan ayam berkokok, tapi itu bagian dari keseharian destinasi wisata, terutama yang mendorong kearifan lokal sebagai daya tarik wisatanya," kata Sandi ditemui di gedung Kemenparekraf, Jakarta, Senin (6/3/2023).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat membuka East Indonesia Tourism and Investment Summit di Kota Makassar, Jumat 3 Maret 2023 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat membuka East Indonesia Tourism and Investment Summit di Kota Makassar, Jumat 3 Maret 2023 [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Sebagai seorang turis, pada dasarnya memang harus bisa beradaptasi dan menghargai segala budaya maupun kearifan lokal di tempat yang dikunjunginya. Menghargai budaya maupun kearifan lokal ini juga bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Melansir laman Explorers Against Extinction, berikut terdapat beberapa cara untuk menghargai budaya lokal saat sedang berwisata.

1. Cari tahu mengenai lokasi yang dikunjungi

Para wisatawan seharusnya sudah bisa mencari tahu informasi tentang lokasi yang dikunjunginya. Hal ini tidak hanya tempat wisatanya, melainkan berbagai kebudayaan, kepercayaan, serta keyakinan yang dianut warga lokal. Dengan mencari tahu informasi ini akan menghindari culture shock terhadap budaya, kehidupan, maupun lingkungan yang ada.

baca juga

2. Mempelajari bahasa

Hal lain yang dilakukan sebagai menghargai tempat yang akan dikunjungi yaitu mempelajari bahasanya. Seseorang dapat belajar frasa-frasa yang sering digunakan untuk menyapa warga lokal di lokasi. Dengan belajar hal tersebut akan membangun hubungan dengan warga lokal sehingga semakin dipermudah saat berwisata.

3. Perhatikan pakaian

Pakaian juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan. Cobalah untuk menyesuaikan pakaian dengan budaya masyarakat sekitar. Artinya, jika masyarakat lokal memakai pakaian yang konservatif, sebagai wisatawan orang tersebut harus menghargainya. Meski tidak harus memakai pakaian serupa, setidaknya bisa menjaga OOTD yang lebih sopan dan sesuai.

4. Hindari cari masalah

Jika ada hal-hal yang tidak dimengerti, usahakan untuk menghindari masalah. Lebih baik mundur dan tidak ikut campur urusan warga lokal. Hal ini juga sebagai bentuk apresiasi dan menghormati budaya serta warga lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sandiaga Uno Sebut Hammersonic 2023 Bawa Pengaruh Besar untuk Pariwisata Indonesia

Sandiaga Uno Sebut Hammersonic 2023 Bawa Pengaruh Besar untuk Pariwisata Indonesia

Entertainment | Senin, 06 Maret 2023 | 23:05 WIB

Menparekraf Sebut Suara Kokok Ayam Kearifan Lokal, Asib Ali India Gampang Move On dari Syarifah?

Menparekraf Sebut Suara Kokok Ayam Kearifan Lokal, Asib Ali India Gampang Move On dari Syarifah?

Lifestyle | Senin, 06 Maret 2023 | 20:30 WIB

Turis Bule Protes Suara Ayam Berkokok di Bali, Menparekraf Sandiaga Uno Minta Wisatawan Asing Paham Kearifan Lokal

Turis Bule Protes Suara Ayam Berkokok di Bali, Menparekraf Sandiaga Uno Minta Wisatawan Asing Paham Kearifan Lokal

Lifestyle | Senin, 06 Maret 2023 | 18:28 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×