Suara.com - Pola komunikasi politik Presiden Prabowo Subianto dalam satu tahun terakhir terus memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan akademisi dan mahasiswa.
Gaya pidato dan pernyataan publik kepala negara dinilai kerap kali memicu blunder.
Kepala Pusat Studi Agama dan Demokrasi Universitas Islam Indonesia (PSAD UII), Masduki, menilai persoalan komunikasi politik Presiden memang telah menjadi masalah serius sejauh ini.
Guru Besar Ilmu Komunikasi UI itu menilai deretan pidato dan pernyataan Prabowo justru berpotensi merugikan dirinya sendiri, kabinet, hingga reputasi pemerintah.